Rabu, 13 September 2017

Yang Berbahagia

Kol. 3:1-11Mzm. 145:2-3,10-11,12-13abLuk. 6:20-26

 

Lectio:

Gospel Reading Luke 6:20-26

 

Raising his eyes toward his disciples Jesus said:

“Blessed are you who are poor,
for the Kingdom of God is yours.
Blessed are you who are now hungry,
for you will be satisfied.
Blessed are you who are now weeping,
for you will laugh.
Blessed are you when people hate you,
and when they exclude and insult you,
and denounce your name as evil
on account of the Son of Man.

Rejoice and leap for joy on that day!
Behold, your reward will be great in heaven.
For their ancestors treated the prophets
in the same way.

But woe to you who are rich,
for you have received your consolation.
But woe to you who are filled now,
for you will be hungry.
Woe to you who laugh now,
for you will grieve and weep.
Woe to you when all speak well of you,
for their ancestors treated the false prophets in this way.”

 

The Gospel of the Lord

 

Meditatio:

 

Ketika Yesus mengucapkan sabda-Nya yang kita baca hari ini, Ia sedang bersama kedua belas rasul yang telah dipilih-Nya. Mata-Nya terarah kepada mereka saat Ia mengatakan sabda bahagia ini kepada mereka. Dan hari ini ketika kita membaca sabda ini, bayangkanlah mata Yesus terarah kepada kita.

 

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” Para rasul-Nya adalah orang-orang yang dipilih-Nya secara khusus, dan mereka semua adalah orang-orang biasa, bukan konglomerat, bukan ahli Taurat, bukan kaum elit, dan mereka juga bukan orang-orang suci, bahkan pendosa. Yesus melihat kepada mereka dan menyebut mereka berbahagia karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah. Orang-orang yang Yesus pilih (dan menjawab ya atas panggilan-Nya) untuk mengenal Dia dari dekat, menjadi pemilik Kerajaan Allah saat itu juga. Bukankah Yesuslah Kerajaan Allah itu? Berada bersama Yesus, dekat dengan Dia, kita memiliki Kerajaan Allah. Tapi menjauh dari Dia, kita kehilangan Kerajaan Allah itu.

 

“Berbahagialah kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan…. Yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.” Kita tahu bahwa hidup ini penuh up and down-nya. Janganlah kita sekedar mengejar kesenangan duniawi, dan jatuh ke dalam dosa dalam mengejar semua itu; kebahagiaan dari kesenangan duniawi tidaklah kekal, bahkan dapat membawa kepada kebinasaan kekal. Sebaliknya dalam segala situasi, berpeganglah kepada Tuhan. Dalam kesusahan dan pergumulan yang kita derita, tetaplah beriman kepada Dia, lakukanlah apa yang menjadi kehendak-Nya, niscaya kita akan dianugerahi kemenangan hidup kekal di akhir nanti, di saat itulah kita tertawa bahagia.

 

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu …” Bukankah hidup percaya kepada Kristus, kita seringkali disalahpahami, bahkan dibenci? Hidup beriman kepada Kristus, kita terus-menerus mesti berani menolak berbagai godaan dunia meski kita dipandang menentang kubu dunia, dan karenanya mengalami banyak penolakan dan bahkan penganiayaan. Semoga kita semua dapat tetap setia berpegang kepada Kristus dalam segala keadaan tersebut, mengarahkan diri kita kepada Kristus yang akan memberikan upah surgawi bagi hamba-hamba-Nya yang setia.

 

Sekali kita mengikuti Yesus, janganlah kita melepaskan pandangan kita dari Dia. Berbaliklah sepenuhnya dari hidup yang lama yang berdosa. Dia memanggil kita ketika kita masih berdosa, adalah agar kita menerima kasih karunia-Nya, agar kita yang ada dalam kegelapan dibawa masuk kepada Terang. Namun kita mesti sepenuhnya meninggalkan kehidupan yang berdosa, menolak godaan kesenangan dunia yang fana dan bersungguh-sungguh untuk hidup seturut kehendak-Nya. Ia menghendaki kita menjaga hidup yang kudus berkenan kepada-Nya dan dengan sepenuh hati mengasihi Dia dan sesama.

 

Hari ini marilah kita merefleksikan, sudahkah kita sungguh-sungguh dalam mengikuti Dia? Apakah kita masih hidup dalam kefanaan? Apakah kita berjalan di jalan Kebenaran-Nya? Tuhan telah menyiapkan yang terbaik bagi kita, yaitu Kerajaan-Nya. Dan Dialah itu Kerajaan Allah, maukah kita untuk terus tinggal di dalam-Nya dan dengan demikian menjadi pemilik dari Kerajaan Allah?

 

Oratio:

Ya Yesus, terima kasih karena Engkau memilih kami. Engkau memanggil kami ketika kami miskin iman, tak berpengharapan, miskin kasih, dan hidup dalam kesia-siaan. Kini kami adalah milik-Mu, bantulah kami untuk dapat selalu setia kepada-Mu, hidup kudus dan berkenan di hadapan-Mu.

Song: Blest Are They by David Haas

https://www.youtube.com/watch?v=qwSkmzw8dY8

 

God bless,

Huseng, Sandy & Justin of Sel Kel Kudus Nazareth, Singapore

admin