Ngadireso, TRINITAS – Pesta Perak Sr. Yustini Kesuma, P.Karm, Sr. Fidelis P.Karm dan Sr. Marietta P.Karm yang dirayakan bersama-sama dengan HUT Sewindu Putri Karmel sebagai kongregrasi dilangsungkan di Pertapaan Karmel, Ngadireso, Tumpang (2/2/2010). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh konselebran utama Uskup Malang, Mgr. HJS Pandoyoputro, O.Carm, Bapak Pendiri, Rm. Yohanes Indrakusuma, O.Carm dan Pastor Provinsial Ordo Karmel, Rm. Joko, O.Carm.
Menapak Tilas Karya Tuhan
“Pada pesta Tuhan dipersembahkan ini saya mengajak anda sekalian untuk bersama-sama mengenang kejadian tanggal 2 Februari 2002 lalu, di tempat ini Rahmat Allah telah bekerja” kata Bp. Uskup mengawali homilinya. “Delapan tahun yang lalu saya mengarahkan Putri Karmel sebagai asosiasi, tapi Tuhan berkehendak lebih, sehingga oleh kardinal yang menjabat saat itu, Putri Karmel langsung diberi nihil obstat untuk menjadi Kongregrasi. Ucapan syukur pada hari itu, terus berlanjut hingga sekarang ini” kenang Bp. Uskup.
Visi bapak pendiri yang diinspirasi oleh Roh Kudus, terwujud menjadi kenyataan. Perjuangan Rm. Yohanes sudah dimulai sejak masih sebagai calon imam, yang terus berlanjut hingga sekarang ini. “Jika membaca buku kenangan saat peresmian Kongregrasi Putri Karmel 8 tahun lalu, saya terharu dan kagum akan karya Tuhan ini” kata Bp. Uskup. Lanjutnya ”Di buku itu Romo Yohanes menuliskan “Tuhan mewujudkan harapan dan memberkati tujuannya. Tuhan menunjukkan kebijaksanaan-Nya” .
Dalam homili ini, Bp. Uskup atas nama para Uskup se-Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada Kongregrasi Putri Karmel karena Putri Karmel telah mengajarkan iman Katolik dan Injil secara otentik dan telah menambah kekayaan rohani dalam Gereja. Apalagi Putri Karmel hadir di saat kondisi umat banyak mengalami penyimpangan iman.
Dalam homilinya, Bp. Uskup juga menceritakan sekilas perkembangan Putri Karmel yang sekarang sudah ada di beberapa tempat selain Ngadireso dan Cikanyere, seperti di Sabah, Amerika Serikat, Filipina dan kini sedang mempersiapkan diri ke Cina.
Pesta Perak
Hati yang tanpa pamrih, melayani dengan sepenuhnya dalam bentuk kontemplatif terbuka telah dihayati oleh suster Putri Karmel selama lebih dari seperempat abad. Pada hari ini, para suster yang merayakan pesta perak, mengucapkan kembali kaul kekal mereka di hadapan konselebran dan umat. Sayangnya Sr. Marietta P.Karm tidak hadir, karena beliau berada di Sabah. Pembaharuan kaul ditutup dengan senandung Putri Karmel, “Di hadirat Allah yang hidup aku berdiri, jadikanku putriMu nan suci. Jadikan hidupku padang gurun cintaMu…” oleh koor suster P.Karm, frater CSE.
Usai perayaan ekaristi, para suster yang berpesta perak berdiri di pintu keluar untuk menerima ucapan selamat dari umat yang hadir. Acara pesta ini dihadiri cukup banyak umat, padahal itu dilangsungkan pada hari kerja, terutama dari sekitar Malang dan Surabaya. Selain itu, hampir semua pastor se-Keuskupan Malang juga hadir dan menjadi konselebran dalam misa tersebut.
Pesta Pora
Kurang lengkap rasanya jika peristiwa bersejarah yang membahagiakan ini tidak diisi dengan ramah tamah dan acara keakraban. Seusai perayaan ekaristi, semua undangan dijamu dengan makan siang yang sederhana namun lezat. Juga disuguhi berbagai macam hiburan yang dipersembahkan oleh kalangan sendiri, suster P.Karm, para novis dan postulat, KTMers dari Malang dan Surabaya, yang membuat suasana semakin semarak.
Suasana sungguh-sungguh meriah, apalagi ditambah dengan suguhan spesial dari para suster dari Cina yang mempersembahkan tarian khas daerah Tiongkok, luar biasa! Selain itu, drama mengenai hidup panggilan yang digelar oleh KTM Surabaya (gabungan dewasa dan MM) juga luar biasa.
Semoga Putri Karmel semakin tumbuh berkembang dalam hidup panggilan dan pelayanannya, semoga para suster yang berpesta perak semakin diberkati Tuhan dalam hidup dan pelayanannya. Tuhan memberkati kita semua. (Oen)
Posted: 13 July 2010 15:36 | 125 Reads -  |
|