Halaman Utama  |   Jadwal Camping  |    Pendaftaran    |      Kesaksian        |    Peraturan        |   Sekretariat    |    

  Ingin ikutan sharing? Kirim ke email: camping [at] holytrinitycarmel.com
  Atau isi di form ini. Klik di sini.

 Kesaksian Mantan Panitia Camping Rohani (Andreas M. Soedarsono)   
1991, tahun dimana aku baru lulus dari SMA. Tahun itu merupakan tahun yang tak akan pernah terlupakan dimana aku pertama kalinya berubah dari hidup lamaku menuju ke kehidupan baru di dalam Tuhan. Saat liburan menunggu masuknya perkuliahan, salah satu temanku di SMP mengajak aku untuk datang ke salah satu persekutuan doa muda-mudi di Surabaya. CERITA SELENGKAPNYA
 
 Kesaksian Frater CSE (Frater George CSE)   
...Di dalam camping itu, peristiwa yang paling mengesankan adalah acara penyembuhan batin. O ya sebelumnya, hari kedua sebenarnya aku sudah hampir pulang karena tidak betah. Waktu itu aku anti-karismatik karena pengalaman kurang mengenakkan dengan anggota PD karismatik di kota asalku. Mendapati ternyata hampir seluruh acara camping diisi dengan tepuk tangan dan sorak-sorai, aku sudah gelisah banget. CERITA SELENGKAPNYA
 

Nama : Fransiskus Santoso
Kota : New York, USA
Ikut camping rohani tahun : 1995, 1996 dan 1997
Sharing:
Camping rohani Mahasiswa di Ngadireso, Tumpang membuat saya berubah menjadi manusia yang baru, membuat saya lebih dekat dengan Tuhan membuat kita semakin menyadari bahwa kita ini manusia lemah dan Tuhan lah kekuatan bagi kita semua dan masukan-masukan dari Romo Yohanes, para Suster dan Frater menjadi bekal bagi saya dalam mengarungi kehidupan dikota besar seperti New York. Syukur bahwa saat pindah ke New York pun saya boleh menemukan sel komunitas KTM di kota ini. Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto - Allah hidup, dan aku berdiri di hadiratNya..


Nama : Paulinus
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 2000 (tahun rahmat Tuhan)
Sharing:
Camp rohani 2000 adalah camp rohani yang pertama bagi saya. Bermula dari iseng karena 'hanya' utk mengisi liburan, akhirnya liburan tahun itu adalah liburan yang paling berkesan karena di sana saya menemukan Kasih mula-mula yang tidak pernah saya jumpai dan rasakan oleh kasih siapapun di dunia ini. Dari camp rohani itu saya belajar,bertumbuh,berbuah dan berkembang dengan mengikuti sebuah komunitas sampai dengan sekarang. So, bagi kamu yang merasa haus akan kasih, temuilah SANG KASIH SEJATI di camp rohani, baik tahun ini dan tahun-tahun rahmat Tuhan yang akan datang."Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Aku-lah yang memilih kamu". Tuhan memberkati.


Nama : Handy W. H
Dari : Surabaya
Ikut camping tahun : 1997
Sharing:
Saya merasa terjebak kedalam pelosok hutan, ga jelas dimana, dan lebih aneh lagi, ternyata ada peradaban setelah masuk ke dalam hutan.Tiga hari pertama bengong, karena ada biarawati koik tepuk tangan sambil menyanyi, belum pernah liat hal tsb di Gereja Katolik. Tapi ternyata disanalah saat pertamaku mengenal cinta Tuhan. Dari sanalah aku mendapat teman teman seiman
yang saling mendukung dan menguatkan. Dari sanalah kehidupanku berubah menjadi berarti. Syukur deh, aku pernah terjebak disana.

Always,
with love.
Handy W. Hartono,drg.
May God Bless you!


Nama : Sysilia
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 1996, 1997
Sharing:
It's a very wonderful days of my life!! Aku jadi bisa mengenal Tuhan secara lebih pribadi. Aku jadi lebih tahu dan yakin akan kuat kuasaNya dalam hidupku. Aku jadi tahu kalo Dia ga bisa bekerja sendiri didunia ini dan membutuhkan kita umatNya sebagai mata untuk melihat yang membutuhkan kasih, perpanjangan tangan untuk membagikan berkat dan memberikan pertolongan dalam namaNya, dan kaki untuk menuntun dan menuju tempat dimana kasihNya dirindukan oleh semua orang. Dan terlebih lagi... aku jadi punya teman2 yang sekarang telah menjadi sodara2ku yang terbaik dan bisa diandalkan. Praise the Lord that He give me all the things that's wonderful n make me as His child n servant!!


