Rabu, 7 Maret 2018

Mengapa Tuhan Membuat Peraturan

Ul. 4:1,5-9Mzm. 147:12-13,15-16,19-20Mat. 5:17-19

 

Lectio:

Gospel Reading Matthew 5:17-19

 

Jesus said to his disciples:
“Do not think that I have come to abolish the law or the prophets.
I have come not to abolish but to fulfill.
Amen, I say to you, until heaven and earth pass away,
not the smallest letter or the smallest part of a letter
will pass from the law,
until all things have taken place.
Therefore, whoever breaks one of the least of these commandments
and teaches others to do so
will be called least in the Kingdom of heaven.
But whoever obeys and teaches these commandments
will be called greatest in the Kingdom of heaven.”

 

The Gospel of the Lord

 

Meditatio:

 

Apa yang kira-kira akan terjadi kalau dua tim sepak bola bermain tanpa peraturan, tanpa wasit, tanpa garis? Bahkan dengan peraturan yang jelas pun, kita melihat pelanggaran disana-sini. Dan kita bahkan melihat akibat dari ketidakpuasan fans fanatik yang membuat keributan ketika mereka merasa team kesayangan mereka dicurangi.

 

Pernah ada yang bertanya mengapa Tuhan memberikan peraturan-peraturan, sehingga manusia akan jatuh ke dalam dosa bila melanggarnya dan bisa menjatuhkan manusia ke dalam api neraka.

 

Tuhan membuat peraturan bukan sebagai jebakan buat manusia, seolah-olah Tuhan sekedar menjadi wasit bagi kehidupan manusia dan menetapkan bahwa barangsiapa yang melanggar garis akan dijatuhi hukuman.

 

Tuhan membuat peraturan-peraturan itu oleh karena Ia mengasihi manusia. Tuhan tahu bahwa manusia adalah mahkluk yang lemah, yang mudah jatuh ke dalam cinta-diri dan keegoisan. Tanpa peraturan, manusia bisa memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melukai satu sama lain. Tanpa peraturan, manusia akan melupakan Tuhan. Dan hidup tanpa Tuhan bukanlah hidup yang membahagiakan, karena manusia adalah ciptaan Allah dan pada hakekatnya di jiwa setiap manusia ada kerinduan akan Sang Penciptanya. Hanya di dalam Dia manusia dapat menemukan kebahagiaan yang sejati.

 

Bila kita menelusuri peraturan-peraturan Allah dengan hati terbuka, kita akan menemukan bahwa yang dikehendaki Allah adalah keteraturan yang membawa kita kepada kemerdekaan sejati di dalam Dia. Semua itu akan menuntun kita kepada suka-cita yang sesungguhnya. Dan sebaliknya, melanggar peraturan-peraturan itu (apalagi dengan sengaja) akan membawa pada ketidakbahagiaan baik pada diri kita maupun sesama. Dosa bukan saja melukai diri kita, tapi juga melukai sesama. Dosa merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

 

Kalau manusia bisa mengerti bahwa peraturan dibuat dalam permainan sepak-bola ditujukan justru agar setiap pemainnya dapat bermain dengan fair dan penuh sukacita, apa sulitnya untuk mengerti bahwa peraturan itu dibuat Tuhan agar keteraturan yang terjadi membuat manusia dapat hidup berdampingan dengan bahagia dan membuat manusia menjadi pribadi yang lebih baik.

Apakah aku mengerti, mentaati dan menjalankan Hukum Tuhan dan Hukum Gereja? Apakah aku sebagai anggota Komunitas Tritunggal Maha Kudus sudah setia dan melakukan 8 Komitment KTM?

Song: Psalm 19:7-11 Song “The Law of the Lord is Perfect”

https://www.youtube.com/watch?v=C-1tGZFgN3g

God bless,

Huseng, Sandy & Justin of Sel Kel Kudus Nazareth, Singapore

admin