Oase KTM  
Home · Artikel-Berita · Terbaru · Populer18 Apr 2014
VacareDeo
Kategori
Artikel
Ayat Emas / Kata Bijak
Berita
Hagiografi Orang Kudus
Login
Username

Password



KTM's Social Network
||  Facebook
||  Friendster
||  Multiply
||  Twitter
||  Flixster
||  MySpace
||  YouTube


Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

Search

. . . .
Doa
I. PENGERTIAN

Doa ialah ungkapan hubungan pribadi antara manusia dengan Allah. Allah terlebih dulu menyapa manusia dan manusia menjawab sapaan ini. Jawaban manusia atas sapaan Allah ini disebut doa. Jadi, doa tidak lain daripada dengan sadar memasuki hubungan yang pribadi dengan Allah dalam iman, harapan dan kasih.

Dalam doa, iman dan cinta kasih memegang peranan yang utama. Oleh sebab itu, doa menjadi mudah bila iman dan cinta kasih terhadap Allah sungguh hidup. Sebaliknya, bila doa berkembang, iman dan cinta kasih itu sendiri ikut berkembang. Dengan kata lain, doa mengandaikan iman dan cinta kasih, tetapi sebaliknya doa itu sendiri menumbuhkan iman dan cinta kasih.

II. PENTINGNYA DOA

Teladan dan pengajaran Yesus sendiri menunjukkan betapa pentingnya doa dalam hidup pribadiNya. Tempat yang diberikan pada doa dalam hidup Yesus memberi keyakinan kepada kita akan nilai dan arti doa dalam hidup Kristiani daripada segala argumen.

Di zaman ini, di mana hak azasi, keadilan sosial dan berbagai masalah nyata yang menyangkut kebutuhan dasar hidup manusia menuntut perhatian, tenaga dan waktu, doa tetap mempunyai arti yang teramat penting bagi kita. Apabila kita mengerti doa ini sebagai ungkapan hubungan cinta kita dengan Tuhan, tentunya kita ingin memperdalam pengetahuan kita tentang doa dan mempraktekkannya dalam hidup kita sehingga kita bisa menjalin hubungan yang mesra dengan Allah, seperti teladan Yesus sendiri yang mempunyai relasi yang mesra dengan BapaNya.

Seorang kristen haruslah seorang pendoa. Ia harus bertemu dengan Tuhan di dalam doa. Ia harus menjadi dewasa di dalam Kristus : menemukan kehendak Tuhan di dalam hidupnya, mempunyai pribadi yang kuat dan berbicara dengan kuasa, mampu mengenali dan mengikuti bimbingan Roh Kudus, serta menolak roh jahat dalam hidupnya. Di dalam doa, seorang Kristen mendengarkan Tuhan dan menemukan kehendakNya bagi dirinya dalam situasi hidup di zaman ini.

III. ROH KUDUS ADALAH SUMBER DOA KITA

Doa merupakan aktivitas tertinggi manusia. Manusia yang ingin berdoa mencari Allah. Ia ingin berhubungan dengan Allah dan hidup dalam kemesraan Allah yang lebih besar. Karena itu ia mempelajari suatu metode untuk bisa mewujudkan cita-citanya ini. Akan tetapi, hal ini masih kurang lengkap. Manusia yang mencari Allah dengan sungguh-sungguh akan mengalami bahwa sebelum ia mencari Allah, Allah telah terlebih dulu mencarinya. Mengapa demikian ? Bila ia mencari Allah, sebabnya ialah karena tanpa disadari ia telah menemukan Dia. Jelaslah bahwa dalam segala usaha manusia untuk mencari Allah, sebenarnya Allahlah yang telah mulai terlebih dahulu.