Nama : Beni
Kota : Bandung
Ikut camping rohani tahun : 2000, 2001
Sharing:
Dulu sebelum ikut camping rohani saya ga suka karismatik, doa, baca kitab suci. Saya juga takut bicara sama orang lain dan sering sakit-sakitan. Setelah saya mengikuti camping rohani saya jadi suka karismatik dan lebih sering doa dan baca kitab suci, juga saya dapat lebih memperhatikan orang lain, tidak takut salah bicara dan jarang sakit. Puji Tuhan.


Nama : anonym
Sharing:
Aku bingung nich mau sharing apa .......
nih .. aku coba ya ... pake anonym aja ya ...
Bagiku camping adalah langkah awal pengenalan Allah secara pribadi dalam kehidupanku. Lewat camping ini, Dia mulai membuka belenggu-belenggu yang mengikat kehidupanku, belenggu dosa, belenggu ketakutan dan juga belenggu kekuatiran. Disanalah aku mulai mengenal sosok Pribadi yang begitu mencintai aku n mau mati bagiku. Inilah langkah pertamaku utk mengenal n menerima Allah secara pribadi, Roh-Nya berkobar-kobar n membawa aku semakin dekat dengan Dia. Jujur aja, kalo waktunya mengijinkan aku mau jadi peserta camping lg.

Oh ya... saat ikutan camping itu aku jg mengalami hal2 yang ga enak, diantara hiruk pikuk ratusan orang, ternyata aku bisa mengalami kesepian dan kesendirian. Hanya beberapa orang yang aku kenal, itupun sekedar kenal. Tapi rupanya daya tarik Illahi lebih besar dari rasa kesepianku. Hal yang paling mengesankan bagiku adalah misa di gua Maria pada malam terakhir. Aku langsung aja berkomentar "Wahhh Seperti di Roma", walaupun aku belon pernah ke Roma (he he he .. waktu itu aku asal omong aja sich).

Yang pasti, lewat camping itulah aku mulai mengenal Dia, Allah dan Bapaku. Allah yang saat ini aku layani dengan sepenuh hati.
Sementara ini dulu ya ... ntar kalo dapat lg aku sambung lg.


Nama : Yohana Alice Angeline Okvianita
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 2000, 2001, 2002
Sharing:
Dahulu sebelum ikut camping, aku ndak tau apa yg namanya karismatik. Tapi setelah di sana, aku pun mulai sedikit tau walaupun waktu hari2 pertama, aku ndak kerasan di sana. Session yg paling berkesan adalah penyembuhan luka batin, melalui acara itu, luka2 batinku menjadi sembuh dan aku juga mempunyai motivasi untuk selalu dekat dg Tuhan. Banyak sekali pengalaman yg ada pada saat camping, dan semuanya sungguh menyenangkan sekali :)


Nama : Pitra
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 2002
Sharing:
Menyenangkan. Lebih dekat dg Tuhan.


Nama : Maria Angelina
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 2001, 2002
Sharing:
Menurut saya, camping rohani sangat menyenangkan & berkesan. Tapi kenapa hari ke-2, 3, 4, acaranya boseni tapi hari2 yg menyenangkan hanya pada hari terakhir2. Kalau saya boleh sarankan, hari2 pertama jangan selalu dipadatkan dg sharing. Kalaupun ada sharing, lebih baik jangan terlalu serius. Karena kami pun akan merasa jenuh, capek, bosen.
Harinya/waktunya kurang lama.
Acaranya kurang adanya untuk berkenalan/ bergabung.
Pada th 2002 acara tsb hanya sedikit dan dpt dihitung. Diadakan acara untuk mengekspresikan bakat kita tapi berkelompok.
Saya rasa campingnya lebih enak yg dulu daripada sekarang.


Nama : Filicia
Kota : Surabaya
Ikut camping rohani tahun : 1995
Sharing:
Sangat mengesankan. Saya dibaharui jadi orang yg baru, bisa merasakan kasih Tuhan yg sungguh besar dan bisa mendapat karunia bahasa roh. Dari camping rohani itu saya merasakan bara api dlm hati saya untuk lebih dekat dan mengenal Tuhan. Dan saya bisa merasakan kerinduan untuk selalu bersekutu denganNya.


