Hidup dalam bimbingan Roh Kudus (Gal. 5 : 22 – 23)
Tujuan
a. Agar anggota memahami siapakah Allah Roh Kudus.
b. Agar anggota menyadari bahwa mengikuti bimbingan RK adalah pusat
kebahagiaan kita
c. Agar anggota mampu mengenali dan mengikuti bimbingan Roh Kudus .
d. Agar anggota menyadari bahwa bimbingan tersebut sangat nyata didalam hidup
sehari hari.
Pendahuluan
Siapakah Roh Kudus itu? Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal yang dikaruniakan Allah kepada kita untuk menghibur dan menguatkan kita dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan dan penderitaan. Mengapa kita harus mengikuti bimbingan Roh Kudus? Jika kita taat, mengikuti bimbingan Roh Kudus serta menyerahkan
diri kepada-Nya, maka kita akan menerima kebahagiaan, hidup baru, ide baru, pandangan baru, semangat baru, karena kasih-Nya selalu baru setiap hari. Kita menjadi lebih bergembira, lebih damai, dan hati lebih bersih. Melalui karunia-karunia Roh Kudus kita dapat menjadi lebih bahagia seperti yang dikatakan dalam Sabda Bahagia. (Mat.
5: 3-12) Meskipun miskin, berdukacita, dianiaya, lapar dan haus, difitnah, tetap dapat bergembira dan berbahagia, karena hati yang suci dapat selalu melihat Allah yang hadir dalam semua peristiwa hidup yang kita alami. Dengan mata iman kita dapat selalu bersyukur kepada Tuhan. Dari karunia dan kebahagiaan mengalirlah buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal. 5: 22-23) Bila Roh Kudus berkarya lewat rahmat dan karunia-Nya, maka jiwa kita akan dipenuhi dengan kegembiraan, kekuatan, penghiburan. Roh Kudus memungkinkan kita mengenal Allah. Kegembiraan dan penghiburan adalah benar-benar karakter Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul, para murid dipenuhi dengan kegembiraan dan sukacita Roh Kudus. Meskipun para rasul mengalami penganiayaan dan penderitaan, mereka tetap
bergembira karena boleh menderita demi Kristus. (Kis. 5: 41) Kegembiraan merupakan hasil kesucian, kita menemukan orang-orang suci yang selalu bergembira. Tidak ada orang kudus yang murung, orang-orang kudus selalu bersukacita dan bergembira karena sadar bahwa Allah mengasihinya.
Mendukakan Roh Kudus Allah
Kita dapat menyedihkan hati Roh Kudus, kalau kita melakukan perbuatan-perbuatan dosa dengan tahu dan mau. Tanpa Roh Kudus kita hanya menghasilkan dosa-dosa. Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. (lih. Gal. 5:21) Karena Roh Kudus sungguh-sungguh tinggal dalam jiwa kita maka kita harus menghormati diri kita sendiri, dan juga menghormati orang lain. Bila kita melakukan dosa-dosa, misalnya sombong, marah, dendam, benci, irihati, cabul, rakus, m
alas, tidak jujur, menyakiti hati orang lain, berbicara yang jelek tentang orang lain, dan lain-lain, itu artinya
kita tidak hanya melukai hati malaikat pelindung kita, namun juga melukai hati Roh Kudus atau mendukakan hati Allah dan hidup kita akan menderita. Maka kita harus bertobat dari segala dosa yang kita perbuat.
Apa yang diperlukan supaya kita hidup dalam bimbingan Roh Kudus?
* Bertobat: berhenti berbuat dosa, menerima Sakramen Tobat, dan memperbaiki hidup kita yang melukai hati-Nya.
* Rendah hati: percaya dan menyerahkan diri dengan tulus hati kepada Roh Kudus, membiarkan diri kita diubah oleh-Nya agar menjadi bersih, suci, dan indah di hadapan-Nya.
* Menjalin relasi pribadi dengan Dia: berdoa, menghayati Ekaristi, merenungkan sabda-Nya, melakukan perbuatan baik/kasih, dan melakukan perintah-perintah-Nya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang tinggal di sebuah kost di kota Jakarta. Pemuda ini sedang kuliah sambil bekerja. Pada suatu hari menjelang akhir bulan, pemuda tersebut kehabisan uang untuk makan. Ia sungguh kelaparan. Dalam perjalanan pulang dari tempat kuliah ia melihat ada seorang ibu sedang berjalan di sebuah trotoar.