Doa pertama-tama berarti dengan sadar memasuki koinonia (=persatuan, hubungan pribadi) dengan Bapa. Kita tidak mungkin dapat memasuki koinonia itu bila Ia tidak terlebih dahulu membuka diri bagi kita. Kita dapat mencintaiNya karena Ia telah terlebih dahulu mencintai kita dengan mengutus PuteraNya ke dunia, agar supaya kita mampu mencintai. Cinta kasih telah menjadi kenyataan dalam diri kita karena Putera telah mengutus Roh Kudus ke dalam hati kita dengan mencurahkan cinta kasih di dalamnya ( Rm 5 : 5 ). Oleh karena itu, sama seperti setiap kegiatan Kristiani kita, doa lebih merupakan aktivitas Roh Kudus daripada aktivitas manusia. Tentu saja, biarpun Roh Kudus sumber utamanya, perbuatan-perbuatan itu sepenuhnya perbuatan manusia. Roh Kuduslah yang menggerakkan dan memberi inspirasi kepada manusia dan manusia membiarkan dirinya dibimbing.

Untuk bekerja sama dengan Roh Kudus, hanya ada satu sikap saja yang dituntut dari kita, yaitu menjadikan diri kita makin lama makin penurut dan makin terbuka, sehingga kitapun menjadi makin peka terhadap gerak-gerikNya dan dengan demikian setiap saat Roh Kudus dapat mendorong kita ke mana saja dikehendakiNya.

IV. UNSUR-UNSUR INSANI DALAM DOA.

Meskipun dalam hidup orang yang sungguh-sungguh mencari Allah peranan utama dijalankan oleh Roh Kudus, manusia harus berusaha dan berpartisipasi dalam karya ini. Perbuatan-perbuatan manusia ini bukannya separuh karya Roh dan separuhnya lagi karya manusia, melainkan sekaligus 100% karya Roh dan 100% karya manusia.

Roh Kudus adalah sumber perbuatan-perbuatan insani ini. Dialah yang menjiwainya dari dalam, tetapi biasanya secara tidak menyolok sama sekali, sehingga hampir-hampir tidak terlihat dan kita hanya dapat mengenali karyaNya dengan perantaraan buah-buah yang dihasilkannya ( kecuali pada saat-saat tertentu karena dorongan istimewa ). Karena Roh biasanya bertindak secara halus dan tidak menyolok sama sekali, dibutuhkan pandangan hati yang telah dimurnikan untuk dapat mengenali gerakan Roh Kudus. Justru karena kehalusan tindakan inilah ada bahaya, bahwa kita menghalang-halanginya, entah karena tidak tahu, entah karena kurang peka terhadapnya. Oleh sebab itu diperlukan kepekaan untuk dapat menangkap gerakan Roh Kudus ini.

Ada 2 fase / tahap manusia menjadikan dirinya lebih peka terhadap karya Roh Kudus :
1. menyingkirkan segala halangan yang merintangi karya Roh Kudus atau membebaskan manusia dari semua belenggu yang menghambat geraknya kepada Tuhan.
2. memperhatikan terus-menerus Roh Kudus yang hadir di dalam lubuk hatinya, sehingga sedikit demi sedikit kehadiranNya memenuhi seluruh keberadaan manusia dan akhirnya mengubah seluruh hidupnya.

Kedua tahap ini tidak dapat dipisah-pisahkan, karena yang satu tidak dapat berada tanpa yang lain. Tahap membebaskan dari segala ikatan dengan sendirinya mengarahkan hati yang telah bebas tadi kepada Roh Kudus dalam dirinya dan mempersatukannya dengan Dia yang dirindukannya. Sebaliknya tahap memperhatikan kehadiran Roh Kudus dalam dirinya membebaskan manusia dari segala ikatannya karena Dia memancarkan suatu cahaya baru atas segala perkara dan membantu kita melihat nilai yang tidak abadi.

V. DOA LISAN DAN DOA BATIN

Doa dapat diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda, dapat berupa suatu pujian, syukur, sembah sujud, permohonan. Doa dapat diungkapkan dalam kata-kata, atau hanya dalam pikiran saja, atau bahkan hanya dengan diam di hadirat Allah saja. Dari sinilah dibedakan antara doa lisan dan doa batin.

V.1. Doa Lisan

Termasuk dalam doa lisan ialah semua doa yang diucapkan atau dibaca dari teks dengan suara lantang atau perlahan.

Jenis-jenis doa lisan :
* doa mazmur.
* jalan salib.
* doa rosario.
* doa spontan.
* doa-doa yang dicetak.
* doa pagi dan malam.
* dll.

