Rabu, 22 Oktober 2015
Rom 6:12-18, Mzm 124, Luk 12:39-48

Injil Lukas 12:39-48

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”
Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”
Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”
 
Demikianlah Injil Tuhan kita

 DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN

“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Luk 12:48)

Injil hari ini kedengaran sungguh tegas, menyatakan bahwa Allah kita akan menuntut pertanggungjawaban kita atas apa yang dipercayakan kepada kita.

Namun dalam bacaan pertama, Roma 6, kita diingatkan akan kasih karunia Allah atas kita. Oleh rahmat-Nya, kita bukan lagi budak dosa; kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa oleh karena rahmat Allah semata.

Sungguh, bukankah kita mengalami bahwa Allah begitu mencintai kita, sehingga kita dilepaskan dari perbudakan dosa? Kita dipanggil dan dikasihi pada waktu kita masih menjadi pendosa. Oleh kasih-karunia-Nya, kita merdeka dari perbudakan dosa. Sebagai gantinya adalah hidup kita yang dipenuhi kasih Allah, sukacita dan kebahagiaan dari Allah. Dan kasih-Nya dalam hidup kita tiada habis-habis-
nya.

Kalau kita menyadari hal itu, kita juga menyadari bahwa tidak ada setitikpun yang kita miliki berasal dari diri kita sendiri. Kita telah menerima anugerah keselamatan dari Allah. Kita telah mengalami jamahan kasih-Nya. Kita telah mengetahui kebenaran dan menerima begitu banyak pengajaran Firman Allah. Maka tak heran kalau kita semua dipanggil untuk membagikan apa yang telah kita terima itu bagi sesama kita. Agar lebih banyak orang mengalami apa yang kita alami, mendengar apa yang telah kita dengar, menerima berkat Tuhan melalui kita. Kita diperlengkapi dan diberi begitu banyak, oleh karena kitalah yang dijadikan pancaindera Tuhan (kaki-Nya, tangan-Nya, mulut-Nya, telinga-Nya, mata-Nya) bagi keselamatan sesama kita.

Kalau kita terus-menerus menyadari akan besarnya kasih-Nya bagi kita, kita pasti akan selalu tinggal dekat dengan Dia. Maka kasih pun akan semakin menguasai kita – kasih yang memerdekakan, kasih yang menyempurnakan, kasih yang meniadakan segala ketakutan:

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan  mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih.” (1 Yoh 4:18)

Oleh karenanya, di dalam menjalankan segala panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita, selama kita melandaskannya dengan kasih, kita pasti akan menuai buah-buah yang manis. Sehingga nantinya kita akan dapat mempertanggungjawabkan dengan baik segala yang Tuhan percayakan kepada kita. Maka janganlah takut, teruslah berkarya bagi Dia!

Doa: Ya Tuhan, penuhilah aku dengan kasih-Mu yang sempurna sehingga aku dapat menjalankan segala tugas-panggilan yang Kaupercayakan dengan kasih.

Salam kasih Kristus,

Huseng, Sandy & Justin of Sel Kel Kudus Nazareth, Singapore

admin