Dalam era modern, dimana profesionalisme amat ditekankan, peranan imam pun dituntut untuk menjadi seorang profesional. Fungsi imam dewasa ini sebagai Man of God and Man of Prayer. Ditengah-tengah dunia yang amat materialistik, hedonistik, machiavelian, individualistik, egoistik, humanistik dan permissiveness, justru amat dibutuhkan Man of God and Man of Prayer yang profesional dan mature (dewasa).
Sebagai man of God and man of prayer, imam bukanlah seorang superman. Imam hirarkis atau tahbisan imamat khusus mewakili hirarki gereja sebagai spesialis dan professional pelayanan sakramen2 dan sakramentalia. Sebagai "Alter Christi", imam adalah spesialis dan professional dalam pelayanan spiritual.
Harapan dan tuntutan umat terhadap imam seringkali terlalu tinggi dan tidak realistik, sehingga cenderung kurang memanusiakan para imam. dan tebang pilih.
Imam bukanlah superman ,mereka adalah manusia biasa yang punya kekurangan dan kelemahan. Imam butuh dikasihi, dihargai, diterima, sebagaimana adanya dan juga perlu didoakan serta diberi affirmasi dan appresiasi positif. Imam butuh sahabat-sahabat sejati.
Kita sebagai umat seyogianya memperlakukan imam secara holistik sekaligus manusia spiritual dan manusia biasa yang juga butuh privacy, teman atau sahabat, kasih, sharing, penghargaan, kritik yang positif dan membangun, dukungan doa dan moral serta material.
Selama masih muda dan kuat, para imam dihormati dan dihargai. Begitu sudah tua dan sakit-sakitan tidak jarang para imam usia lanjut diabaikan, dilupakan, tidak dihormati bahkan dicampakkan. Ada baiknya pada masa usia lanjut perlu ditekankan peran serta mereka sebagai "man of the eucharist", confessor and spiritual guide. Bukankah "Experiences is the best teachers (pengalaman adalah guru yang baik)?"
Barangkali para imam sejak usia mudanya sudah perlu diikutsertakan semacam dana pensiun dan "health-insurances" agar dimasa tua dan akhir hidupnya mereka bila sudah tidak berdaya, sakit-sakitan bisa terjamin dan tidak merana, serta tidak merasa disiakan atau dicampakkan, dimasa usia lanjut usianya. Ironis sekali kalau sampai terjadi dan amat bertentangan ajaran hakiki Gereja Katolik cinta kasih bukan?
Michael Utama Purnama
Komisi Pembinaan
Posted: 04 January 2010 14:00 | 662 Reads -  |
|