Santa Maria Diangkat ke Surga
( Why 11 : 19 – 12 : 17 )

Maria Teladan Hidup

Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga adalah dogma Gereja yang masih tergolong baru, karena dinyatakan oleh Paus Pius XII pada hari raya semua orang kudus, 1 November 1950. Kata-kata Paus pada waktu itu bahwa Santa Perawan Maria tak bercela, ibu Tuhan, setelah menyelesaikan hidup di dunia, telah diangkat pada kemuliaan surgawi dengan jiwa dan tubuhnya. Meski tergolong baru, bukan berarti umat Kristiani baru mengimani peristiwa iman ini, karena jauh sebelumnya (sejak abad IV) perayaan Maria diangkat ke surga telah dipraktikkan. Hal ini tampak dari tulisan-tulisan para Bapa Gereja, seperti Efrem dari Sirus dan Epifanius dari Salamina. Praktik iman ini terus dilajutkan sampai dengan promulgasi dogma Maria Diangkat ke Surga oleh Paus Pius XII tersebut.

Maria Penuh Rahmat

Yohanes bersaksi dalam Kitab Wahyu, “Lalu terbukalah Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu.” (Why 11:19). Setiap orang Yahudi yang membaca ungkapan ini akan berdebar-debar dan bertanya-tanya dalam hati: Tabut perjanjian? Tabut kudus dari emas yang berisi Sepuluh Perintah, manna, tongkat Harun, dan takhta kerahiman, yang hilang ratusan tahun yang lalu, ditemukan di surga? Yohanes melanjutkan, “Kemudian tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why 12:1). Yohanes melihat tubuh seorang perempuan dalam kemuliaan dan semarak – tabut Perjanjian Baru yang mengandung Sabda Allah yang hidup dan roti hidup yang turun dari surga, yakni Yesus sendiri. Dengan kata lain, Yohanes melihat Maria ada di surga. Selanjutnya, Yohanes melukiskan perempuan itu diburu untuk dibinasakan bersama anaknya. Potret Yohanes ini tidak meninggalkan keraguan sedikit pun, perempuan dalam ayat ini adalah Maria. Mengapa ini begitu penting? Yohanes melukiskan tubuh Maria di surga dan juga jiwanya. Bagaimana itu terjadi?

Maria diselamatkan oleh Putranya, Yesus, sejak saat ia dikandung. Maria mengakui karya agung Allah lewat Juru selamatnya ini dalam Magnifikat – berkat rahmat, Maria diselamatkan dari dampak dosa dan dijaga dari dosa. Kehancuran badan adalah akibat dari dosa; kalau Maria tidak mengalami dosa, maka tubuhnya tidak perlu mengalami kerusakan. Maria diangkat ke surga, dengan raga dan jiwa oleh kuasa Roh Kudus. Tidak seperti Yesus, yang naik kepada Bapa dengan kekuatan-Nya sendiri, Maria diangkat dengan raganya oleh kuasa Allah. Pengangkatan ke surga dengan raganya ini menunjukkan kuasa Roh Kudus yang akan memberi kita tubuh yang sudah dibangkitkan. Dalam arti tertentu, Maria adalah gambaran dari apa yang akan terjadi pada semua orang beriman.

Dalam peristiwa ini tampaklah Penyelenggaraan Ilahi atas diri seluruh umat manusia. Setelah Yesus Kristus, Sabda yang telah menjadi manusia, Maria sebagai ciptaan pertama, mewujudkan cita-cita akhir, yaitu kepenuhan kegembiraan yang telah dijanjikan kepada orang saleh dan suci pada kebangkitan badan. Peristiwa ini menunjukkan rencana ilahi untuk memajukan martabat kaum perempuan. Bersama Yesus Kristus, dalam kemuliaan di surga, seorang perempuan bernama Maria pun dibangkitkan. Kristus sebagai Adam baru dan Maria sebagai Hawa baru merupakan buah pertama yang menjadi awal dari kebangkitan badan seluruh umat manusia. Karena itu, bagi Maria, misteri ini merupakan Paskah Maria, kebangkitan Maria. Bunda Maria dimuliakan oleh Yesus bukan saja karena telah ditebus, tak bernoda, tapi juga karena ia menerima penghormatan dari Yesus, Putranya. Demikianlah dinyatakan kepada kita bahwa hubungan keluarga yang sudah kita miliki di dunia ini tidak akan sirna meski berada di surga. Dalam kemuliaan, Bunda Maria meneruskan peranannya sebagai Pembela dan Pelindung kita, Maria merupakan gambaran Gereja yang selalu mengasihi kita. Melalui dia, anggota keluarga kita yang sudah meninggal tetap mendoakan kita dalam cahaya ilahi-Nya.

Sharing

Sebagai anggota KTM, apakah Anda rajin berdoa rosario? Apakah Anda sering berdoa melalui perantaraan Bunda Maria, berdevosi kepada Bunda Maria / minta pertolongan melaluinya? Sharingkanlah!

 Referensi
  1. Ruah 2016 – Tahun C / II – Juli – Agustus – September 2016 – Penerbit KARMELINDO
  2. Berdoa Bersama Maria – P. Salvatore M. Sabato, OFM Conv – Penerbit KANISIUS – Cetakan V, 2011
  3. Maria Penuh Rahmat – Scott & Kimberly Hahn – Penerbit DIOMA – Cetakan I, Mei 2007

admin