Friday 8th September 2017

First Reading; Romans 8:28-30 or Micah 5:1-4
Psalm Response: Isaiah 13:6ab, 6c (with 61:10)
Gospel Reading; Matt 1:1-16, 18-23
Feast of the Nativity of the Blessed Virgin Mary
 
The Book of the genealogy of Jesus Christ,
the son of David, the son of Abraham.
Abraham became the father of Isaac,
Isaac the father of Jacob,
Jacob the father of Judah and his brothers.
Judah became the father of Perez and Zerah,
whose mother was Tamar.
Perez became the father of Hezron,
Hezron the father of Ram,
Ram the father of Amminadab.
Amminadab became the father of Nahshon,
Nahshon the father of Salmon,
Salmon the father of Boaz,
whose mother was Rahab.
Boaz became the father of Obed,
whose mother was Ruth.
Obed became the father of Jesse,
Jesse the father of David the king.

David became the father of Solomon,
whose mother had been the wife of Uriah.
Solomon became the father of Rehoboam,
Rehoboam the father of Abijah,
Abijah the father of Asaph.
Asaph became the father of Jehoshaphat,
Jehoshaphat the father of Joram,
Joram the father of Uzziah.
Uzziah became the father of Jotham,
Jotham the father of Ahaz,
Ahaz the father of Hezekiah.
Hezekiah became the father of Manasseh,
Manasseh the father of Amos,
Amos the father of Josiah.
Josiah became the father of Jechoniah and his brothers
at the time of the Babylonian exile.

After the Babylonian exile,
Jechoniah became the father of Shealtiel,
Shealtiel the father of Zerubbabel,
Zerubbabel the father of Abiud.
Abiud became the father of Eliakim,
Eliakim the father of Azor,
Azor the father of Zadok.
Zadok became the father of Achim,
Achim the father of Eliud,
Eliud the father of Eleazar.
Eleazar became the father of Matthan,
Matthan the father of Jacob,
Jacob the father of Joseph, the husband of Mary.
Of her was born Jesus who is called the Christ.

Now this is how the birth of Jesus Christ came about.
When his mother Mary was betrothed to Joseph,
but before they lived together,
she was found with child through the Holy Spirit.
Joseph her husband, since he was a righteous man,
yet unwilling to expose her to shame,
decided to divorce her quietly.
Such was his intention when, behold,
the angel of the Lord appeared to him in a dream and said,
“Joseph, son of David,
do not be afraid to take Mary your wife into your home.
For it is through the Holy Spirit
that this child has been conceived in her.
She will bear a son and you are to name him Jesus,
because he will save his people from their sins.”
All this took place to fulfill
what the Lord had said through the prophet:

Behold, the virgin shall be with child and bear a son,
and they shall name him Emmanuel,

which means “God is with us.”

 
Shalom semuanya,
 
Hari ini kita memperingati pesta kelahiran Santa Perawan Maria.
Tanggal kelahiran Maria tidak tercatat dalam Kitab Suci. Pesta kelahiran Maria barangkali dimulai di Yerusalem sekitar abab ke-6. Ini adalah pendapat dari G Mealo dalam tulisannya yang berjudul Nativita di Maria. Namun demikian sejak abab ke-5 terdapat bukti adanya sebuah gereja yang didekasikan kepada Santa Ana (ibunda dari St Perawan Maria) yang terletak disebelah utara Bait Allah di Yerusalem Pada tahun 603, Patriark/Beatrik Yerusalem yang bernama Sophronius mengatakan bahwa dilokasi gereja itulah St Perawan Maria dilahirkan.
Pilihan sebuah hari dibulan September berasal mula dari kenyataan bahwa di Konstantinopel (sekarang Istabul, Turki) suatu tahun dimulai pada 1 September – hal ini berlaku pada Gereja Timur. Tanggal 8 September ditetapkan mengacu pada hari raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa asal yang diperingati pada tanggal 8 Desember yaitu 9 bulan lebih dulu. 
 
Dalam bacaan pertama hari ini (Roma 8:28-30) St Paulus mengambarkan bagaimana Allah telah memilih Bunda Maria sejak ia dalam kandungan St Anna. “Allah telah memilih seorang puteri Israel, seorang puteri Yahudi dari Nazaret di Galilea…”(KGK 488) “Bagaimana Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8;28)
“Dalam perkembagan sejarah, Gereja menjadi sadar bahwa Maria dipenuhi dengan rahmat oleh Allah (Luk 1:28) sudah ditebus sejak ia dikandung (KGK 491 “Immaculate Conception” dengan demikian ia dibenarkan dihadapan Allah. Pada akhir hayatnya didunia ini, Maria dimuliakan ketika ia diangkat ke surga dan dimahkotai di surga.
 
Kehormatan besar yang diberikan Allah kepada Maria telah membuatnya menjadi “mahkota ciptaan” Dalam dirinya ktia mendapatkan contoh nyata dari apa yang telah dijanjikan Allah kepada kita. Memang kehidupan Maria tidak mudah, namun dia tetap setia kepada Allah dan terus merangkul panggilan Allah kepadanya. Sebagai seorang hamba Tuhan (Luk 1:38) dalam iman Maria menerima pesan dari mailakat Gabriel juga kata-kata yang menakjubkan keluar dari mulut Simeon dan Hana (baca Luk 2:25-38) ikut menderita dalam sengsara dan kematian Yesus.
 
Kita pun masing-masing dipanggil untuk memainkan peranan kita dalam kerajaan Alalh. St Agustinus dari Hippo pernah mengatakan bahwa Allah mengasihi masing-masing kita seakan-akan akan hanya ada seorang saja dari kita untuk dikasihi. Maka kita tidak boleh memandang diri kita sebagai orang yang tidak berarti, yang kebetulan saja berada dalam ‘antrian’ orang-orang yang memerlukan penebusan dari Alalh. Kita semua telah dipilih Allah dalam Kristus untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya (Roma 8;29). Kita masing-masing dipanggil untuk membawa Yesus Kristus ke tengah-tengah dunia dengan cara kita masing-masing unik yang tidak dapat orang lain lakukan. Sudahkah kita menanggapi panggilan Tuhan – menjadi perpanjangan pancaindera Tuhan (mulut Tuhan, mata Tuhan, kaki Tuhan, tangan Tuhan, telinga Tuhan) buat orang-orang sekitar kita? (source: https://sangsabda.wordpress.com/2010/01/27/pesta-kelahiran-santa-perawan-maria/)
 
Kita bisa menjadikan Bunda Maria sebagai model dan teladan kita. Marilah kita berdoa kepada Bunda kita: Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu, terujilah engkau diantara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.
 
God bless,
 
Suhardi, Haryati dan Samuel
sel dewasa dan sel remaja St Dominic of Holy Rosary, Sydney, Australia

admin