Karena Tuhan telah mengutus dan kita mau diutus, so our life have been transformed.

Banyak orang menjuluki bulan September dengan sebutan “September Ceria”. Ternyata benar, di minggu pertama bulan september ini, KTM Muda-Mudi Bandung mendapatkan keceriaan dari kegiatan “Transform Your Life” yang bertempat di Karangtumaritis, Lembang. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 6-7 September 2014 dan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam melayani di dalam sel serta menguatkan panggilan kaum muda dalam melayani Tuhan dan sesama.

Kegiatan ini sangat menarik, tema-tema yang dibawakan dalam setiap sesi memberikan pengetahuan dan penguatan tentang bagaimana cara menghidupi komitmen sebagai pelayan. Seseorang yang ingin melayani, tentunya harus memiliki citra sebagai pelayan. Citra tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memiliki sikap rendah hati yang dibahas dalam sesi ‘Sandal Jepit’. Ketika sudah melayani, belum tentu segala sesuatunya akan berjalan sesuai dengan apa yang diri kita harapkan. Seringkali ketika melayani, kita menemui hambatan bahkan gesekan dengan sesama, namun hal itu jangan sampai jadi penghalang tetapi justru dijadikan motivasi dan kesempatan untuk berefleksi supaya pelayanan yang dilakukan dapat berbuah dan menjadi berkat bagi sesama dan layak dipersembahkan pada Tuhan.

Sesi-sesi dibawakan oleh para pengajar yang sudah banyak melayani, seperti Romo Gabriel dari Salib, CSE yang ikut mendampingi selama kegiatan Transform Your Life ini berlangsung. Selain sesi-sesi yang dikemas secara apik, banyak games yang dimainkan secara berkelompok. Games-games tersebut bertujuan melatih peserta untuk dapat saling bekerjasama dalam menyelesaikan tantangan. Kemampuan kepemimpinan pun turut diasah melalui games-games ini.

Tidak hanya keceriaan yang didapat dari kegiatan Transform Your Life, tetapi melalui Praise and Worship pada setiap sesi, Adorasi yang dilakukan selama acara berlangsung dan bergantian berjaga pada sakramen Maha Kudus, hal tersebut membuat getaran panggilan untuk melayani semakin terasa kuat. Pada misa penutup dan adorasi perutusan yang khusyuk, telah disediakan kalung salib bagi yang terpanggil untuk melayani. Kehadiran Roh Kudus menuntun setiap yang hadir pada saat itu untuk mengambil kalung pelayanan dan berkomitmen untuk melayani. Seperti iringan lagu yang sedang disenandungkan pada saat perutusan

Ini aku utuslah Tuhan, ini aku utuslah Tuhan, kemanapun Kau pimpin, ke negeri yang Kau pilih, ini aku utuslah Tuhan, dan ku kan pergi…”

Seperti itulah Tuhan ingin mengutus setiap dari kita untuk menjadi perpanjangan tanganNya. Karena Tuhan telah mengutus dan kita mau diutus, so our life have been transformed 🙂

 

admin