KTM Muda Mudi Pontianak kini kembali mengepakkan sayapnya, dan siap untuk terbang lebih tinggi.

Pemilihan DPW

Setelah lebih dari 2 tahun melebur di salah satu wilayah dewasa, kini KTM MM Pontianak dapat kembali mengepakkan sayap melalui terpilihnya Dewan Pelayan Wilayah Muda-i 2015-2016, karena jumlah sel yang telah kembali memenuhi kriteria.

Sebagai ungkapan syukur atas penyelenggaraan Illahi yang amat dasyat, ajaib, wow, brrr luar biasa, maka KTM MM mulai merencanakan pelayanan ke depan. Bak gayung bersambut, datanglah seketika kabar beserta ajakan frater CSE dan suster P.Karm untuk melayani bersama dalam Camping Rohani (Camproh) 2015 di Rumah Retret Shanti Buana, Bandol. Menyadari acara ini merupakan acara besar yang membutuhkan tidak sedikit biaya, maka KTM MM Pontianak pun melakukan usaha penggalangan dana untuk menyukseskan acara tersebut.

KRK Kasih yang Memulihkan

Pertama-tama sebagai bentuk promosi acara menarik minat anak muda usia SMA, maka pada Jumat, 24 April 2015 pukul 18.30 diselenggarakanlah KRK & Adorasi Penyembuhan  bersama Rm. Arsenius Vicar, CSE di Gereja Gembala Baik, Senghie. Acara ini turut dilayani pula oleh para frater dan suster, yaitu Fr. Josemaria Caritas, CSE, Fr. Bonaventura, CSE, dan Sr. Serafin, P. Karm, serta didukung oleh volunteer KTM, Helen Gae dan Venant Joseph. Puji Tuhan acara ini dapat terselenggara dengan baik, gereja full dan dipenuhi lebih dari 75% anak muda, juga yang paling utama: banyak umat yang mengalami mukjizat kesembuhan. Tuhan Yesus ajaib!

KRK Kasih yang Memulihkan

 

Ngamen plus Jualan

Momen penutupan bulan Maria di Rumah Retret Shanti Buana Bandol yang bertepatan pula dengan Hari Tritunggal Mahakudus tidak dilewatkan begitu saja oleh KTM MM. Kenapa? Karena hari itu menjadi puncak “arus ziarah” para warga Kalimantan Barat dari berbagai kabupaten kota. Hari yang baik dan cerah ini membawa KTM MM Pontianak sukses mempersiapkan sampai menjajakan jajanan. Dan Tuhan Yesus baik, jualan ludes dan semua bersukacita karena penggalangan dana ini semata-mata berjalan baik karena berkat dan kasihNya. “Tidak sia-sia buat puding, nusuk-nusuk bakso dan sosis, buat poster karikatur dari karton, ngamen jingle ga jelas, jual CD lagu daerah sama bunga mawar plus lilin!” ujar Theresia, pelayan wilayah muda-i seraya tertawa penuh sukacita.

 

Ngamen dan Jualan cari dana Camping

 

Persiapan Cari Dana Camping

Rekoleksi Panitia

Pada tanggal 27-29 Mei 2015 inilah KTM MM wilayah Pontianak, Ambawang, dan Bandol dipersatukan dalam sebuah rekoleksi panitia yang dikemas para frater dan suster. Selama 3 hari panitia berbaur dari latar belakang suku dan bahasa yang berbeda, namun perbedaan ini sungguh menambah warna dalam pelayanan camping ini. Para panitia digodok, ditraining, dipersiapkan secara jasmani dan rohani untuk melayani dengan motivasi yang murni. Latihan koreografi theme song, yel-yel, shooting, latihan drama pertobatan, simulasi games, rapat per seksi tampaknya berhasil membuat para panitia mengerti benar akan profesi para artis (ciaelaaa..haha). Melalui pengajaran, firman, misa, adorasi, sakramen tobat, pencurahan Roh Kudus, para panitia camping sungguh merasa diperbekali perlengkapan rohani yang penuh urapan dan memampukan dalam mengemban tugas pelayanan yang Tuhan percayakan. Alleluya!

