Friday 9 February 2018
First Reading: 1 Kings 11:29-32; 12:19
Psalm Response: Ps 81:10-15
Gospel Reading: Mark 7:31-37
 
Jesus left the district of Tyre
and went by way of Sidon to the Sea of Galilee,
into the district of the Decapolis.
And people brought to him a deaf man who had a speech impediment
and begged him to lay his hand on him.
He took him off by himself away from the crowd.
He put his finger into the man’s ears
and, spitting, touched his tongue;
then he looked up to heaven and groaned, and said to him,
“Ephphatha!” (that is, “Be opened!”)
And immediately the man’s ears were opened,
his speech impediment was removed,
and he spoke plainly.
He ordered them not to tell anyone.
But the more he ordered them not to,
the more they proclaimed it.
They were exceedingly astonished and they said,
“He has done all things well.
He makes the deaf hear and the mute speak.”
 

Shalom semuanya,
 
Bacaan Injil dan bacaan pertama hari ini berbicara hal yang sama yaitu mendengarkan suara Tuhan.
 
Didalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang yang bisu tuli.  Saat Yesus memisahkan seorang yang bisu tuli dari kerumunan orang banyak sehingga mereka hanya berdua saja, di situlah terjadi mujizat kesembuhan. Telinga orang itu terbuka setelah Yesus berkata, “Efata! Terbukalah!” dan kemudian dia pun dapat mendengar kembali. Dia mengadakan komunikasi yang penuh bersama Yesus karena jauh dari keramaian. 
 
Dalam bacaan pertama hari ini, kita bisa baca kehacuran kerajaan Israel pada masa pemerintahan Raja Salomo karena bangsa Israel tidak mau mendengarkan suara Tuhan (mencari dan menyembah berhala) mereka berjalan mengikuti rencana mereka sendiri. Mereka lupa akan kebaikan Tuhan yang menuntun mereka keluar dari perbudakan di Mesir. 
 

Demikian pula dengan kita semua … Saat hidup kita mengalami kehancuran oleh berbagai tekanan hidup, segeralah mengarahkan hati dan pikiran hanya kepada Yesus. Jauhkan diri dari hiruk pikuk keramaian dunia agar kita dapat melakukan doa sepenuh hati dan berbicara dua arah dengan-Nya yang sudah pasti akan mendengarkan. Bahkan Dia sudah tahu jauh sebelum kita mengatakan kepada-Nya. Yesus rindu kita mau berbicara kepada-Nya dalam keheningan agar telinga hati kita pun Dia bukakan untuk dapat mendengar Dia dan niscaya semua persoalan hidup ini dapat kita lewati dengan baik bersama Yesus dan bersiaplah untuk memuliakan Dia dengan mewartakan segala kebaikan-Nya (source: http://www.karismatikkatolik.org/renungan-harian-2018/1115-renungan-harian—jumat,-9-februari-2018).

Song: I will listen by Twila Paris
 
God loves us,
 
Suhardi, Haryati dan Samuel
sel dewasa dan sel remaja St Dominic of Holy Rosary, Sydney, Australia

admin