Inilah saat yang paling tepat bagi KTM untuk merefleksikan perjalanannya, dan dengan serius menentukan arah dan rencana hidup ke depan.

Lembaran Baru dalam perjalanan hidup KTM

11 Januari 2015 yang lalu, Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-28. Dalam perjalanan hidup manusia, usia 28 tahun adalah usia yang sangat penting dalam menentukan arah dan tujuan hidup. Di usia 28 tahun, orang yang mengejar pendidikan tinggi biasanya telah dapat menyelesaikan jenjang hingga S3 dan mulai serius berkarir. Dan orang yang telah berkarir pun sudah memantapkan hati untuk mengejar cita-citanya demi rencana masa depan yang lebih baik. Kedewasaan dan kesadaran hidup mulai terlihat dan nyata dalam usia ini.

Demikian halnya dengan KTM. Sebuah komunitas awam yang didirikan sebagai adik bungsu dari 3 bersaudara: Suster Putri Karmel, Frater CSE, dan KTM oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada 11 Januari 1987 lalu saat ini sudah memasuki tahap kedewasaan itu. Dalam hal ini, KTM boleh berbangga, karena tidak banyak komunitas maupun organisasi yang bertahan hingga 28 tahun dan terus berkembang (per 2014, KTM telah memiliki lebih dari 10 ribu anggota yang tersebar di 1000 sel di 55 distrik di 10 negara di 4 benua). Hal ini tidak lain merupakan bukti penyertaan dari Roh Kudus yang menjadi sumber dan tujuan hidup KTM.

Inilah saat yang paling tepat bagi KTM untuk merefleksikan perjalanannya, dan dengan serius menentukan arah dan rencana hidup ke depan, dan atas keinginan itulah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, KTM mengadakan Rapat Kerja pada tanggal 15-18 Januari 2015 di Lembah Karmel, Cikanyere. Rapat Kerja (Raker) ini dihadiri dengan antusias oleh 180 delegasi pengurus, baik dari tingkat pusat, provinsi, maupun distrik – dalam dan luar negeri.

Menuju KTM Menginjil 2033!

Rapat Kerja KTM 2015 mengambil tema “KTM Berbagi Sukacita” – seirama dengan tema Evangelii Gaudium (Sukacita Iman) yang senantiasa didengung-dengungkan oleh Bapa Paus Fransiskus, agar umat Katolik di seluruh dunia senantiasa dengan gembira mewartakan Imannya kepada seluruh dunia. Dengan tema ini, anggota KTM kembali disadarkan akan sukacita besar yang telah diterimanya lewat Iman kepada Yesus, dan menyadari perannya yang penting sebagai awam yang terpilih untuk mewartakan kabar sukacita itu ke seluruh penjuru bumi.

Raker dimulai dengan misa pembukaan yang dipimpin oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE dan dilanjutkan dengan 2 sesi pengarahan yang diberikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE selaku pendiri KTM, dan Romo Gabriel dari Salib, CSE (salah satu tim Gembala KTM).

Romo Yohanes dalam pengantarnya menyadarkan kita tentang tantangan nyata yang dihadapi di dunia sekuler saat ini, di mana manusia banyak yang disesatkan oleh logika dan pengetahuan, sehingga banyak yang tidak takut dan tidak taat pada Tuhan. Hal ini dengan jelas dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita, baik di dalam maupun luar negeri. Cerita – cerita nyata yang dipaparkan oleh romo dari pengalamannya sendiri sungguh menyadarkan kita bahwa ada yang tidak beres di dunia ini, seperti aborsi, euthanasia, narkoba, pornografi, kerusakan keluarga, kemurtadan, dan realita roh jahat. Romo Yohanes kemudian menekankan pentingnya peranan KTM untuk membawa Yesus di tengah-tengah dunia saat ini, serta tidak menutup mata akan apa yang terjadi di belahan dunia lain, karena di era globalisasi ini, segala sesuatu menjadi relevan dan saling terkait. Suatu kabar baik dapat tersebar dengan cepat, begitu pula dengan penyesatan, perdukunan, fanatisme, dan hal-hal buruk lain dengan cepatnya menyebar ke seluruh dunia. Itulah sebabnya Romo Yohanes memiliki kerinduan agar KTM dapat berdiri di 5 benua di seluruh dunia dan menjadi garam dan terang di manapun ia berada.