Camping Rohani 2015 “Chosen Generation”

Walau di tahun 2008 dan 2009 pernah diadakan camping rohani versi outdoor dengan tenda sederhana dari terpal di alam terbuka yang dirintis pertama kali oleh Rm. Maxi, CSE (2008) dan difollow-up oleh KTM MM Pontianak saat itu dengan mengundang Rm. Arsen, CSE serta beberapa frater-suster di tahun 2009; maka tetap pantaslah Camping Rohani 2015 dikatakan PERDANA dengan konsep acara yang lebih matang, susunan acara dan kepanitiaan yang lebih rapi, PERDANA di lokasi bangunan rumah retret yang sudah jadi dan megah, dan tentu saja aman dari guyuran hujan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, camping rohani kali ini didominasi peserta dari Pontianak, yaitu sekitar 150 orang dari total 188 peserta. Adapun peserta lain berasal dari Kabupaten Landak, Bengkayang, Sanggau, bahkan dari daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, yaitu Entikong.

Hari ke-1

Sweeping charger HP dan barang bawaan yang tidak relevan dengan camping menjadi awal yang indah di hari pertama camping. Misa pembukaan dimulai pada pukul 5 sore dan dimeriahkan dengan KTM MM acoustic band, tarian perarakan oleh 3 suster, dan tarian persembahan oleh KTM MM. Misa yang dipimpin oleh Rm. Arsen, CSE ini berlangsung khusyuk dan juga bertujuan mengarahkan peserta akan rangkaian acara beberapa hari ke depan. Setelah makan malam, tibalah acara fellowship sekaligus perkenalan panitia. Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Henny Hendra selaku ketua panitia camproh 2015, dilanjutkan pemutaran video perkenalan panitia dan persembahan tarian theme song ‘Chosen Generation’ by KTM MM. Acara hari pertama ditutup dengan adorasi yang amat tenang dan menyejukkan.

Misa Pembukaan Camping

Hari ke-2

Hari ke-2 camproh dibuka dengan semangat olahraga ringan dan Doa Yesus di Kapela MBK. Tiga buah sesi pengajaran, Lectio Divina, acara keakraban, dan misa sore menjadi jadwal yang seru hari itu. Dan ternyata, ada yang spesial di adorasi malam hari ke 2 camp, kapela MBK disulap menjadi amat romantis dengan sentuhan lilin-lilin berlentera dan satu hiasan lampu berbentuk hati yang besar di depan altar, menambah semangat peserta untuk menerima dan membalas kasih Yesus yang indah itu.

Hari ke-3

Tak kalah seru dengan kemarin, di hari ke-3 setelah diajak bergerak memuji Tuhan, para peserta kemudian diarahkan menuju Gua Maria untuk meditasi alam. Lokasi gua yang terbentuk dari bebatuan asli alam yang kian hari bertumbuh dan membesar, menjadikan meditasi pagi itu terasa unik, menyegarkan dan menyejukkan hati. Sesi pengajaran hari ini berbeda, karena lebih ke arah moralitas Katolik dan realitas penyimpangan yang mengancam pergaulan anak muda, yaitu sesi Dating, Marriage, Sex dan juga Bahaya Narkoba bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, hal spesial yang tidak ditemukan di hari-hari lain adalah hari ini para peserta khusus dibawa untuk berdevosi kepada Bunda Maria, terbukti setelah doa rosario sore bersama di Gua Maria, acara langsung dilanjutkan dengan Misa Maria yang dipimpin Rm. Serafim, CSE. Di akhir perayaan Misa, para peserta mendapat kesempatan mempersembahkan cita, cinta, dan harapan mereka melalui penyalaan dan peletakan seribu lilin untuk Ibunda. Tidak hanya itu, satu lagi yang spesial hari ini: ajang kreativitas! Tiap kelompok menyumbangkan acara dengan gaya dan ide berdasarkan kreativitas masing-masing kelompok, mulai dari persembahan lagu, tarian, drama, drama musikal, dll. Yang tak kalah menarik yaitu beat box persembahan KTM MM dan tarian panggilan “I Will Follow Him” persembahan frater-suster.