Nama : Wina
Ikut camping rohani tahun : 1995
Sharing:
Natal kali ini adalah Natal pertamaku sejak aku kembali ke jalan-Nya. Kadang ada rasa sedih bila melihat teman-temanku yang masih duduk di bangku SMU sudah khidmat mengikuti ibadat Natal dan melayani Tuhan, mengingat masa SMU-ku yang kuhabiskan dengan hura-hura dan jauh dari Tuhan. Aku merasa ada waktu yang hilang, waktu yang harus kutebus, bukan hanya dengan setahun dua tahun, tapi dengan seumur hidupku. Sebut saja namaku Wina, aku masih berusia 18 tahun secara biologis, namun dalam kerohanian aku boleh dibilang masih orok.

Aku dibaptis saat pada Paskah tahun 2000. Pada awalnya hidup rohaniku masih cukup baik, maklum masih segar-segarnya setelah dibaptis. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai terbuai oleh godaan dunia. Aku memang masih rajin mengikuti misa di gereja, masih berdoa setiap hari, tapi aku benar-benar jauh dari Tuhan. Aku hidup seenaknya sendiri, apalagi lingkungan keluarga dan pergaulanku tidak religius. Aku memang punya pacar yang religius, tapi kenyataannya dia tidak membimbingku dan malah sering menyesatkan aku. Di rumah aku juga sering tidak betah karena tekanan keluargaku yang keras. Aku keras hati, sehingga mudah membenci sesama dan sulit mengampuni. Pokoknya hidupku benar-benar kacau.

Untungnya Tuhan berbaik hati menyapaku saat aku mengikuti camping rohani siswa, Juli 2003 di Pertapaan Karmel, Ngadireso, Tumpang, Malang. Waktu itu aku baru saja lulus SMU dan akan masuk universitas. Motivasiku ikut camping sebenarnya hanya ikut-ikutan pacar. Tapi di sana aku benar-benar ditegur Tuhan. Tuhan menunjukkan bagaimana kehidupanku selama ini, yang jauh dari Dia, banyak berbuat dosa, banyak dilukai dan tidak mau mengampuni.

Sepulang dari camping itu hidupku benar-benar berubah total. Bukan hanya karena aku mendapat status baru sebagai mahasiswa, dan sekaligus telah putus dari pacarku, tetapi terutama dalam kehidupan rohani. Aku tidak ingin api cinta kasih yang Tuhan kobarkan dalam hatiku meredup lagi.

Maka aku mulai bergabung dalam komunitas saudara-saudara seiman, menjalankan komitmen pribadi kepada Tuhan dengan sebaik-baiknya. Tuhan juga menunjukkan aku jalan untuk melayani-Nya, sungguh Dia begitu baik padaku. Memang sekarang ini hidupku mungkin jauh lebih berat, tekanan keluarga yang bertambah, tidak ada pacar atau sahabat yang memperhatikan, proses adaptasi dengan kuliah.... Namun aku selalu ingat bahwa untuk mengikuti Yesus kita harus memanggul salib dan menyangkal diri.

Aku mungkin masih sering jatuh, tapi kali ini Dia tidak membiarkan aku terperosok, selalu ada jalan untuk bangkit kembali. Teman-temanku yang dulu pun sering mengatakan bahwa aku sekarang berubah. Aku sadar perubahan ini adalah berkat anugerah-Nya, dan aku benar-benar berterimakasih kepada-Nya. Masa laluku yang kelam, masa kiniku, dan masa depanku, sekarang kuserahkan ke dalam tangan-Nya. Aku percaya, semua akan indah dalam perencanaan-Nya.


Nama : Eko
Kota : Melbourne
Ikut camping rohani tahun : 1996, 1999, 2000
Sharing:
Eko di sini mau kasih juga sedikit sharing mengenai retret "Camping Rohani" di Tumpang. Eko ikutan retret (Youth Camp) disana udah 3 kali, di tahun 1996, 1999 dan terakhir kali di tahun 2000 (sebelum berangkat utk studi master di melb, aust). Kerinduan utk ikutan retret (Youth Camp) lagi setiap tahunnya selalu ada, tetapi sayang sekali krn setiap kali diadakan retret tsb pas kuliah gue disini udah dimulai. Youth Camp diadakan biasanya 2x setahun, utk anak2 SMA (sekitar Jun-Juli) dan utk mahasiswa + karyawan/wati (sekitar akhir Juli- awal Agust).
Yg cowoknya tinggal di kemah, udah kalo malam dinginnya minta ampun (15 derajat). Yg cewek masih mendingan tinggal didalam bangunan. Enggak tahu retret yg terakhir, yg cowok masih tinggal di kemah apa enggak??
Tapi setelah masuk session, udah enggak terasa dingin lagi... Roh kudus sendiri yg menghangatkan :):):)