DOA MAZMUR

Sejak semula mazmur merupakan doa yang amat dihargai Gereja. Yesus sendiri juga berdoa mazmur, baik bersama dengan murid-muridNya, maupun secara pribadi. Mazmur mengungkapkan situasi manusia di hadapan Allah dan hubungannya dengan sesama. Karena itu di dalam mazmur kita jumpai unsur-unsur pujian, sembah sujud, penyesalan, peresapan Sabda Allah, peristiwa keselamatan, pemberontakan hati manusia dll. Maka mazmur merupakan suatu bentuk doa yang hidup.

Mazmur dapat didoakan bersama ataupun sendirian, dapat dinyanyikan, diresitir (= dibacakan dengan nada datar), atau dibaca biasa. Membaca mazmur dengan suara yang terdengar sangat berguna untuk membantu konsentrasi sehingga kita dapat meresapkan mazmur ke dalam hati. Dengan perantaraan mazmur kita dapat belajar berdoa kepada Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita. Dengan mencoba menghayati apa yang hidup dalam diri pengarang suci, sedikit demi sedikit kita akan memasuki pikiran Allah.

JALAN SALIB

Jalan salib merupakan suatu bentuk devosi yang dikenal orang banyak dalam Gereja. Devosi adalah suatu bentuk ibadat pribadi yang bernilai relatif dan tidak berlaku / diwajibkan untuk semua orang. Bila devosi ini menolong, dapat dipakai, tetapi bila tidak, kita tidak perlu merasa terikat.

Dengan mendoakan jalan salib kita ikut merasa bersama dengan Kristus penderitaan yang ditanggungNya bagi kita. Dalam mendoakan jalan salib kita harus lebih mengarahkan perhatian pada sikap Yesus dalam menanggung semuanya itu daripada pada penderitaan itu sendiri. Kita hendaknya lebih memperhatikan cinta dan ketaatanNya kepada Bapa serta cinta kasihNya kepada kita sehingga dengan rela Ia mau menanggung semuanya itu. Selain itu, janganlah kita berhenti pada kesengsaraan Kristus, melainkan sadar, bahwa salib adalah jalan kebangkitan.

Waktu mendoakan jalan salib kita tak usah menyelesaikan semua perhentian. Lebih baik bila kita mendoakan sebagian dengan lebih sadar dan diresap-resapkan, daripada mendoakan seluruhnya dengan tergesa-gesa.

DOA ROSARIO

Doa rosario merupakan suatu ungkapan kebaktian bagi Maria. Walau bagi banyak orang doa ini sangat menolong perkembangan hidup rohani mereka, hal ini tidak berarti bahwa setiap orang harus mendoakan rosario.Rosario lebih merupakan suatu devosi, suatu ibadat pribadi, dan bukan kewajiban bagi setiap orang Kristen.

Doa rosario dapat kita doakan sambil merenungkan peristiwa-peristiwa yang disajikan atau dapat pula hanya dengan sadar mendoakan Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan tanpa merenungkan peristiwa-peristiwa itu. Dalam arti tertentu malah lebih baik tidak usah merenungkan peristiwa-peristiwa itu supaya kita semakin dapat masuk ke dalam suatu doa yang lebih mendalam.

Karena pengulangan doa yang berirama itu, sedikit demi sedikit timbullah suatu keheningan dalam diri kita, sehingga kita dibawa masuk ke dalam suatu bentuk doa yang lebih dalam, semacam kontemplasi. Dalam keheningan ini Roh Kudus dapat mencurahkan rahmatNya dengan lebih leluasa. Dengan perantaraan doa rosario ini, ada orang-orang yang dibawa masuk ke dalam suatu bentuk doa yang dalam sekali.

DOA SPONTAN

Doa spontan adalah doa yang kita ungkapkan secara spontan kepada Allah, menurut dorongan hati masing-masing, berupa suatu percakapan kepada Allah. Kita dapat berbicara kepada Allah dan menyampaikan kepadaNya segala isi hati kita : persoalan dan pengharapan, pujian dan syukur, permohonan dan kerinduan hati.

