Bonfire

OUR VISION

Secara singkat visi Komunitas Tritunggal Mahakudus dapat dirumuskan sebagai berikut: "Dalam kuasa Roh Kudus mengalami dan menghayati sendiri kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan sampai pada persatuan cinta kasih serta membawa orang lain kepada pengalaman yang sama." Artinya: Setelah mengalami sendiri kasih Allah yang melampaui segala pengertian dan yang memperbaharui segala sesuatu, komunitas dipanggil untuk mewartakan kasih Allah yang menyelamatkan dalam Yesus itu kepada semua manusia. Hal itu dilakukannya dalam kuasa Roh Kudus yang telah diberikan Allah kepadanya.


OUR SPIRITUALITY

Spritualitas KTM lahir dari perpaduan dua spiritualitas besar dalam Gereja, yaitu Spiritualitas Karmel dan Spiritualitas Pembaharuan Hidup Baru dalam Roh. Kedua spiritualitas ini mejadi suatu perpaduan yang unik yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup dan pelayanan KTM. Oleh karena itu, KTM merupakan suatu persekutuan hidup, dengan suatu komitmen. Dalam hidupnya KTM ditandai dan diwarnai oleh Spiritualitas Karmel, karena memang lahir dan dibesarkan dalam iklim Karmel. Lewat bimbingan para tokohnya yang besar, seperti Santo Yohanes Salib, Santa Teresa Avila, Santa Theresia Lisieux, Nabi Elia, dan sebagainya, KTM dibawa kepada penghayatan lebih mendalam akan hidup kristiani dan rohaninya. Mereka mengajarkan kepada kita lorong-lorong yang harus kita jalani dan bahaya-bahaya yang harus dihindari dalam perjalanan menuju kepada Allah. KTM dalam dihidup dan karyanya berinspirasi bahkan dijiwai oleh Spiritualitas Pembaharuan Hidup dalam Roh. KTM bersandar pada Pembaharuan Hidup dalam Roh pertama-tama dalam arti teologisnya (hakiki atau pesan), bukan dalam arti sosiologisnya (ungkapan atau ekspresi). Dalam keyakinan dan hidupnya KTM bergantung seluruhnya dari Roh Kudus dan kuasa-Nya. Kesadaran akan ketergantungannya pada Roh Kudus diperolehnya lewat suatu pengalaman Roh Kudus yang dialaminya lewat Pencurahan Roh Kudus. Dalam hidup dan karyanya secara nyata KTM mengandalkan kuasa dan bimbingan Roh Kudus. Khususnya didalam pelayannya KTM mempergunakan karunia-karunia Roh Kudus yang dianugerahkan Allah kepadanya. Ia sadar, bahwa tanpa karunia-karunia Roh Kudus KTM tidak akan dapat memberikan pelayanan yang diharapkan daripadanya. Dalam penghayatan hidup dan karyanya KTM ingin tetap menjadi orang Katolik yang sejati, Katolik murni dalam persekutuan dengan seluruh Gereja di bawah pimpinan Uskup