Berjaga-jagalah, Anak-Anak Terang!

Tuesday, 12 Sep 2017

First Reading : COL 2:6-15
Responsorial Psalm : PS 145:1B-2, 8-9, 10-11
Gospel Reading : LK 6:12-19

Jesus departed to the mountain to pray, and he spent the night in prayer to God. When day came, he called his disciples to himself, and from them he chose Twelve, whom he also named Apostles: Simon, whom he named Peter, and his brother Andrew, James, John, Philip, Bartholomew, Matthew, Thomas, James the son of Alphaeus, Simon who was called a Zealot, and Judas the son of James, and Judas Iscariot, who became a traitor.

And he came down with them and stood on a stretch of level ground. A great crowd of his disciples and a large number of the people from all Judea and Jerusalem and the coastal region of Tyre and Sidon came to hear him and to be healed of their diseases; and even those who were tormented by unclean spirits were cured. Everyone in the crowd sought to touch him because power came forth from him and healed them all.

Shallom, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!

Jaman sekarang adalah jaman dimana kita dibanjiri dengan berbagai macam informasi. Mungkin sebagian dari kita masih ingat bagaimana hingga awal tahun 1980-an, informasi terkini hanya dapat diperoleh melalui stasiun TVRI maupun stasiun radio setempat. Akan tetapi, sekarang kita dapat mengetahui kejadian dari berbagai belahan dunia hanya dalam hitungan detik saja, melalui berbagai macam social media yang ada, seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Telegram, dsb.

Kemudian, orang-orang pun seakan-akan berlomba-lomba untuk menunjukan bahwa dirinyalah yang terlebih dahulu mengetahui informasi tersebut, dengan segera men-share-kan informasi tersebut. Bahkan, terlepas daripada berita itu benar atau tidak.

Jikalau dahulu kita membayangkan orang-orang yang ketagihan adalah mereka yang menggunakan obat-obat terlarang, sekarang ini kita bisa melihat orang-orang ketagihan akan segala macam informasi tersebut. Berapa banyak orang yang seringkali memeriksa berbagai macam applikasi dari social media yang diikutinya, setiap jam? Jikalau mereka tidak melakukannya, maka mereka akan mulai merasa gelisah, meskipun tentu kadar setiap orang berbeda-beda.

Ketika kita merenungkan semuanya itu, mungkin banyak dari informasi yang kita terima ternyata tidaklah membawa dampak positif bagi diri kita sendiri. Bahkan, di dalam informasi-informasi ini pun terkadang membawa pesan-pesan yang tidak sesuai dengan iman kita, namun disajikan tidak secara gamblang, agar pembaca tidak serta merta menolak informasi tersebut.

Contohnya, bagaimana penyebar informasi hendak mengarahkan orang-orang agar menerima pernikahan sejenis, atas dasar “cinta kasih”. Padahal, jelas bahwa ajaran Gereja menentang hal tersebut. Namun, mereka memutarbalikan fakta, seakan-akan Gereja tidak memiliki kasih. Mau tidak mau, kita harus mengakui, banyak orang yang kemudian berkata bahwa mereka adalah umat Katolik, namun mereka tidak setuju dengan ajaran Gereja tersebut. Bukankan dengan demikian, sebenarnya, mereka telah secara otomatis meng-ekskomunikasi-kan diri mereka sendiri?

Pada bacaan hari ini, pesan St Paulus kepada jemaat di Kolose sungguh nyata bagi kita semua, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Kita tidak perlu takut atas kebohongan-kebohongan dari si jahat yang empunya kebohongan, sebab kita telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ia sudah mengampuni segala pelanggaran kita, ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.

Marilah pada saat ini, kita dengan sungguh-sungguh meminta pertolongan Tuhan Yesus. Seperti orang-orang di dalam bacaan Injil pada hari ini, dimana mereka datang untuk mendengarkan Yesus dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya. Pada saat ini, kita minta Tuhan Yesus untuk menjamah diri kita, agar sungguh kita disembuhkan, dibebaskan dari segala macam dosa dan segala kuasa kegelapan yang masih membelenggu kita, sebab kita telah dibebaskan oleh Tuhan Yesus. Kita bukan lagi hamba, melainkan anak-anak Tuhan, yang diutus oleh-Nya untuk menjadi Terang Dunia!

Doa:

Allah Bapa yang maha rahim
Pada saat ini, begitu banyak tipu daya iblis
mencoba untuk merasuki setiap kehidupan kami
Curahkanlah Roh Kudus-Mu atas kami semua sekarang
agar kami dapat beroleh kebijaksaan daripada-Mu
untuk mengetahui segala muslihat dari si jahat
Tambahkanlah iman kami, agar sungguh kami mampu
menjadi terang-Mu di dunia ini, memberikan cahaya
yang dapat menyibak segala kebohongan terseut
Demi Yesus, Tuhan dan pengantara kami yang hidup
dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa
Amin

Pujian: ABOVE ALL
(https://www.youtube.com/watch?v=ZTRLf3N84tY)

Above all powers, above all kings
Above all nature and all created things
Above all wisdom and all the ways of man
You were here before the world began

Above all kingdoms, above all thrones
Above all wonders the world has ever known
Above all wealth and treasures of the earth
There’s no way to measure what you’re worth

Reff:
Crucified, laid behind the stone
You lived to die, rejected and alone
Like a rose trampled on the ground
You took the fall and thought of me

Tuhan memberkati.

Charles, Nathalia dan Keluarga
Sel Sts Joachim & Anne, Singapura

admin