KARUNIA KEPERKASAAN
(Yesaya 11 : 1-3)

Karunia Keperkasaan, salah satu dari 7 Karunia Roh Kudus

Dewasa ini, dunia penuh dengan berbagai macam tantangan, penderitaan dan juga kesulitan dalam hidup. Umat Katolik diajak untuk mengenal pribadi Allah Tritunggal Mahakudus. Untuk mengenal pribadi Bapa, tak sulit rasanya dengan mengacu pada Perjanjian Baru dan sosok Ayah dalam hidup kita, demikian juga dengan Putra kita tahu akan sosok Yesus Kristus yang lahir, menderita dan wafat lalu bangkit untuk menebus kita. Bagaimana kah dengan Roh Kudus ?

Roh Kudus hadir sebagai pribadi yang cukup misterius, namun tanda–tanda kehadiranNya juga mewarnai kehidupan umat beriman di segala zaman. Pada peristiwa Pentakosta, Roh Kudus turun atas para Rasul, dan bersama dengan itu, rupa–rupa karunia dan kharisma turut menyertai. Para murid dan kita semua pula sebagai orang beriman, mendapatkan kuasa dan bimbingan untuk dapat hidup dengan lebih baik.

Diantara 7 karunia Roh Kudus, kita akan membahas tentang Karunia Keperkasaan, yang menuntun kita sebagai umat beriman tetap bertahan dalam iman kita melewati segala macam rintangan dan kesulitan hidup.

1. Apa itu Karunia Keperkasaan ?

Karunia Keperkasaan adalah keberanian untuk melaksanakan misi yang diberikan oleh Tuhan, bukan berdasarkan pada kemampuan diri sendiri, namun bersandar pada kekuatan Tuhan. Terdapat juga kebajikan keperkasaan yang merupakan suatu keberanian untuk mengerjakan yang baik dan tidak takut dalam menghadapi kesulitan–kesulitan yang menghalangi tercapainya kebaikan tersebut.

Dengan kebajikan keperkasaan, kita dapat berkata seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4:13). Juga, Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rom 8:31). Melalui karunia inilah, Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk yakin, percaya dan bersandar kepada kekuatan Allah. Allah dapat menggunakan kita yang lemah dan banyak keterbatasan ini untuk memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan.

Orang yang dipenuhi dengan karunia keperkasaan bukannya tidak pernah merasa takut, namun mereka dapat mengatasi ketakutannya karena mereka percaya pada Allah yang dapat melakukan segalanya. Karunia keperkasaan memampukan orang untuk mengamalkan kebajikan-kebajikan lain dengan gagah berani, untuk menderita dengan tabah dan penuh sukacita, untuk mengatasi segala suam-suam kuku dalam melayani Tuhan.

2. Bentuk Nyata Karunia Keperkasaan

a. Menghadapi tantangan penganiayaan

Para kudus dalam gereja perdana, pada masa awal menghadapi banyak penderitaan yang hebat, seperti Stefanus yang mati dirajam, atau Laurentius, Diakon Gereja yang dibunuh dengan cara dibakar. Mereka diberikan karunia keperkasaan untuk bertahan dalam penganiayaan mereka.

Dewasa ini juga, kita mengenal St Maximilianus Kolbe yang bersedia menggantikan seorang bapak untuk dieksekusi di kamp konsentrasi Jerman pada waktu perang dunia ke II. Keberaniannya untuk memberikan nyawanya sebagai ganti bapak tersebut adalah wujud nyata dari karya Roh Kudus melalui Karunia KeperkasaanNya.

Karunia Roh Kudus ini memampukan para martir untuk tidak takut menghadapi penganiayaan bahkan maut.

b . Menghadapi tantangan sakit penyakit

Santa Theresia dari Kanak–kanak Yesus, mengalami rahmat dan bantuan dari karunia keperkasaan dalam perjuangannya menghadapi sakit TBC yang dideritanya. Sakit penyakit tersebut tidak menjadi halangan baginya untuk mempersembahkan hidup dan karya–karyanya setiap hari.

