 | Sebelum saya menceritakan sebuah kisah yang manis, ada beberapa pertanyaan refleksi buat anda dan saya. Apakah anda sudah menemukan "sesorang" yang akan menjadi pasangan hidupmu? Dan jika sekarang anda sedang dalam masa pacaran, apakah anda sudah yakin bahwa "dia" adalah seseorang yang disediakan Tuhan untuk menjadi pendamping hidupmu?
Seringkali pertanyaan-pertanyaan itu yang ada di dalam pikiran kita, terutama jika memang panggilan hidup kita adalah berkeluarga. Saya akan menceritakan kisah romantis sejak masa perkenalan sampai dengan saat ini, dimana kami akan melangkah ke jenjang pernikahan.
Sekitar 8 tahun yang lalu, waktu itu saya masih kuliah semester 5, ada seseorang cowok yang selalu 'mengganggu'. Saya sebut kata 'mengganggu' karena dia telah membuatku hampir tiap malam memikirkannya. Awalnya "dia" sering telepon ke rumah, kami asyik mengobrol banyak hal. Dan satu yang saya suka adalah, dia seorang pendengar yang baik. Sisi lain yang saya suka adalah, dia seorang yang sabar. Hampir setiap sore atau malam saya menunggu telepon darinya, terutama saat berada di rumah.
Berhubung kami satu universitas dan kami pun aktif dalam salah satu kegiatan mahasiswa yang sama, saat itu kami aktif di dalam pastoran, dimana di dalam pastoran ada beberapa kegiatan rohani. Saya mengikuti Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) sedangkan dia mengikuti Legio Maria. Karena kami berada dalam satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), sehingga tak jarang kami bertemu di pastoran. Kadang dia pun menemani saya makan siang dan kami mengobrol tentang banyak hal.
Ada kiisah yang tidak terlupakan, saat dimana kami mengikuti Camping Rohani di Tumpang Malang selama 1 minggu, dimana kami berangkat naik bus. Kami pergi bareng dengan teman-teman dari PDKK. Di bus ternyata sudah diatur oleh salah seorang teman saya, ternyata saya dan "dia" diatur duduk sebelahan. Tapi senang banget, thank you buat seorang teman yang sudah berbaik hati saat itu. Akhirnya selama perjalanan yang memakan waktu sekitar 17 jam, kami mengobrol banyak hal, kami istirahat dan semuanya saya lakukan dengan senang hati karena ada dia disamping saya.
Singkat cerita kami sampai, disana sangat ramai dengan para peserta yang berjumlah sekitar 500 peserta. Pada saat misa panggilan atau perutusan, disitu hati saya berdebar-debar, ada rasa takut, dia kan maju dan menyerahkan diri kepada Tuhan untuk sebuah panggilan menjadi imam. Tak berani untuk membuka mata, hanya saya katakan ke seseorang teman: "Tolong lihat apakah dia maju?". Saat itu hanya bisa berdoa saja memohon kepada Tuhan, semoga panggilan sebagai imam bukan untuk dia. Sebenarnya doa yang cukup egois yah...jangan ditiru. Ternyata dia tidak maju dan hati ini lega rasanya.
Itulah beberapa kisah kami pada masa pendekatan atau perkenalan, biasa disebut dengan istilah PDKT, yang berlangsung sekitar 2 tahun. Tapi disitulah kami mencoba untuk saling mengenal satu sama lain. Walaupun masa itu sangat panjang dan awalnya saya merasa tidak ada kejelasan darinya, tetapi Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah. Ternyata masa PDKT yang panjang itu tidak berarti bisa dibilang bahwa kami sudah saling mengenal. Masih begitu banyak hal-hal yang belum kami ketahui.
Tibalah saat dimana dia menyatakan cintanya di hadapan Bunda tercinta, Bunda Maria, dia menyatakan cintanya dengan memberikan sebuah cincin salib perak. Dia membeli 2 buah dan ternyata baru saya ketahui, dia membeli cincin tersebut saat Camping Rohani di Tumpang, Malang.
Kejadian yang sangat romantis ini ternyata tidak berjalan mulus, karena saat dia menyatakan cintanya dan memberikan cincin tersebut mau memasukkan ke jari saya, kejadian lucu terjadi, cincinnya jatuh. Di tengah malam Natal, setelah misa malam Natal, 24 Desember 2002 di depan Bunda Maria, Goa Maria Atmajaya, kami mencari cincin yang jatuh tersebut. Dalam hati ini sangat terharu dan juga sekaligus ingin tertawa, tetapi tidak mungkin tertawa saat itu karena dia serius banget mencari cincinnya. Duh jadi terharu dan saat itu mau menangis bahagia. Tiba-tiba ada yang memberikan cincin tersebut kepada kami, ternyata ada sepasang kekasih juga yang sedang berdoa dan cincin tersebut jatuh dekat kaki mereka. Kejadian ini sangat lucu, mengharukan dan sangat tidak terlupakan, walaupun sudah 7 tahun yang lalu.
Tak terasa sudah 7 tahun kami lalui dengan berbagai macam tantangan karena memang kami berbeda. Dua pribadi dengan dua sifat dan karakter berbeda, dua latar belakang keluarga berbeda, dua perasaan berbeda, dua harapan dan cita-cita berbeda, ternyata masih belum dapat disatukan dan baru saya sadari, ternyata perbedaan-perbedaan itu tidak perlu disatukan, hanya yang perlu adalah kami saling menyadari dan mengerti akan perbedaan-perbedaan yang ada. Satu hal yang paling penting, perlu adanya Tuhan di dalam hubungan pacaran ini.
Ada saat dimana kami sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah...ada saat dimana saya tidak lagi melihat dia adalah seseorang yang sabar, pengertian dan perhatian, seperti dulu masa PDKT. Disaat itulah saya membutuhkan Tuhan, yang membantu saya untuk menentukan apakah benar "dia" adalah pilihan Tuhan untuk saya? Apakah pada akhirnya saya dan dia dapat saling mengerti satu sama lain? Dan apakah kami dapat saling menerima perbedaan atau kekurangan masing-masing? Sering kali kami mau memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini tetapi ternyata kami kembali lagi bersama.
Masa pacaran kami sangat berwarna, tadi duka dan tangisan yang kami alami, tak jarang juga kami warnai hubungan kami dengan keceriaan, mengungkapkan isi hati dan unek-unek kami masing-masing, saling bercanda dan menggoda satu sama lain. Ada sebutan sayang untuk saya dari dia... Sering kali dia memanggil saya dengan panggilan "kucing". Hehehe... karena kucing senang untuk dimanja dan kucing suka makan ikan, itulah saya.
Dengan berjalannya waktu, 7 tahun kami lalui dan kami sangat menyadari akan kekurangan dan kelebihan kami masing-masing. Kami menyadari harus ada perubahan pada diri kami masing-masing dan berusaha untuk tidak saling menuntut. Untuk itu kami pun terus belajar dari beberapa buku tentang membina sebuah hubungan. Beberapa buku yang sangat membantu dalam masa pacaran ini: mens from mars and women from venus dan lima bahasa kasih. Di buku tersebut dipaparkan tentang perbedaan-perbedaan antara pria dan wanita, juga bagaimana kami dapat memberikan cinta sesuai dengan bahasa kasih yang kami butuhkan masing-masing.
Itulah kisah cerita kami sejak masa pendekatan ataupun perkenalan sampai masa dimana kami memutuskan untuk masuk ke pernikahan. (by 35)
Posted: 04 January 2010 14:37 | 989 Reads -  |
|  |