Doa spontan ini dapat diungkapkan dalam pertemuan-pertemuan doa tertentu, atau dalam doa-doa pribadi kita. Bila kita mengungkapkan doa ini, hendaknya diingat bahwa nilai doa tidak tergantung pada keindahan kalimat-kalimatnya, melainkan tergantung pada besar kecilnya iman, pengharapan dan cinta yang mendorong dan menjiwainya. Maka dari itu doa spontan kita hendaknya sederhana, tidak dibuat-buat, tidak mencari-cari kata-kata yang indah, melainkan mengungkapkan keadaan dan hidup kita sehari-hari, serta kerinduan hati kita. Sewaktu berdoa spontan kita harus sadar bahwa kita ini anak Allah sendiri, bahwa Bapa kita selalu memperhatikan kepentingan anak-anakNya.


V.2. Doa Batin

Bila kita ingin berkembang dalam hidup rohani dan hubungan yang lebih mesra dengan Allah, kita harus menjalankan doa batin. Doa batin menuntut aktivitas batin yang lebih besar dan perhatian yang lebih intensif.

Bila kita berdoa sebentar saja atau hanya membaca rumus doa yang sudah ada, kita tidak membutuhkan suatu metode. Akan tetapi, bila kita mau berdoa lebih lama dan lebih intensif, kita membutuhkan suatu metode : suatu bantuan untuk menolong kita sampai ke tujuan, yaitu persatuan cinta kasih dengan Allah. Karena itu suatu metode hanya bersifat menolong dan berguna sejauh metode itu dapat menolong.

Tiap-tiap metode bersifat terbatas, artinya tidak dapat dikenakan pada setiap orang dan karena itu setiap orang harus menemukan metodenya sendiri. Meskipun demikian, tiap metode memiliki nilai yang berbeda, yang satu lebih dari yang lain. Nilai suatu metode harus diukur menurut kemampuannya membawa orang ke tujuan yang tertinggi, yaitu persatuan dengan Allah.

Dalam hidup doa, perkembangan senantiasa menuju pada kesederhanaan. Ada beberapa metode yang dapat kita pakai dalam hidup doa kita, namun ini tidak berarti bahwa kita harus memakai semua metode itu. Pada permulaan, cobalah beberapa metode dan kemudian pilihlah mana yang paling cocok. Janganlah berganti-ganti metode, melainkan berpeganglah pada satu metode saja sampai mendalam. Bila kita terlalu sering berganti metode untuk variasi, tidak satu metodepun akan kita kuasai sungguh-sungguh, padahal supaya mencapai kemajuan dalam hidup rohani dibutuhkan ketekunan.

Beberapa metode doa batin :
1. LECTIO DIVINA / bacaan meditatif
Lectio Divina merupakan bentuk doa yang paling tua dalam Gereja dan hingga sekarang masih banyak dipakai. Metode ini mampu membawa orang kepada bentuk dan pengalaman doa yang amat dalam.

Lectio Divina terdiri dari 4 langkah :
1. pembacaan.
Bahan diambil dari Kitab Suci atau dari karya para pengarang rohani bermutu, yang memiliki pengalaman Allah yang mendalam. Bahan ini harus mampu membangkitkan cinta kepada Allah dan mendorong kita untuk mencariNya.
2. meditasi.
Kita meresap-resapkan apa yang dibaca tadi. Bila ada kalimat yang menyentuh, kita berhenti dan membiarkan kalimat itu mengendap dalam hati. Satu Sabda yang mengendap dalam hati lebih berharga dari banyak Sabda yang hanya melintas dalam pikiran saja.
3. doa.
Kita mengungkapkan hubungan pribadi kita dengan Allah dalam suatu percakapan, pujian, syukur, permohonan, kerinduan, penyesalan dll. Doa ini harus merupakan suatu dialog dan bukannya suatu monolog belaka. Allahpun harus diberi kesempatan untuk berbicara dan kita mendengarkan.
4. kontemplasi.
(Kata kontemplasi sebenarnya berasal dari kata ‘contemplare’, artinya memandang dengan penuh perhatian). Dalam kontemplasi, kita memandang Allah beserta misteri-misteriNya dalam suatu sikap iman penuh kekaguman. Menyadari kebesaran dan kemuliaan Allah kita tidak dapat menemukan kata-kata lagi, sehingga satu-satunya sikap yang pantas hanyalah diam penuh hormat dan kekaguman. Dalam sikap diam ini terkandung sikap penyerahan diri, sembah sujud dan keterbukaan kepada Allah. Kita membiarkan diri untuk diperlakukan Allah menurut rencana dan kehendakNya.


