KUTUK

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kutuk adalah: Doa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusah an atau bencana kepada seseorang. Kesusahan atau bencana yang menimpa seseorang disebabkan oleh doa atau kata-kata yang diucapkan orang lain.

Seringkali ketika orang lagi emosi, orang dengan mudah dan tanpa sadar mengutuk, mengucapkan sumpah serapah, kata-kata kotor, kebun binatang dsb-semuanya digolongkan perkataan sia-sia. Bagaimana cara menanggulanginya?

Renungan

Didalam Perjanjian Lama, kita sering menjumpai kutuk dan berkat. Kutuk terjadi jika kita tidak mendengarkan perintah Tuhan dan menyimpang dari jalan Tuhan, dengan mengikuti allah lain sedangkan berkat apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan dan mengikutiNya (Ulangan 11:26-28) Oleh karena itu kutuk merupakan satu paket dengan dosa, karena memang kodrat dari dosa yang membawa maut (Roma 5:23).

Yesus telah menebus segala dosa dan kutuk kita sekali untuk selamanya lewat pengorbannya wafat di kayu salib.

Jika kita mendapatkan selebaran gelap entah itu physical-kertas atau non-physical-media sosial yang isinya antara lain: “Jika kamu sebarkan kamu akan mendapat berkat tapi jika kamu abaikan atau buang maka kamu akan mendapat celaka”. Termasuk Novena kepada St Jude (St Yudas Tadeus) dimana ada ditambahkan syarat pengabulan doa. Janglah kita percaya dan janganlah kita sebarkan. Tak sedikit pembaca mempercayainya atau setidak-tidaknya berjaga-jaga jangan sampai celaka menimpa mereka lantaran mengabaikan selebaran itu. Sebenarnya jika seperti ini kita telah dibelenggu oleh ketakutan dan kecemasan. St Paulus mengingatkan kita, “Kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu Anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, “ya Abba, ya Bapa” (Roma 8:15).

Ketika kita sedang marah, cobalah menenangkan diri dengan menarik nafas panjang dua atau tiga kali, masuk ke ruang doa. Ungkapkan kekesalan, kemarahan, kekecewaan itu pada Tuhan Yesus. Hati-hati dengan lidah kita.” Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini saudara-saudariku, tidak boleh demikian terjadi. (Yak 3:9-10). Hal ini dikarenakan “Lidah adalah api, ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat diantara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka” (Im 3:6).

Marilah kita mengendalikan lidah dan mulut kita. “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Mat 12:36-37)

Sharing

  1. Apakah kamu pernah menerima selebaran gelap? Apa yang kamu perbuat?
  2. Bagaimana cara mengendalikan emosi dan lidahmu? Apakah perkataanmu pernah menyakiti orang lain? Bagaimana cara memperbaiki nya? Sharingkanlah!

Pedoman Hidup no. 15:

Kesempurnaan kristiani terdapat dalam kasih, baik sebagai faal atau perbuatan tersendiri, maupun sebagai penjiwa tindakan-tindakan lainnya. Semakin engkau tumbuh dalam kasih,semakin engkau sempurna. Kesempurnaan tertinggi terdapat dalam persatuan cintakasih dengan Allah, persatuan yang menjadikan jiwa sungguh-sungguh satu dengan Allah. Persatuan ini biasanya disebut dengan istilah persatuan transforman. Dalam persatuan ini manusia diubah seluruhnya ke dalam Allah, sehingga ia hanya menghendaki apa yang dikehendaki Allah, melihat segala sesuatu dalam iman 9sesuai dengan pandangan Allah sendiri dan mencintai dengan cinta Allah sendiri.

 

Website katolitas.org; Apakah Arti Kutuk?
Iman Katolik: Tinjauan Kritis atas perbagaia selebaran berkat kutuk
Renungan Harian Air Hidup: Perkataan Sia-Sia? Stop!

http://airhidupblog.blogspot.com.au/2015/05/perkataan-sia-sia-stop.html

admin