Banyak cerita mengharukan selama disana. Bgmn pemulihan masing-masing orang banyak terjadi disana. Yg terikat oleh jimat-jimat/ilmu-ilmu hitam, yg hubungan keluarganya kacau, yg terjerumus aborsi, drugs...
Semuanya itu dipulihkan ama Tuhan.

Waktu pertama kali ikut di tahun 1996, aku pas berada di tahun terakhir masa kuliahku. Aku waktu berangkat diombang-ambingkan perasaan kuatir mengenai skripsiku. Karena tidak tahu kenapa sebelumnya, di awal semester 7 seharusnya aku bisa mendaftar utk memulai skripsiku tapi pada saat masa pendaftaran itu ditutup, aku tdk mendaftar. Padahal segalanya udah siap, mulai dari bahan-bahan utk skripsi dan prasyarat segala macam. Singkat kata, pada waktu aku retret, ada satu suara (dan aku yakin itu Tuhan sendiri) yang lembut dan menguatkan aku spy jangan kuatir mengenai skripsiku dan serahkan saja bersama dengan dia. Di saat itu sungguh perasaan damai, tenang, dan aman aku rasakan krn aku mendapatkan suatu jaminan dari tempat yg maha tinggi. Sungguh Tuhan Yesus luar biasa, meskipun skripsiku dimulai di semester 8, aku bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu 44 hari saja (malahan banyak dari temanku yg memulai dari semester 7 belum pada selesai). Puji Tuhan......

Keduakali aku ikut retret disana, sebelumnya aku berselisih paham dengan salah satu workmate gue di kerjaan. Yg sungguh ajaib aku rasakan, meskipun temanku itu sungguh anti karismatik, dia bisa ikutan retret Youth Camp di Tumpang (yg notabene retretnya sungguh bernuansa karismatik). Puji Tuhan, aku belajar lebih arti pengampuan (mengampuni dan diampuni). Dan hubungan kami sudah dipulihkan... (JJ, inget pas pembasuhan kaki??? Kita berdua saling memaafkan lebih lagi pas saat itu...)

Gitu dulu aja mengenai sharing di Tumpang, kalo mau lagi kita bisa lanjutkan ke email pribadi gue.
Sorry, buat yg masih anti karismatik, mungkin sharing gue tdk masuk diakal...:) :) Tapi aku yakin dan percaya, aku sebagaimana aku ada sekarang ini karena semata-mata Roh Kudus yg bekerja dalam diriku. Aku tidak bisa melakukan semuanya dengan kekuatan gue yg super lemah ini.

Bokap gue sendiri juga masih Budha, dan aku tdk mau memaksakan mereka dengan kepercayaan yg mrk anut. Saatnya belum tiba dan yg bisa gue lakuin hanya berusaha bagaimana gue bisa menjadi salah satu cerminan kasih Yesus didalam keluargaku.

Sewaktu kita masih di Tumpang, semuanya terasa indah, terasa di surga ya bersama rombongan bala malaikat (karena sekali retret mungkin ada seribu lebih orang yg ikutan) ... Tapi iman kita diuji setelah kita pulang dari retret dan kembali ke kehidupan kita sehari-hari. Berapa lama kita bisa tahan dan tdk kembali ke roh kita yg lama??? Kita hidup masih di dunia
yg penuh dengan berbagai macam pencobaan. Iman keyakinan kita ditantang utk dipraktekkan juga di dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada satu perikop yg menyatakan bahwa "Christian is not perfect, just a matter of forgiveness", kita ditantang utk mempraktekkan apa yg Tuhan maui dalam perilaku kita. Tidak hanya menjauhi larangannya, tetapi juga melakukan apa yg Tuhan suruh. Tuhan Yesus memberkati kita semuanya.



 
 
  


© 2009 Sekretariat Camping Rohani. Hosted by Komunitas Tritunggal Mahakudus.