Dalam prosesnya lectio divina akan berkembang. Pada awalnya lectio atau pembacaan meditatif menyita waktu lebih banyak. Bila sendirian, pembacaan dapat dilakukan dengan suara yang terdengar, supaya membantu konsentrasi kita. Kemudian bisa saja orang segera beralih ke meditasi atau doa, sesuai dengan perkembangan masing-masing. Bila pada awal kontemplasi hanya mendapat waktu sedikit, lama-kelamaan dapat menjadi lebih banyak.


2. DOA NAMA

Doa nama merupakan suatu bentuk doa yang sangat sederhana tetapi mampu membawa kita /pada suatu kedalaman yang amat besar. Dasar doa nama ini terletak dalam kuasa nama Allah : menyerukan nama Allah berarti memanggil Pribadi Allah sendiri untuk hadir. Sesungguhnya Allah sudah senantiasa hadir, tetapi dengan menyebutkan namaNya, kita menyadari kehadiranNya dan membiarkan kehadiran itu meliputi diri kita serta mengubahnya.

Di luar kalangan Kristen doa ini populer sekali : dalam Budhisme, Hinduisme dan Islam. Dalam kalangan orang Kristen, doa nama yang paling dikenal ialah doa Yesus.

DOA YESUS

Doa Yesus ini amat populer di Gereja Timur dan akhir-akhir ini doa inipun mulai tersebar luas dalam Gereja Katolik. Doa ini disebut doa Yesus karena inti doa ini ialah penyeruan nama Yesus. Dengan menyerukan nama Yesus kita memanggil Yesus sendiri untuk hadir, atau lebih tepat kita menghadirkan diri pada Yesus yang sesungguhnya sudah senantiasa hadir, tetapi tidak kita sadari.

Secara konkrit kata-kata yang digunakan dalam doa Yesus adalah sebagai berikut :
“Tuhan Yesus Kristus, kasihanilah aku“ atau
“Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah aku orang berdosa ini“ (seruan si buta di Yerikho yang memohon kesembuhan pada Yesus dalam Luk 18 : 38) atau
“Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini“ (doa si pemungut bea dalam Luk 18 : 13) atau
“Tuhan Yesus“ atau
“Yesus”.
Sangat dianjurkan untuk berpegang pada satu rumusan saja dan tidak berganti-ganti.

Kita dapat mengiramakan doa Yesus dengan pernafasan, seturut keluar masuknya napas. Misalnya waktu menarik napas kita mendoakan : “Tuhan Yesus Kristus” dan waktu mengeluarkan napas : “kasihanilah aku“ atau “Tuhan“ dan “Yesus“ saja, atau bahkan hanya nama Yesus saja : “Ye–su“. Dengan mengatur doa seturut pernapasan, roh kita menjadi tenang dan menemukan damai.

Doa ini hendaklah dijalankan dengan maksud dan tujuan yang murni. Doa ini hendaklah merupakan suatu persembahan murni kepada Allah, persembahan diri kita sendiri, yang diungkapkan dengan persembahan waktu secara cuma-cuma. Doa ini harus tanpa tujuan, kecuali untuk sekedar hadir pada Allah yang dirindukan jiwa kita. Janganlah kita mencari perasaan atau pengalaman tertentu dalam doa ini, namun kita hanya hadir pada Allah saja. Dalam keheningan dan ketenangan ini Allah akan dapat menyatakan diri kepada kita secara rahasia. Secara rahasia pula Ia akan mencurahkan cinta dan kebijaksanaan dalam hati kita sehingga tanpa kita mengerti bagaimana hati kita akan mulai berkobar dalam cinta kasih Allah dan lebih merindukan Dia.


