Binus Angkatan XI merupakan pengalaman terindah bagi setiap kami yang dikumpulkan oleh Tuhan sendiri

Liputan Pembinaan Khusus (Binus) Angkatan XI
(By Felicia Indriasari)

KTM MENGINJIL, BERBAGI SUKACITA!!!
BERBAGI SUKACITA, KTM MENGINJIL!!!

Itulah yel-yel yang selama sebulan penuh kami ucapkan dan bergema di pertapaan lama. Yel-yel itu bukannya tanpa arti dan hanya merupakan ucapan di bibir saja. Tapi sungguh itu merupakan ungkapan hati dari kami 49 orang peserta Pembinaan Khusus (Binus) angkatan XI yang diadakan di Pertapaan lama pada tanggal 3 September sampai 2 Oktober 2014. Ucapan berbagi sukacita itu bukan merupakan sukacita duniawi yang semu dan sesaat tapi adalah sukacita surgawi yang diperoleh dari salib dan pengorbanan.

Kami yang berasal dari berbagai daerah yaitu Jakarta, Semarang, Pontianak, Labuan Bajo, Banjarmasin, Flores, Ruteng, Atambua, Maumere, Surabaya, Cipanas dan Sabah dipersatukan di Pertapaan Lama, Lembah Karmel, Cikanyere. Kami yang datang dari berbagai latar belakang dan juga budaya yang berbeda dikumpulkan dan dibagi dalam 6 sel untuk belajar hidup berkomunitas dan juga belajar menjadi pelayan Tuhan yang sejati. Menurut Kepala Sekolah Binus XI, Pak Giovanny Karamoy, yang istimewa dalam Binus Angkatan ini adalah adanya 5 orang imam, seorang bruder dan 2 orang suster Putri Karmel dari Vietnam yang turut menjadi peserta Binus.

Dalam minggu pertama pembinaan Binus, semua tugas puji pujian, adorasi, misa, doa Yesus, praise and worship, sampai tugas mencuci piring, membereskan kapel dan kelas dilakukan oleh para volunteer. Mulai minggu kedua sampai selesai, seluruh kegiatan tersebut dilakukan bergantian oleh sel-sel yang sudah dibentuk. Sedangkan pengajaran diberikan oleh Romo, suster, frater dan volunteer.

Dalam keseharian kami, perbedaan latar belakang daerah, bahasa dan budaya tak luput memunculkan gesekan. Namun kami menyadari dan bersyukur karena dari gesekan tersebut Tuhan sedang membentuk kami untuk menjadi lebih indah lagi. Kami belajar untuk bersukacita, belajar untuk menerima saudara dan saudari kami apa adanya, memaafkan mereka dan kembali untuk bersama sama menjalani proses ini dengan sukacita. Hal tersebut dapat kami lakukan karena kami percaya dan melihat Yesus dalam diri saudara dan saudari kami.

Mengikuti cara hidup yang telah ditentukan selama Binus menjadi perjuangan tersendiri. Mulai dari susahnya bangun pagi, dinginnya udara Cikanyere, sampai perjuangan dalam pengajaran dan ujian. Perjuangan ini mungkin terasa berat di awal, namun perlahan kami pun dibawa untuk justru menikmatinya dan berbuah melaluinya.

Pengajaran demi pengajaran serta workshop yang kami terima sungguh memperkaya pengetahuan, menambah iman dan membuat kami semakin mencintai dan mengasihi Yesus. Ada saat-saat seru dan menegangkan yaitu ujian dari beberapa pelajaran yang sudah kami pelajari. Ada ujian tertulis, ada ujian mengajar serta homilitika dan yang tak kalah seru dan menghebohkan bagi kami adalah ujian lisan Kitab Suci Perjanjian Lama yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja oleh Romo Gabriel dari Salib, CSE, sebagai salah satu pembimbing kami.

Hal lain yang tidak kalah seru dan menyenangkan adalah rekreasi ke taman safari menjelang berakhirnya Binus ini. Sungguh rekreasi yang sangat menyenangkan, dimana kami boleh merasakan sukacita yang luar biasa dalam rekreasi kami.
Begitu pula pada saat hari terakhir kami berkumpul bersama, detik detik terakhir untuk kami bisa berkumpul bersama sudah hampir tiba dan kami mau melewatkan semua itu dengan sukacita dan kebahagiaan. Malam terakhir menjadi malam yang indah bagi kami semua, tetesan air matapun jatuh ketika kami harus mengucapkan selamat tinggal satu dengan yang lainnya. Selama sebulan kami telah berproses bersama dan menjadi lebih dari sahabat, kami menjadi satu keluarga!

Namun kami menyadari bahwa kami harus kembali ke tempat masing masing untuk menggarami sel, wilayah dan distrik kami masing-masing, dan pada akhirnya mewartakan kasih Yesus yang sungguh kami alami secara nyata 1 bulan ini kepada siapa saja yang kami jumpai.

Binus Angkatan XI merupakan pengalaman terindah bagi setiap kami yang dikumpulkan oleh Tuhan sendiri. Kami bersyukur dapat meluangkan 1 bulan untuk pembinaan ini. Hanya karena penyelengaraan Ilahi semuanya ini boleh terlaksana dengan indah. Sebagian dari kami pun terpanggil menjadi volunteer dan akan melanjutkan pembinaan volunteer untuk dapat melayani makin lebih lagi.

Saatnya turun dari gunung Tabor dan berkarya hanya demi kemuliaan namaNya.

KTM MENGINJIL… BERBAGI SUKACITA!!!
BERBAGI SUKACITA… KTM MENGINJIL!!!

Keterangan:
Pembinaan Khusus (Binus) adalah program pembinaan intensif para anggota KTM yang diadakan selama 1 bulan di Lembah Karmel Cikanyere. Tujuan Pembinaan Khusus ini adalah mencetak pelayan-pelayan KTM yang handal bagi perkembangan KTM di daerahnya masing-masing dan memberi sumbangan positif bagi Gereja Katolik.

admin

Leave a Comment