BUNDA MARIA PENDOA SEJATI
( Lukas 1 : 38 )

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan ; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”

Sebagai anggota KTM tradisi Karmel mewarnai begitu mendalam kehidupan anggotanya dalam perjalanan rohani menuju kepada Allah. Salah satu warna yang paling utama yaitu bahwa Bunda Maria menjadi pelindung KTM dengan kasih keibuannya (sumber PPAT 1 bab 1). Dalam VD kali ini kita akan membahas secara khusus teladan Bunda Maria sebagai pendoa sejati yang senantiasa mendoakan kita dalam KTM. Lalu apa saja yang dapat kita teladani dari Bunda Maria sebagai pendoa sejati ?

Maria selalu bersatu dengan Allah

Mari kita bayangkan sejenak peristiwa dalam Lukas 1:26 – 38. Saat itu Bunda Maria mendapat kabar dari malaikat Gabriel Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. “Saat itu Bunda Maria belum bersuami, saat menanyakan bagaimana hal itu terjadi maka malaikat Gabriel berkata Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lalu apa jawaban bunda Maria? Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu Coba kita bayangkan jika situasi itu terjadi pada kita, seorang wanita yang tiba–tiba kita mengandung. Padahal kita tidak pernah melakukan hubungan dengan seorang pria. Jika malaikat Tuhan bersabda demikian apakah kita mau menerimanya? lalu bagaimana kita menyampaikanya kepada orang tua kita? Bagaimana kalau kita bertemu dengan teman-teman kita? Apakah kita mau menerima semua cemooh mereka? Dihakimi dan ditolak untuk sesuatu yang tidak kita lakukan. Terlebih pada masa itu ada sebuah hukum dimana seorang yang kedapatan berbuat zinah akan dirajam sampai mati. Dengan kata lain nyawa Bunda Maria sebenarnya terancam saat mengalami peristiwa tersebut. Akan tetapi apa yang Bunda Maria lakukan? Ia hanya fokus kepada kehendak Allah dengan taruhan nyawanya sendiri, cemoohan orang dan penghakiman pada sesuatu hal yang ia sendiri tidak lakukan. Ia keluar dari dirinya sendiri dan bersatu dengan Allah sepenuhnya. Ini adalah teladan iman yang luar biasa.

Maria merenungkan segala sesuatu dalam doa

Saat ini mari kita membayangkan sebagai orang tua yang anaknya hilang. Apa yang kita rasakan? Mungkin kita merasa panik, cemas, khawatir. Mungkin dalam hati kita menyalahkan diri sendiri atau anak kita mengapa pergi ke tempat lain tidak pamit atau memberitahu. Situasi ini dialami Bunda Maria saat kehilangan Yesus. Tiga hari lamanya mencari Yesus dimana–mana hingga ahkirnya menemukan-Nya di bait Allah. Waktu Bunda Maria menemukan Yesus, ia bertanya mengapa Yesus melakukan itu? jika kita menemukan anak kita yang hilang kira–kira kata kata apa yang biasanya kita ucapkan ? Kamu kemana saja, kok tidak pamit? Kita berharap anak kita menyesal atas perbuatanya. Mungkin meminta maaf. Akan tetapi saat itu Yesus berkata Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? ” (Lukas 2:49) Sebagai orang tua jika memerima jawaban seperti ini umumnya kita akan marah kepada anak kita. Akan tetapi dalam ketidak mengertianya yang Bunda Maria lakukan adalah “Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. ( Lukas 2 : 51 ) Bunda Maria adalah seorang yang merenungkan peristiwa ini dalam hatinya. Ia ada seorang yang kontemplatif, Ia tidak cepat marah, atau menghakimi. Marilah kita teladani keutamaan Bunda Maria.

Referensi

[1]. PPAT 1 KTM

[2]. http://www.holytrinitycarmel.com/bunda-maria-pendoa-yang-sejati/

Sharing

Sharingkanlah pengalaman hidupmu yang paling sulit, mungkin engkau terpuruk dalam ekonomi, atau ditinggalkan orang yang dicintai, gagal dalam usaha hingga membuat kita ragu akan kehadiran Tuhan ? lalu menurutmu apa bedanya dirimu dengan Bunda Maria ? apa yang engkau bias teladani dari Bunda Maria ? sharingkanlah pengalamanmu.

admin