Dengan karunia ini, kita dimampukan untuk tidak berkecil hati dan bersedih, lalu menyalahkan keadaan atau Tuhan yang terasa kurang adil, bila kita menderita penyakit berat yang sulit disembuhkan. Karunia ini mampu menghadirkan pengharapan, kepasrahan dan kesetiaan kepada Tuhan sehingga dalam penderitaan, kita pun mendapatkan kekuatan lebih.

c. Menghadapi tantang kesulitan hidup

Marilah kita melihat kisah tentang Ayub yang dicobai dan hidupnya dihancurkan sedemikian rupa sehingga ia tidak punya apa–apa lagi dalam hidupnya. Karena kesetiaan dan keyakinannya kepada Tuhan senantiasa, Ayub sanggup menghadapi tantangan hidup yang demikian besar, dan pada akhirnya hidupnya pun dipulihkan oleh Tuhan.

Dewasa ini tantangan nyata yang ada dalam kehidupan kita adalah kesulitan ekonomi, keuangan dan hubungan keluarga. Kita patut senantiasa berharap pada bimbingan Roh Kudus, terutama melalui karunia keperkasaan untuk mampu bertahan.

3. Bagaimana Peran Karunia Keperkasaan dalam hidup kita ?

a. Membantu kita dalam menjalani Praktek Hidup Kudus

Setiap orang yang diberikan karunia keperkasaan mampu untuk mempertahankan imannya dan menjalankan praktek hidup kudus. Kita dapat memohon kepada Roh Kudus untuk mengaruniakan karunia keperkasaan agar kita sanggup untuk secara rutin menjalankan praktek hidup kudus, yaitu hal–hal sederhana, seperti berdoa setiap hari, mengikuti misa harian dan misa minggu dengan rutin.

Secara khusus karunia ini membantu kita dalam menghadapi godaan–godaan yang datang untuk melemahkan semangat kita dalam memperjuangkan praktek hidup kudus. Misalkan, kita sempat memilih jalan–jalan ke mall dibanding pergi ke Gereja di hari minggu atau ke pertemuan doa.

b. Membantu meningkatkan Iman

Walaupun kita tidak selalu dapat memahami seluruh ajaran Gereja secara lengkap, tapi sebenarnya kita telah diberikan karunia keperkasaan untuk mempertahankan iman dan identitas katolik kita. Tidaklah mudah bagi orang lain untuk menggoyahkan iman kita, karena kita menjadi lebih percaya dan mampu untuk bersandar pada kemaha kuasaaan Tuhan dalam menaungi hidup kita.

Setiap kali tantangan menghadang, kita mengandalkan Tuhan dan berdoa supaya Tuhan memampukan kita melewati perkara–perkara sulit tersebut. Ini juga merupakan buah dari Karunia Keperkasaan.

c. Setia dalam Pelayanan

Bunda Teresa dari Kalkuta sanggup melayani orang–orang miskin, dan sepanjang hidupnya melayani orang–orang yang sakit, sekarat dan menderita. Karunia keperkasaan ini akan membantu kita melayani dengan baik, dan setiap tantangan kesulitan dan halangan yang akan kita hadapi, mampu terselesaikan dengan baik.

Banyak orang yang telah melayani dengan serius, meskipun harus menghadapi rupa–rupa kesulitan, tetap memperoleh sukacita yang besar. Semuanya ini tentu adalah buah dari karunia keperkasaan itu.

4. Menempuh perjalanan hidup besama Roh Kudus

Pada akhirnya, kita semua perlu menyadari kehadiran nyata Roh Kudus dalam hidup kita ini. Kita semua yang telah dibabtis dan telah menerima Sakramen Krisma, juga menerima 7 karunia Roh Kudus. Ingatlah bahwa sesungguhnya karunia ini bersifat tetap, dan dapat dikembangkan dan juga merupakan karunia yang membawa kita kepada kekudusan. Sesungguhnya pula, 7 karunia Roh Kudus ini saling terkait dan saling mendukung satu dengan yang lain, sehingga kita semua dapat bertumbuh dalam kerohanian kita melalui karunia–karunia ini.

SHARING

  1. Ceritakanlah pengalaman anda saat dibimbing oleh Roh Kudus dalam menghadapi tantangan–tantang dalam hidup.
  2. Bagaimanakah usaha anda dalam menghayati kehadiran Roh Kudus khususnya melalui karunia Keperkasaan ?

Referensi

http://www.katolisitas.org/tujuh-karunia-roh-kudus-yang-menuntun-manusia-ke-surga/

admin