Rabu, 30 September 2015
Nehemiah 2:1-8, Mzm 137:1-6, Luk 9:57-62

Bacaan Injil Lukas 9:57-62
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah Injil Yesus Kristus…
Jangan Menunda- nunda

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk 9:62)
Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan dengan terus terang bahwa mengikuti Dia itu membutuhkan pengorbanan. Seorang pengikut bermaksud untuk menguburkan dulu ayahnya. Artinya, ia mau menunggu dahulu sampai ketika ayahnya suatu hari meninggal, barulah ia akan mengikuti Yesus. Seorang lain lagi berkata mau berpamitan dahulu meski tidak ada alasan yang jelas. Yesus dengan jelas mengatakan bila kita mau mengikuti Dia, kita mesti melepaskan diri dengan segera dari ikatan-ikatan yang dapat menghalangi kita untuk menjawab Ya atas panggilan-Nya. Janganlah ada apapun yang menghalangi kita untuk mengikuti Dia.

Waktunya adalah sekarang, yaitu waktu yang kita miliki. Siapakah yang tahu sampai berapa lama ia dapat hidup? Tiada yang mengetahui kapan masanya usai. Oleh karena itu janganlah menunda dengan berbagai alasan. Mulailah saat ini untuk mengikuti Dia dengan sungguh-sungguh dan menjadi saksi-Nya, memberitakan tentang Kasih dan Kerajaan-Nya.

Bila saat ini kita masih menunda untuk melayani Dia, renungkanlah apa yang membuat kita menunda menjawab ‘iya’ terhadap panggilan Tuhan. Berdoalah minta Rahmat Tuhan dan ambillah keputusan untuk mengikuti Dia dengan sepenuh hati.

Doa St Ignatius Loyolla:
“Take, O Lord, and receive my entire liberty, my memory, my understanding, and my whole will.  All that I am and all that I possess you have given me. I surrender it all to you to be disposed of according to your will.  Give me only your love and your grace — with these I will be rich enough and will desire nothing more.”

Salam kasih Kristus,
Huseng, Sandy & Justin of Sel Kel Kudus Nazareth, Singapore

admin