Melayani Lebih Sungguh
Tuesday, 14 Nov 2017
First Reading : WIS 2:23–3:9
Responsorial Psalm : PS 34:2-3, 16-17, 18-19
Gospel Reading : LK 17:7-10
Jesus said to the Apostles: “Who among you would say to your servant who has just come in from plowing or tending sheep in the field, ‘Come here immediately and take your place at table’? Would he not rather say to him, ‘Prepare something for me to eat. Put on your apron and wait on me while I eat and drink. You may eat and drink when I am finished’? Is he grateful to that servant because he did what was commanded? So should it be with you. When you have done all you have been commanded, say, ‘We are unprofitable servants; we have done what we were obliged to do.'”
Shallom, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Sekitar beberapa dekade yang silam, kta melihat situasi ekonomi berkembang demikian pesatnya. Di berbagai belahan dunia, banyak negara yang berhasil pulih dari perang dunia yang begitu mengerikan, dengan pembangunan di berbagai sektor. Tentu, Indonesia merupakan salah satu negara yang merasakan perkembangan tersebut. Banyak perubahan yang terjadi, seperti tingkat kesehatan yang meningkat, pendidikan yang semakin merata di berbagai tempat, dsb. Tentu saat ini, masih banyak pekerjaan yang tersisa untuk semakin memeratakan kemajuan tersebut.
Akan tetapi, dampak dari perkembangan jaman ini, banyak orang semakin berfokus terhadap diri sendiri, dan kurang memperhatikan sesama. Semua berlomba-lomba untuk menjadi yang nomor satu.. Bahkan, hal ini tidak hanya terjadi di organisasi duniawi; di dalam Gereja sekalipun. Kita dapat melihat bagiamana masing-masing ministry berlomba-lomba untuk menjadi yang nomor satu. Satu Persekutuan Doa melawan Persekutuan Doa yang lain. Satu komunitas melawan komunitas yang lain, masing-masing saling berebut untuk disebut sebagai yang hebat, yang terkenal, dsb. Bahkan, sampai menjadi sesuatu yang menggelikan, seperti perkataan bahwa “Team pujian adalah ujung tombak…”, sebagai bentuk kebanggaan sempit akan diri sendiri, seakan-akan diri kita lah yang membuat dunia ini berputar.
Hari ini, Tuhan Yesus ingin mengingatkan bahwa setiap dari kita dipanggil untuk menjadi pelayan-Nya. Bahkan, ketika kita selesai dengan pekerjaan yang diberikan-Nya, kita masih harus melayani-Nya. Tentu, kalau dilihat sekilas, seakan-akan Tuhan seperti seorang diktator yang ingin senantiasa dilayani. Namun, tidaklah demikian jia kita menyadari bahwa pada dasarnya kita bukanlah apa-apa. Sudah selayak dan sepantasnya kalau kita musnah dari dunia ini karena setiap dari kita telah berdosa, dan upah dari dosa adalah maut. Tetapi, Tuhan mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, Yesus, Tuhan kita, untuk menderita dan wafat di kayu salib, demi menebus dosa kita. Sehingga, segala pelayanan kita ini bukanlah apa-apa. Kita hanya melakukan sebagian kecil saja, untuk membalas cinta-Nya yang demikian besar kepada kita.
Seperti di dalam bacaan pada hari ini, di dalam Kitab Kebijaksaan, kita diingatkan kembali bahwa setiap dari kita haruslah ditempa bagaikan emas yang harus melalui panas yang menyengat, tempaan yang keras, sehingga hidup kita dapat diubahkan menjadi perhiasan yang indah di mata-Nya. Bagi dunia, mungkin hidup yang kita jalani seperti orang bodoh. Akan tetapi, di hadapan Tuhan, kita tahu bahwa tidaklah demikian, sebab kehidupan abadi yang penuh damai sejahtera menanti kita. Kasih-Nya senantiasa menyertai hidup kita, sepanjang segala masa.
Oleh karena itu, marilah pada saat ini, kita sungguh-sungguh menyadari bahwa hendaknya setiap dari kita merendahkan diri, saling melayani satu dengan yang lain, tanpa berharap balas jasa apa pun, baik dari sesama maupun Tuhan, sebab upah kita sudah dibayar lunas, yakni keselamatan yang kekal. Sehingga, sungguh-sungguh kehendak Tuhan menjadi nyata di Bumi, seperti di dalam Surga.
Doa:
Allah Bapa di dalam Surga
Puji syukur kami panjatkan hanya kepada-Mu
Sebab kami yang berdosa ini telah diselamatkan
Ajar kami untuk senantiasa mawas diri dalam berlaku
Berikanlah kami kerendahan hati untuk melayani
Sehingga hidup kami menjadi pujian bagi nama-Mu
Biarlah kami semakin direndahkan dan Engkau ditinggikan
Sebab Engkaulah Allah dan Raja kami
yang berkuasa atas kami, kini dan sepanjang masa
Amin
Pujian: MELAYANI, MELAYANI LEBIH SUNGGUH
1
Melayani, melayani lebih sungguh
Melayani, melayani lebih sungguh
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani, melayani lebih sungguh
2
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
3
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Tuhan memberkati.
Charles, Nathalia dan Keluarga
Sel Sts Joachim & Anne, Singapura

admin