|
Kesaksian Frater CSE |
 |
Aku ingin membagikan pengalamanku ikut camping rohani mahasiswa/i pada tahun 1995. Itulah satu-satunya camping yang pernah kuikuti, suatu kesempatan yang tidak pernah kulupakan...
Di sana aku ditemukan Yesus kembali, setelah sekian lama aku meninggalkan-Nya dan tersesat. Aku kehilangan imanku sejak SLTP. Akan tetapi, perlahan-lahan aku dituntun-Nya kembali masuk 'kandang'. Pertama, Ia mengingatkanku lewat seorang sahabatku bahwa hanya ada dua pilihan: percaya atau tidak percaya dengan segala konsekuensi masing-masing pilihan. Pikiran logisku, lebih baik percaya, daripada tidak percaya lalu ternyata pilihanku itu salah, wah berabe! Kedua, aku tetap merasakan kekosongan besar walaupun telah mencoba kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkan dunia (tidak semua, sih . . . ^_^). Ketiga, ya lewat camping itu.
Di dalam camping itu, peristiwa yang paling mengesankan adalah acara penyembuhan batin. O ya sebelumnya, hari kedua sebenarnya aku sudah hampir pulang karena tidak betah. Waktu itu aku anti-karismatik karena pengalaman kurang mengenakkan dengan anggota PD karismatik di kota asalku. Mendapati ternyata hampir seluruh acara camping diisi dengan tepuk tangan dan sorak-sorai, aku sudah gelisah banget. Eh... untunglah hatiku, atau lebih tepat, lidahku sudah telanjur kepincut sama yang namanya sambelnya Ngadireso, nyam...nyam. . . ^o^
Jadilah aku tinggal terus. Wah, pada hari keempat (kalo tidak salah), pas penyembuhan batin, aku kena batunya. Semuanya seperti terbuka bagiku. Rasanya semua sakit hatiku selama ini hilang, amblas, entah ke mana. Selesai acara aku merasa begitu ringan dan pandanganku akan segalanya terasa berubah. Melihat setiap orang, apalagi gadis cakep, aku langsung jatuh cinta (waktu itu, lho). Bukan jatuh cinta dalam arti fallin' in love until crazy about her, melainkan.... apa, ya? Pokoknya, segalanya indah bagiku.
Wah, sudah terlalu banyak, nih ceritanya. Singkatnya, aku menemukan cara mencintai yang baru. Sesuatu yang kucari selama ini. Akhirnya, Tuhan pun menunjukkan suatu jalan yang lebih khusus lagi untuk mencintai. Jalan yang kutempuh sekarang ini.
Cikanyere, 2 April 2003
Frater George CSE
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|