Rancangan Kehidupan
Senin, 9 Apr 2018

First Reading : IS 7:10-14; 8:10
Responsorial Psalm : PS 40:7-8A, 8B-9, 10, 11
Second Reading : HEB 10:4-10
Gospel Reading : LK 1:26-38

The angel Gabriel was sent from God to a town of Galilee called Nazareth, to a virgin betrothed to a man named Joseph, of the house of David, and the virgin’s name was Mary. And coming to her, he said, “Hail, full of grace! The Lord is with you.” But she was greatly troubled at what was said and pondered what sort of greeting this might be. Then the angel said to her, “Do not be afraid, Mary, for you have found favor with God. Behold, you will conceive in your womb and bear a son, and you shall name him Jesus. He will be great and will be called Son of the Most High, and the Lord God will give him the throne of David his father, and he will rule over the house of Jacob forever, and of his Kingdom there will be no end.”

But Mary said to the angel, “How can this be, since I have no relations with a man?” And the angel said to her in reply, “The Holy Spirit will come upon you, and the power of the Most High will overshadow you. Therefore the child to be born will be called holy, the Son of God. And behold, Elizabeth, your relative, has also conceived a son in her old age, and this is the sixth month for her who was called barren; for nothing will be impossible for God.” Mary said, “Behold, I am the handmaid of the Lord. May it be done to me according to your word.” Then the angel departed from her.
Shallom, saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus!

Pada hari ini, kita memperingati hari perayaan kabar gembira (Annunciation of the Lord), dimana Bunda Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung, dan akan menamainya Yesus. Kisah yang sungguh tidak asing lagi di telinga kita, karena ini adalah bagian dari iman kita, bagaimana Yesus, yang adalah sungguh-sungguh 100% Tuhan, ber-inkarnasi ke dunia dan menjadi sungguh-sungguh 100% juga manusia. Meskipun demikian, dengan merenungkan kisah ini sekali lagi, tentu kita akan selalu dapat memetik pelajaran bagi pertumbuhan iman kita.

Maria adalah seorang wanita yang sungguh adalah biasa-biasa saja dari sebuah kota di Galiela, yang bernama Nazareth. Akan tetapi, meskipun demikian, melalui seorang wanita yang biasa-biasa ini, Tuhan memiliki rencana-Nya yang sungguh luar biasa, yakni menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa! Sungguh indahnya kasih Tuhan!

Sejak semula, Tuhan memberikan kehendak bebas bagi setiap manusia. Oleh karena itu, Ia tidak akan memaksakan kehendak-Nya kepada kita. Demikian juga terhadap Maria. Sedari awal, tidak sekali pun Ia memaksakan kehendak-Nya. Malaikat Gabriel dikirim untuk menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Maria. Dan, ketika Maria bertanya dalam kebingungannya, Malaikat Gabriel pun dengan penuh kasih dan sabar menjelaskan bagaimana yang akan terjadi, dan bahkan memberitahukan bagaimana Elizabeth pun telah mengandung 6 bulan di hari tua-nya.

Tentu, hal ini bukan tidak tanpa resiko. Maria mengetahui dengan pasti, bagaimana adat istiadat dan hukum agama bagi perempuan yang diketahui hamil karena perzinahan, maka nasibnya akan dikucilkan hingga sampai dirajam hingga mati. Akan tetapi, walau demikian, Maria yakin bahwa rancangan Tuhan tidak ada yang sia-sia, kasih-Nya sungguh tiada berkesudahan, dan rahmat-Nya akan senantiasa membawa keselamatan. Sehingga, Maria menyatakan persetujuannya terhadap rencana Tuhan tersebut, bahwa biarlah rancangan-Nya yang terjadi. Sehingga, sempurnalah karya keselamatan Tuhan, dimana manusia, yang diwakili oleh Maria, dalam kehendak bebasnya memutuskan untuk turut serta di dalam karya keselamatan manusia dari dalam dosa maut.

Bagaimana dengan kehidupan kita dewasa ini? Apakah kita sudah menemukan kehendak Tuhan bagi kehidupan kita? Apakah kita sungguh-sungguh sudah meneladani iman dari Ibunda kita ini, bahwa kita dapat berkata di dalam setiap kesempatan yang ada, bahwa, biarlah kehendak Tuhan saja yang terjadi? Memang tidaklah mudah, sebab setiap keputusan pasti membawa konsekuensi. Akan tetapi, disinilah iman kita diuji, apakah kita sungguh-sungguh mau mempercayai seluruh kehidupan kita di dalam naungan Tuhan, menjadikan-Nya sebagai nahkoda bagi perahu hidup kita ini? Marilah pada saat ini, kita meminta kepada Tuhan untuk terus menumbuhkan iman kita, agar sungguh kita semakin dapat berserah hanya kepada-Nya.
Doa:

Allah Bapa yang maha kasih
Puji syukur hanya bagi-Mu
Engkau telah memberikan kami
rancangan keselamtan hidup kekal
Ajar kami, agar senantiasa berserah
siap memberikan kemudi hidup ini
hanya ke dalam tangan kasih-Mu saja
Sebab, Engkaulah Raja dan Tuhan kami
yang hidup dan berkuasa kini dan
sepanjang segala masa
Amin
Pujian: BERSORAK SORAI
(https://www.youtube.com/watch?v=nxHsdlRBpvQ)

Bersorak sorai,muliakan namaNya
Dia berperang ganti kita
Bertepuk tangan, muliakan namaNya
Dia s’lamatkan jiwa kita

Satu-satunya penebus
Kalahkan maut, bangkitkan hidup

Reff:
Tuhan yang memberi kemenangan
Bersama kita, di dalam kita
Masuk dalam kemuliaanNya
Dia perlindungan, dan pengharapan
Tuhan memberkati.

Charles, Nathalia dan Keluarga
Sel Sts Joachim & Anne, Singapura

admin