Romo Gabriel dalam pengarahannya memaparkan visi KTM yang akan dicapai hingga tahun 2033 mendatang. Tahun 2033 merupakan tonggak penting bagi umat Katolik di seluruh dunia, karena di tahun itu, kita merayakan Yubileum sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus, serta peristiwa Pentakosta yang persis terjadi dua ribu tahun yang lalu (sama halnya kita merayakan Yubileum kelahiran Yesus pada tahun 2000 yang lalu). Visi yang dipaparkan dengan tema “KTM Menginjil 2033” menjadi patokan bagi KTM untuk menyusun rencana dan program kerja ke depan. Untuk bisa mencapai ini, Romo Gabriel menekankan pentingnya “revolusi mental” dalam tiap anggota KTM, di mana pada saat ini disadari masih banyak anggota KTM yang masih belum menyadari panggilannya di KTM dan belum berkomitmen.

Membangun Pesawat Terbang yang Kuat

Romo Gabriel bersama Bapak Fransiskus Hardianto Atmadja selaku Pelayan Umum KTM menetapkan 4 komponen penting yang menjadi patokan dalam menentukan arah dan program kerja KTM ke depan, juga menjadi panduan dalam rapat kerja ini. Empat komponen ini dianalogikan dengan struktur sebuah pesawat terbang yang akan membawa kita mencapai visi KTM 2033. Keempat komponen ini yakni:

  1. Finansial (bahan bakar pesawat)
  2. Pembinaan / Formasi (bentuk & badan pesawat)
  3. Organisasi (panel kontrol & komunikasi)
  4. Pelayanan / Evangelisasi (sayap pesawat)

Keempat komponen ini sama penting dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta selalu mengandalkan kuasa Roh Kudus sebagai daya aerodinamis (angin). Karena tanpa daya ini, sebaik apapun pesawat dibuat, pasti tidak akan dapat terbang.

Dengan panduan tersebut, sesi rapat kemudian dimulai dengan dipimpin oleh masing-masing komisi:

1. Komisi Karya Nyata & Misi / Volunteer (Giovanny Karamoy)

Dalam sesi ini, pak Vanny memaparkan tentang misi-misi yang dilakukan oleh volunteer KTM saat ini – latar belakang, fokus, perkembangan, tantangan, dan rencana ke depan. Saat ini terdapat 18 volunteer yang tersebar di Indonesia. Target ke depan dalam waktu 4 tahun, jumlah volunteer akan mencapai 100 orang, mengingat besarnya kebutuhan akan volunteer ini di tengah masyarakat.

2. Komisi Kepemudaan & Luar Negeri (Evy Christina & Andy Chandra)

Dalam sesi ini, dipaparkan mengenai perkembangan anggota KTM muda mudi serta luar negeri, yang cukup menggembirakan (21 Distrik). Diharapkan agar KTM muda mudi semakin berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas, serta memberi warna tersendiri dengan semangat dan kreatifitasnya. KTM luar negeri diharapkan agar semakin giat membuka pintu evangelisasi ke bangsa lain di manapun mereka berada, serta selalu menjalin komunikasi yang baik sebagai satu keluarga. Di sini ditekankan pentingnya media sosial yang tersedia saat ini (website, whatsapp, dan media sosial lainnya).

3. Komisi Bendahara & Dana (Haryono Gondosoewito & Eric Wijaya)

Dalam sesi ini, dipaparkan pertanggungjawaban mengenai pengelolaan dan penggunaan dana dalam KTM. Kondisi keuangan KTM menunjukkan indikasi yang semakin sehat, berkat kesadaran Persembahan Kasih yang semakin kuat dari seluruh anggota KTM. Diharapkan ke depan kesadaran ini semakin meningkat seiring dengan berkembangnya KTM dalam organisasi dan pelayanan. Selain itu ditekankan juga akan pentingnya unit usaha dalam tiap distrik untuk tercapainya kemandirian finansial di tiap distrik.

