TopengTopeng Kehidupan
Tuesday, 17 July 2017
First Reading                : EX 2:1-15A
Responsorial Psalm       : PS 69:3, 14, 30-31, 33-34
Gospel Reading             : MT 11:20-24
Jesus began to reproach the towns where most of his mighty deeds had been done, since they had not repented. “Woe to you, Chorazin! Woe to you, Bethsaida! For if the mighty deeds done in your midst
had been done in Tyre and Sidon, they would long ago have repented in sackcloth and ashes. But I tell you, it will be more tolerable for Tyre and Sidon on the day of judgment than for you. And as for you, Capernaum: Will you be exalted to heaven? You will go down to the netherworld. For if the mighty deeds done in your midst had been done in Sodom, it would have remained until this day. But I tell you, it will be more tolerable for the land of Sodom on the day of judgment than for you.”
Shallom, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!
Ada seorang pemuda yang baru selesai mengikuti sebuah retret dan ia menjawab panggilannya untuk mewartakan kabar gembira kepada sesama, agar semakin banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan. Kemudian, di dalam perjalanan pulang, ia melihat seorang bapak yang sedang duduk sendirian. Pemuda tersebut pun memutuskan untuk duduk di sebelah bapak tersebut.
Selang beberapa waktu, percakapan antar mereka pun dimulai, dan sang pemuda mulai meluncurkan jurus-jurusnya untuk mewartakan kabar keselamatan kepada bapak tersebut. Akan tetapi, sang bapak pun akhirnya berterus terang bahwa sebaiknya pemuda tersebut tidak melanjutkan pewartaannya tersebut. Ternyata sang bapak ini hidup di lingkungan dimana orang-orang Kristen tinggal. Akan tetapi, ia melihat bahwa orang-orang tersebut seperti orang suci pada hari Minggu, akan tetapi hari-hari yang lainnya, mereka hidup sekehendaknya. Jauh dari kasih yang diucapkan oleh pemuda tersebut.
Bukankah kita sering mendengar orang-orang berkata demikian? Mereka tidak tertarik mengikuti Kristus, sebab mereka melihat kehidupan pengikut-Nya. Banyak orang yang hidup di luar Kristus, akan tetapi mereka berbuat kebaikan bagi sesama. Sementara orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen bertingkah laku jauh dari kasih terhadap sesama.
Misalnya, di lingkungan Gereja sendiri, dari hal yang sederhana ketika ada orang baru masuk ke dalam sel kita, anggota sel sibuk untuk bercakap-cakap di antara mereka, sehingga orang baru tersebut merasa tidak diterima. Atau bahkan sampai kepada pertikaian di dalam ministry di paroki dalam mencari solusi namun setiap pihak bersikeras kepada pendirian masing-masing. Atau bahkan di lingkungan keseharian kita, bagaimana kita memperlakukan pembantu di rumah yang mestinya adalah sebagai sesama yang kita perlakukan sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri, namun kenyataannya sering tidak demikian. Ketika kita melihat seseorang yang kesulitan, kita segera mencari aman, menjauh dan tidak turut campur.
Pada saat ini, mari kita merenungkan kehidupan kita masing-masing. Apakah masih banyak topeng-topeng yang kita kenakan di dalam kehidupan kita ini? Apakah ketika kita memuji dan menyembah Tuhan, kita justru tengah mengenakan topeng untuk menutupi siapa diri kita yang sebenarnya?
Firman hari ini menunjukkan bagaimana keselamatan Tuhan dapat datang dari siapa saja. Puteri Firaun yang jelas-jelas adalah seseorang yang tidak percaya Tuhan, namun dipakai oleh Tuhan untuk membawa keselamatan bagi bangsa Israel, melalui hatinya yang tergerak untuk melakukan suatu aksi, yakni menyelamatkan bayi Musa yang tengah hanyut di sungai. Ia mengambil resiko, padahal Raja Firaun dapat menghukumnya atas tindakannya tersebut. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita sering tergerak hati kita oleh belas kasihan, tapi kita hanya berhenti sampai di situ, tidak ada tindakan nyata yang kita lakukan? Bukankah dikatakan bahwa, “iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak 2:26)?
Hal ini yang ingin ditekankan oleh Tuhan Yesus pada hari ini. Kita melihat bahwa begitu besar hukuman yang diberikan kepada orang-orang yang berdosa di dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi, Tuhan Yesus berkata bahwa jikalau mereka mengetahui keselamatan yang diberikan oleh-Nya, maka mereka akan bertobat. Dan bahkan, hukuman bagi mereka pada hari kiamat, yang sepertinya akan sedemikian hebatnya, ternyata jauh lebih ringan dibanding mereka yang telah mendengarkan kabar keselamatan, namun tidak bertobat.
Saat ini, kita ingin bertanya kepada diri kita sendiri, sebagai orang yang sudah mendengar kabar keselamatan, dan bersedia mengikuti Yesus, sungguhkah kita sudah mengikuti-Nya? Sudahkah orang melihat seluruh hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus? Ataukah malah orang-orang menjadi antipati terhadap Kristus karena hidup kita ini?
Marilah pada saat ini, Tuhan Yesus ingin mengajak kita semua untuk kembali bertobat, sungguh-sungguh melepas segala topeng-topeng yang kita kenakan. Sehingga, kita sungguh-sungguh hanya memiliki satu identitas saja, yakni, murid Yesus.
Doa:
Tuhan Yesus, hidup kami masih jauh dari sempurna
Masih banyak sekali dosa yang kerap kali kami lakukan
Sehingga orang gagal untuk melihat Engkau di dalam kami
Kami malah jadi batu sandungan bagi karya keselamatan-Mu
Ampunilah segala dosa-dosa dan kurang terima kasih kami ini
Kuatkanlah kami, curahkanlah Roh Kudus-mu atas kami semua
Agar kami sungguh-sungguh dapat memperbaiki hidup kami
Dan hidup kami dapat memancarkan cahaya kehidupan-Mu
Kami berdoa demi Yesus, Tuhan dan pengantara kami yang hidup
Kini dan sepanjang segala masa, amin
Pujian: JADI SEPERTIMU
Bapa Kau setia
Takkan meninggalkan
Dan kupercaya
Engkau milikku dan kumilik-Mu
Kerinduanku
Tinggikan nama-Mu
Kar’na kutahu
Engkau dalamku dan kudalam-Mu
Reff:
Ubah hatiku seputih hati-Mu
Setulus salib-Mu, kasih-Mu Tuhan
Biar mataku seperti mata-Mu
Pancarkan kasih-Mu
Ku mau jadi seperti-Mu
Tuhan memberkati.
Charles, Nathalia dan Keluarga
Sel Sts Joachim & Anne, Singapura

admin