Ujilah Segala Sesuatu

Rabu, 2 September 2015
Kol 1:1-8, Mzm 52:10-11, Luk 4:38-44

Injil Lukas 4: 38-44
Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

                UJILAH SEGALA SESUATU

Di dalam pelayanan-Nya memberitakan kabar baik, Yesus dan para rasul diperhadapkan dengan berbagai situasi. Di dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir roh-roh jahat.

“Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias” (Luk 4:41). Ketika berhadapan dengan roh jahat, Yesus tidak berkompromi. Tidak ada belas kasihan bagi roh jahat. Dan Yesus melarang roh jahat berbicara, termasuk untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Seberapapun “kebenaran” yang dikatakan oleh roh jahat, mereka adalah raja dusta, maka kata-kata mereka bukan hanya tiada artinya, namun pasti ditunggangi dengan niat jahat  Tanpa kompromi, roh-roh ini tidak dapat dipercaya.

Hal yang serupa juga terjadi pada Santo Paulus dalam pelayanannya di Filipi. Di sana, saat ia sedang berkeliling memberitakan Injil, ada seorang perempuan yang kemasukan roh tenung, yang selama berhari-hari mengikuti Paulus sambil berseru,”Orang-orang ini adalah hamba Allah yang maha tinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan keselamatan.” Pada akhirnya Paulus menghardik roh itu untuk keluar dari perempuan tersebut (lih. Kis 16:16-18)

Meskipun isi dari teriakan roh jahat itu kelihatannya kebenaran, namun di balik itu adalah dusta belaka. Sama seperti ular yang menggoda Hawa di Taman Firdaus. Maka tidak ada kompromi terhadap iblis dan segala kekuatan supernatural.

Dalam perjalanan iman dan pelayanan kita, kita pun pasti menghadapi berbagai macam situasi. Kadangkala banyak hal yang kelihatan baik yang kita terima dari luar, entah itu dari ajaran-ajaran berbau takhayul, aliran baru yang kelihatan baik dan seolah tidak berbahaya seperti New Age, ajaran yang keliru tentang bentuk cinta kasih terhadap sesama jenis, dan sebagainya. Semua itu adalah juga bentuk tipu daya iblis yang ditebarkan untuk melemahkan iman dan kepercayaan yang benar terhadap Tuhan kita dan segala ajaran-Nya.

Kita juga perlu berhati-hati dalam pelayanan; banyak orang yang meyakini mendengar suara Tuhan, padahal segala sesuatu mesti diuji. Karena iblis terus berkeliaran untuk menipu kita, termasuk atau terlebih justru kepada anak-anak Allah. Ia tahu masanya semakin singkat. Maka ia menebarkan racun perpecahan, pertikaian, keresahan diantara insan manusia dan di dalam komunitas anak-anak Allah agar kita terpecah, terluka, menjadi marah dan jatuh ke dalam pelbagai bentuk dosa.

Maka berjagalah selalu dalam doa. Mintalah hati yang murni dan kasih yang tulus dalam pelayanan. Dan ujilah segala sesuatu. Buah-buahnyalah yang dapat memperlihatkan apakah sesuatu itu berasal dari Allah atau tidak. Jangan tertipu. Jangan sekali-kali dengan sadar berkompromi dengan iblis, karena akibatnya bukan hanya kita digoyahkan tapi juga mereka yang memandang kita sebagai panutan.

“Tetapi buah-buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” – Gal 5:22-23

Doa: Ya Yesus, Engkaulah Juruselamat kami. Berilah kami kebijaksanaan untuk membedakan mana yang berasal dari Engkau dan mana yang bukan, agar jangan kami jatuh ke dalam tipu daya iblis sehingga memberi peluang untuk dimanfaatkan oleh karena kerapuhan kami, menjadi batu sandungan bagi sesama kami. Namun biarlah oleh pimpinan-Mu, kami senantiasa menjadi berkat bagi sesama dan dapat memuliakan nama-Mu.
Salam kasih Kristus,

Huseng, Sandy & Justin of Sel Kel Kudus Nazareth, Singapore

admin