[Lampung, April 2009] Masa tua sering dianggap sebagai masa yang penuh dengan kesepian, dilupakan dan dianggap tidak berguna lagi. Sehingga tidak mengherankan masa tua sering menjadi momen yang menakutkan. Secara fakta memang ada beberapa orang tua yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya dan hidup sebatang kara.
Kasih
Terdorong untuk memberikan kasih dan perhatian serta semangat kepada para lansia, Minggu (19/4), 25 anggota wilayah muda mudi distrik Lampung mengadakan kunjungan ke Panti Werda Hana yang terletak di Jl. Gatot Subroto no. 73, Garuntang, Bandar Lampung.
Lewat doa dan pergumulan serta keyakinan bahwa Tuhan sumber berkat, Ev. Kezia Agusdeviani Kwee yang menjadi pengelola dari panti werda tersebut, menampung beberapa lansia sejak tahun 2002, yang sampai saat ini berjumlah 10 orang. Di tempat inilah mereka mendapat pembinaan dan penghiburan secara jasmani dan rohani, agar dapat merasakan betapa baiknya Tuhan dan selalu mensyukuri segala berkat dan kasih-Nya sampai saat menutup mata selama-lamanya.
Kunjungan diawali dengan doa dan pujian singkat oleh Mei San selaku pelayan wilayah muda mudi dan Siska selaku sekretaris dan bendahara wilayah muda mudi, serta dilanjutkan dengan sharing dan ngobrol dengan para oma sambil menikmati buah jeruk. Keceriaan dan sukacita memenuhi wajah para oma ini, mereka merasa diperhatikan dan senang ada yang mendengarkan curahan hatinya.
Tidak terasa, hari sudah semakin sore, waktunya berpamitan dan kembali ke habitat masing-masing. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama.
Aksi Paskah Distrik Lampung tahun ini memang sedikit unik. Sebelumnya (12/4) wilayah 1, wilayah 2 dan wilayah 3 juga mengadakan kunjungan dan penghiburan bagi para pensiunan guru yang sudah memasuki usia lanjut dan dalam keadaan sakit.
Pengikut Kristus
Yesus datang ke dunia ini untuk menghadirkan kerajaan surga. Ini tantangan jaman yang membentang di depan mata, setiap pengikut Kristus harus berjuang melawan sekularisme dan egois, serta harus meneladani Dia yang memberikan cinta sehabis-habisnya sampai mati di salib. Dengan bangkit, Yesus mengalahkan dosa dan kematian. Dia sungguh Tuhan dan sungguh manusia yang pernah merasakan kelemahan-kelemahan manusia. Maka sudah selayaknya sebagai pengikut Kristus, harus berbagi kasih dan peduli kepada sesama di sekitarnya, teristimewa kepada para lansia dan kaum miskin.
"Memberi dengan sukacita itu indah" demikianlah ungkapan Santo Philippus Neri. Memberi dengan sukacita menghadirkan kerajaan surga di dunia ini. (Augustina)
Posted: 04 January 2010 13:59 | 418 Reads -  |
|