[Malang, Mei 2009] KTM MM Malang menyelenggarakan Praise&Worship (9/5) di gedung Widya Bakti. Persahabatan yang hangat dan indah, itulah nuansa yang dihadirkan melalui dekorasi ruangan bernuansa romantis dengan keharuman rangkaian bunga sedap malam, mengantar peserta menyatu dalam kesederhanaan, duduk di lantai beralas bantal, mengarahkan hati kepada Yang Maha Kasih.
Kebersamaan dalam kesederhanaan sangat terasa pada masa persiapan. Berjualan di gereja-gereja guna mencari dana, publikasi dan radio, persiapan sound system dan dekorasi, latihan, doa syafaat selama persiapan dan persekutuan doa pengurapan sebelum acara digelar. Suasana ceria dan riang bahkan sudah dimulai dari pagi hari saat mengepel lantai bersama maupun gladi bersih.
Hujan yang mengguyur malam itu tidak menyurutkan niat 91 peserta. Tim penari memandu sesi perkenalan. Gerak dan lagu 'Halo Halo' sambil membentuk kelompok menjadi cara berkenalan yang menyegarkan badan dan mengundang tawa.
Tak ada perbedaan antara peserta dari Malang, Pasuruan atau Probolinggo. Keempat Sr. P.Karm dan Fr. CSE pun bergoyang bersama.
Bp Sujanto, pembicara dari Surabaya, mengusung tema 'persahabatan dengan siraman kasih terus-menerus' (Yoh 15:9-17) dengan tutur kata yang lugas, lucu dan segar. Diilustrasikan dengan cerita tentang pohon belimbing miliknya. Pohon yang baru dibelinya ini disiram, dipupuk, diberi vitamin dan dilimpahi perhatian lebih, bahkan setiap perubahannya dipelajari. Sujanto rajin browsing internet, demi mengenal seluk-beluk pohon belimbing. "Tapi cuma tahan 3 bulan! Manajer yang baik kan harus bisa mendelegasikan pekerjaan ke pembantu...," ungkapnya yang disambut gelak tawa peserta. Tak heran, ketika si pembantu mudik, pohon kesayangan yang terlupakan pun terlantar dan hampir mati, menyadarkan untuk merawatnya sendiri seperti dulu. Sebab kasih itu terus-menerus dan tidak dapat didelegasikan! Yang penting dalam persahabatan: 1) Komunikasi rutin. 2) Be kind (baca: melihat kelebihan, bukan selalu kelemahan orang lain). 3) Tidak semata-mata mengutamakan kepentingan pribadi. 4) Saling support.
Dalam sel, memaknai persahabatan Kristiani sebagai persahabatan yang dijalin bersama Tuhan. Sama-sama mengalami kehadiran Tuhan, saling berbagi dan menguatkan iman dan pertumbuhan rohani. Esensi persahabatan tetap harus dijaga, dengan kedekatan emosional dan saling terbuka.
Kehangatan persahabatan Kristiani hari itu diteguhkan pada sesi pengurapan. Di akhir acara, peserta mendapat jadwal dan contact person sel-sel KTM di Malang, agar persahabatan dapat terus terjalin, semakin indah dan hangat. Mari bersahabat di dalam dan bersama Tuhan! (Isabella Neno)
Posted: 04 January 2010 14:06 | 509 Reads -  |
|