Devosi lilin untuk Bunda Maria

Hari ke-4

Di hari ke-4 peserta mengalami kesegaran rohani melalui misa pertobatan, doa pertobatan, pengakuan dosa, penyembuhan luka batin, dan pembaharuan pencurahan Roh Kudus. Sukacita yang luar biasa amat terasa berkobar dari para peserta. Hal itu terlihat dari kesaksian beberapa peserta yang merasa amat terkesan atas seluruh rangkaian acara beberapa hari ini, terutama pembaharuan curahan Roh Kudus yang mereka terima.

Hari ke-5

Yeah hari ini kita outbond! Semangat leadership dan kekompakan tim dipertaruhkan untuk memperoleh poin setinggi-tingginya melalui rute yang cukup panjang tak terduga! Menara air, menyeberang Laut Merah, estafet ubi, pindah air, body language, army, post 1 dan 2 Jalan Salib mengguncang sekaligus menggelitik peserta! Dari semua games yang ada, army menjadi yang terfavorit: merayap di kubangan tanah liat plus diguyur air bagi yang menyentuh batas tali rafia. Tak satupun peserta bebas dari “warna jingga” siang ini haha. Sesi perkenalan KTM oleh bang Jack (KTM dewasa) menjadi sesi terakhir dari seluruh pengajaran. Puji Tuhan banyak yang mau bergabung dengan KTM. Kemudian acara dilanjutkan misa panggilan. Sungguh Roh Allah bekerja, banyak peserta yang maju ke depan menanggapi panggilan Tuhan dalam mereka masing-masing. Bahkan teman-teman yang lain yang diam di tempatpun tidak luput dari lawatan Allah. “Senang banget melihat teman-teman dapat mengalami kasih Tuhan. Perubahan dari hari pertama sampai terakhir camping signifikan banget.. Mereka penuh sukacita..” ujar Henny.

Setelah dipuaskan oleh kasih Allah yang luar biasa, kini saatnya api unggun! Setelah bergembira dengan gerak dan lagu juga beberapa permainan di area api unggun, di malam api unggun itu pula diselipkan acara pembagian hadiah bagi kelompok yang unggul mengumpulkan poin pada outbond sebelumnya. Niat dan harapan peserta untuk turut membagikan kasih Allah pada sesama ditorehkan masing-masing di secarik kertas yang kemudian dibakar bersama di api unggun. Setelah itu, peserta pun kembali ke kamar masing-masing.

Outbond Camping 2

Outbond Camping 3

 

Api unggun 2

 

Hari ke-6

Setelah misa penutupan camping sekaligus Misa dan Adorasi Penyembuhan yang dipimpin Rm. George, CSE selaku penasihat camproh 2015 dan makan siang, maka tibalah saatnya bagi para peserta untuk berpisah dan menjadi terang di tempat mereka masing-masing. “Semoga kasih dan sukacita dari Tuhan dapat selalu berkobar di hati peserta dan mereka selalu menjadi anak Tuhan yang tumbuh dalam iman, kasih, dan pengharapan,” tambah Henny, yang tentu saja menjadi cita-cita luhur bagi kita semua.

Persembahan Panitia Camping

“Chosen Generation… bangkit, bertumbuh, berkarya.. gebyaaarr membahanaaaa..woooww!!!”

(Oleh: Nungkas, KTM Muda Mudi Pontianak)

 

admin