Dompetnya tanpa ia ketahui jatuh di trotoar. Pemuda itu berpikir wah ini kesempatan, kapan lagi dapat uang untuk makan. Lagian ibu tersebut tidak menyadarinya. Tapi ia berpikir lagi, ah kasihan juga ibu tersebut. Pasti sedih kalau dompetnya hilang. Nanti kalau tidak bisa makan seeprti saya, kasihan. Akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu ibu tersebut. Ibu tadi berterima kasih. Ia menceritakan bahwa anaknya sedang sakit dan saat ini sedang buru-buru menjenguknya. Sebagai rasa terima kasih ibu tadi mengajak pemuda tadi makan bersama. Setelah itu pemuda itu merasa sangat bersyukur karena ia memilih melakukan yang baik dan diberi makan. Ia merasa Tuhan memeliharanya dan saat ia sampai di tempat kost, ternyata ibunya baru saja mengirimkan uang ke rekeningnya.
Padahal ibunya tidak mengetahui akan kondisinya. Melalui contoh tersebut kita dapat melihat dan merasakan bahwa bimbingan Roh Kudus itu begitu nyata di dalam hidup kita. Marilah kita mengikuti bimbinganya dan kita akan semakin masuk pada pengalaman yang mendalam akan kehadiran Roh Kudus di dalam hidup kita. Dan pengalaman tersebut nyata dalam hidup sehari hari.
Panduan Cara Membawakan Materi Dalam Sel
Mintalah anggota untuk mengisi pertanyaan di bawah ini
(Pembawa renungan diharapkan menyiapkan kertas dan alat tulis, bisa juga para anggota diminta untuk membawa alat tulis masing-masing dari rumah.) Bacakan pertanyaan ini satu per satu, dan mintalah setiap anggota menuliskan jawaban pribadinya di atas secarik kertas, yang nantinya bisa dibaca dan dibahas bersama.
  • Apakah yakin bahwa Roh kudus benar-benar ada dan hadir dalam hidupmu?
  • Apakah dengan mengikuti bimbinganNya membuat kita bahagia?
  • Menurutmu, apakah engkau sudah mengenali dan mengikuti bimbingan Roh Kudus?
(Setelah semua pertanyaan dijawab oleh semua anggota yang hadir. Lembar jawaban dibiarkan saja tetap pada masing-masing anggota, karena setelah bacaan dan renungan akan ada pertanyaan lanjutan)
Bacaan
Bacalah Matius 5 : 3 -12 dilanjutkan Galatia 5 : 19 – 23. Bacaan dapat dibaca bersama-sama atau salah seorang anggota sel membacakan, lalu berikan waktu yang cukup bagianggota untuk membaca berulang-ulang hingga mereka bisa memahami bacaan ini. (sekitar 5-10 menit) Untuk membantu anggota dalam memahami konteks bacaan, pada
tahap ini pembawa renungan dapat menyampaikan tujuan dan penjelasan yang telah dijabarkan di atas.
Setelah itu ajaklah anggota untuk mencari satu ayat yang berkesan dan merenungkan pengalaman apa yang dimiliki sesuai dengan ayat tersebut.
Bahan untuk sharing
Pertanyaan pertama :
  • Apakah engkau pernah merasakan letih, bosan, lelah, saat menjalankan komitmen KTM? Sharingkanlah pergumulanmu dalam mengikuti bimbingan RK dalam hal tersebut.
  • Apakah engkau dapat mengatasi semua halangan tersebut?
  • Apa yang engkau rasakan? Bahagia atau menderita?
Pertanyaa kedua :
  • Menurutmu seperti apakah bimbingan Roh Kudus di dalam hidup kita sehari hari?
  • Pernahkah engkau menolak bimbingan Roh Kudus? apa yang engkau rasakan?
  • Bahaslah pertanyaan yang sebelumnya diisi dengan teman selmu

admin