3. DOA DALAM BAHASA ROH

Doa dalam bahasa roh bukanlah suatu metode doa yang dapat dipelajari seperti metode-metode lain, melainkan merupakan suatu karunia yang harus kita mohon kepada Allah. Karunia ini biasanya diberikan bila seseorang mendapat Pencurahan Roh Kudus atau bisa juga di luar saat itu.

Karunia doa ini merupakan suatu karunia doa adikodrati. Bila kita berdoa dalam bahasa roh, kita lebih mudah memusatkan diri kepada Allah walaupun tanpa gagasan / gambaran. Doa ini melampaui kekuatan kodrati manusia dan merupakan ungkapan dari sesuatu yang tidak dapat diungkapkan, dari sifat Allah yang melampaui segala gagasan dan pikiran. Karunia doa ini membantu orang dalam perkembangan kehidupan doa dan kehidupan rohaninya.


VI. PENUTUP

Doa haruslah merupakan bagian integral hidup kita. Bila doa kita jalankan dengan tepat dan sesuai dengan syarat-syaratnya, doa akan mempengaruhi, bahkan mengubah hidup kita. Dengan doa batin yang dijalankan dengan baik dan tekun, khususnya doa yang lebih hening, hidup kita akan memperoleh suatu dimensi baru yang lebih dalam. Dunia tetap seperti semula, tetapi karena pandangan kita berubah, kita melihatnya secara baru pula. Karena persatuan kita dengan Tuhan semakin diilahikan, penilaian kita semakin serasi dengan penilaian Tuhan.

Dengan perantaraan doa kita akan dapat menemukan keseimbangan dalam hidup serta menemukan arti terdalam panggilan kita sebagai orang Kristen. Karena persatuan kita dengan Tuhan, kita akan mulai mengalami hidup abadi sudah dalam dunia ini, sekarang ini juga, seperti yang diungkapkan Santo Yohanes : “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada Nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu (sudah) memiliki hidup yang kekal.“ (1 Yoh 5 : 13).

Diperbolehkan copy paste, dengan syarat
tetap menyertakan info SUMBER (SOURCE)-nya.
Sumber: PPAT1, Komunitas Tritunggal Mahakudus, www.holytrinitycarmel.com

Posted: 09 January 2008 21:204717 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
Awesome! Awesome! 37% [7 Votes]
Very Good Very Good 53% [10 Votes]
Good Good 0% [No Votes]
Average Average 0% [No Votes]
Poor Poor 11% [2 Votes]
Artikel Lainnya:
Varia: Bunda Maria, Pendoa yang Sejati  [Artikel]

Dogma: Mendoakan Jiwa-Jiwa di Api Penyucian  [Artikel]

Nuansa Karmel: Pelanturan Dalam Doa  [Artikel]

Varia: Kekuatan Doa yang Menakjubkan  [Artikel]

DOA YESUS  [Artikel]

TAK HENTI BERDOA  [Ayat Emas / Kata Bijak]

DOA  [Ayat Emas / Kata Bijak]

DOA PADA PARA PENGHUNI SURGA  [Ayat Emas / Kata Bijak]

Nuansa Karmel: Karakteristik Meditasi Teresiana  [Artikel]

Pesona Kitab Suci: SUAM-SUAM KUKU  [Artikel]

LECTIO DIVINA  [Artikel]

3 HAL PENTING UNTUK DOA  [Ayat Emas / Kata Bijak]

Bimbingan Roh Kudus  [Artikel]

Nuansa Karmel: Salib Tanda Cinta dan Kesetiaan  [Artikel]

Nuansa Karmel: Pemelajaran Dari Hal-Hal Kecil  [Artikel]

7 Dosa Pokok  [Artikel]

Santa Monika (Teladan Para Ibu)  [Hagiografi Orang Kudus]

Pesona Kitab Suci: Tuhan Adalah Gembala Yang Baik  [Artikel]

Yohanes Vianney-Pastor Dari Ars (1786-1859)  [Hagiografi Orang Kudus]

Kaum Muda: Are U Created For Me..?  [Artikel]


- Komunitas Tritunggal Mahakudus :: Holytrinity Community -