4. Komisi Pembinaan / Formatur & Pelayanan / Evangelisasi (Budi Santoso & Andy Chandra)

Dalam sesi yang berlangsung panjang ini, Tim gembala memaparkan sebuah kurikulum baru yang bernama “Kurikulum 2015” kepada seluruh peserta. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari program pembinaan yang telah ada sebelumnya, serta dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah pembinaan yang terstrukur, berkesinambungan, dan terarah (spesialisasi). Dalam masa uji coba hingga tahun 2018, seluruh distrik akan memperkenalkan dan mengadopsi kurikulum ini, dan pada tahun 2018, kurikulum ini akan berjalan secara penuh. Pembinaan ini menjadi komponen yang penting dalam mencetak anggota-anggota KTM yang sejati.

5. Komisi Organisasi (Edward Wibisono)

Dalam sesi ini, dipaparkan banyak hal baru yang dilakukan demi menata organisasi dan komunikasi dalam tubuh KTM yang sedang berkembang, sekaligus menuangkannya dalam Buku panduan pelayan KTM dan Buku panduan anggota KTM yang secara resmi diluncurkan dalam Raker. Hal-hal yang digarisbawahi antara lain mengenai tahap keanggotaan, hak dan kewajiban, pelantikan dan penomoran anggota, serta hal teknis mengenai administrasi dalam sel, wilayah, distrik, hingga provinsi. Selain itu diluncurkan pula secara resmi wajah website baru KTM dan Trinitas Online yang dapat diakses di www.holytrinitycarmel.com . Website ini diharapkan menjadi fasilitas yang baik bagi anggota KTM dalam berbagi informasi, cerita, pengajaran, dan semakin mempersatukan anggota KTM di manapun berada. Selain itu juga tengah dikembangkan aplikasi mobile untuk bahan pengajaran KTM.

Keseluruhan sesi dalam rapat kerja ini diikuti dengan sangat antusias oleh peserta Raker. Hal ini ditunjukkan dari tingginya animo sesi tanya jawab yang dilakukan di setiap sesi, terutama pada sesi Pembinaan, serta dalam menyusun agenda kerja. Hal ini menunjukkan kerinduan dan kepedulian yang besar dari anggota KTM untuk senantiasa bertumbuh dan berkembang dalam KTM, serta menjadikan KTM komunitas yang semakin baik. Kami percaya, dengan komitmen dan semangat yang terus menyala, pesawat terbang KTM akan menjadi pesawat yang kuat dan siap mengudara membawa kabar sukacita ke seluruh penjuru dunia.

Warna-Warni Muda-Mudi (rubrik tambahan)

Suatu hal yang cukup menarik perhatian dalam kegiatan Raker KTM 2015 adalah keberadaan muda-mudi yang secara nyata dirasakan oleh seluruh peserta Raker. Dengan jumlah anggota muda-mudi yang terus bertambah, sungguh membawa wajah baru dalam diri KTM yang selama ini cenderung dikenal sebagai komunitas awam dewasa. Semangat, kreatifitas, dan keceriaan khas muda-mudi sungguh terasa dalam penyelenggaran acara Raker yang dipercayakan pada KTM muda mudi ini. Walaupun berasal dari distrik yang berbeda-beda, perbedaan itu sama sekali tidak kelihatan dalam kebersamaan yang disuguhkan. Semoga KTM muda-mudi sebagai generasi penerus yang akan memasuki tahun 2033 dengan penuh semangat selalu dipenuhi dengan sukacita dan dengan tulus bersatu hati melayani Tuhan.

KTM Menginjil! Berbagi Sukacita! 😀

 

Tahun baru pengen kurus

Jangan ngemil, cukup dilihat mata

Selamat datang para pengurus

KTM menginjil, berbagi sukacita!

 

Nona manis namanya Isabel

Siapa yang dapat, pasti disayang

Empat hari kita di Lembah Karmel

Mari kita rapat, demi KTM tersayang 🙂

 

(Oleh : David Steven Wijaya – KTM MM Jakarta)

 

IMG-20150119-WA0047 IMG-20150119-WA0039 IMG-20150119-WA0054 IMG-20150119-WA0050 IMG-20150119-WA0042 IMG-20150119-WA0077 IMG-20150119-WA0045 IMG-20150119-WA0056 IMG-20150119-WA0078 IMG-20150119-WA0087

admin