Menjadi pemimpin yang mumpuni sekaligus pelayan yang berbelas kasih tidak pernah gampang. Permasalahan inilah yang dikupas di Leader Camp KTM Jatim 2016 ini.

“ Be A Merciful Leader “, Itulah tema yang diusung pada acara Leader Camp (LC) 2016. Acara ini diadakan pada tanggal 10-12 September 2016 lalu dan bertepatan dengan Libur Idul Adha. LC kali ini dilaksanakan khusus untuk para Pelayan, mulai dari Pelayan Sel, Wilayah, hingga Koordinator Ministry. Tak hanya pelayan KTM Muda-Mudi Surabaya yang menjadi peserta, namun juga ada peserta dari Malang, Jember, Banyuwangi, bahkan Tuban. Acara yang diadakan di Wisma Theresia Lisieux, Puncak Tidar Malang Ini dikemas secara menarik, dan bertujuan untuk memuaskan setiap kerinduan para pelayan dalam mengenal jati diri, tugas, hak, tanggung jawab serta setiap kebutuhan anggota mereka masing-masing. Selain itu, kelompok juga ditentukan secara acak dan seimbang sehingga tiap pelayan ini bisa saling membaur, mengenal dan menginspirasi sel, wilayah atau distrik lainnya. Tak kalah dengan pembagian kelompok, sesi dan Games pun dipersiapkan dengan berbeda, ada games menghafal logo Komunitas Tritunggal Mahakudus, ada games mencari benda berharga, bahkan sesi mengenal diri masing-masing yang merefleksi hubungan dengan anggota yang lain. Semua dikemas utuh, komplit, dan mantap.

Sesinya saja sudah menarik, pastinya para pengajar, pendamping dan para panitia di balik acara ini juga tak kalah menarik. Dari muda-mudi Surabaya-Malang yang berjiwa muda, hingga Tante Ellen dan Romo Hiero, CSE. Beliau hadir saat LC berlangsung sebagai pendamping, pengajar, dan turut mewarnai LC 2016 ini. Romo Hiero menyampaikan banyak hal penting yang patut diketahui dan dilakukan para pelayan, agar para pelayan tak hanya memimpin namun menjadi pelayan yang mengayomi anggotanya. Dengan caranya yang khas, Romo tak hanya mengajarkan dengan kata-kata, namun diselingi dengan gelak tawa dan bahasa tubuh yang menarik.

Banyak sekali hal yang sangat berkesan dalam Leader Camp 2016 ini. Acara yang sebenarnya serius namun dikemas dalam 3 hari 2 malam dengan istimewa. Para peserta merasa sangat senang karena LC tahun ini dikemas diluar dugaan peserta.  “Jujur awalnya aku tidak terlalu tertarik ikut LC, karena kukira yang dibahas adalah tentang pelayan yang sudah sering dibahas di sel, tapi ternyata yang aku dapatkan di LC lebih lebih. Aku disadarkan selama ini kurang mengenal beberapa anak anak di selku. Aku juga dikuatkan untuk tetap stay melayani di sel karena sebenarnya aku sempatragu-ragu menjadi pelayan sel karena minder dengan banyak anggota selku yang lebih dewasa dan banyak pengalaman”, ujar Ivana Go, salah satu Pelayan Sel Surabaya.

Selamat berkarya di setiap ladang yang Tuhan dipercayakan pada kita!

“LC 2016!” “Be A Merciful Leader! Yes, we are! Eeeee……….Aaaaa!”

Wajah gembira peserta LC Jatim 2016

admin