KARUNIA KEPERKASAAN

“Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
( Lukas 24:49 )

Setelah merayakan perayaan Paskah, kita juga seperti para rasul mengalami sukacita dari kebangkitan Kristus yang mengalahkan maut, mematahkan kuasa dosa dan menyatakan kemuliaanNya sebagai Tuhan, Raja dan Juru Selamat seluruh umat manusia. Selama 40 hari lamanya Yesus tinggal bersama-sama dengan murid-muridnya sebelum Dia naik ke surga dan mengambil tempatNya di sisi kanan Allah Bapa. Sebelum Yesus ke surga, ada sebuah pesan yang diberikan sebagaimana dicatat di akhir Injil Lukas “dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”(bdk Lukas 24:47-49).

Sebagai pengikut Kristus di masa ini, kita juga turut mewarisi amanat dari Yesus tersebut. Mewartakan kabar gembira dan menjadi saksi hidup atas iman kita. Dan kita juga, melalui Sakramen Baptis, telah dikaruniakan kuasa dari tempat yang tertinggi yang akan memperlengkapi perutusan dan peziarahan kita di dunia ini. Kuasa itu adalah kehadiran Roh Kudus dalam diri kita.

Pada diri setiap orang yang sudah dibaptis, telah hadir Roh Allah sendiri yaitu Roh Kudus dalam diri mereka. Roh Kudus memberikan sebuah daya ilahi yang akan membantu jiwa untuk berjalan mencapai persatuan yang kekal dengan Allah. Daya-daya ilahi dari Roh Kudus inilah yang kita sebut sebagai Rahmat Pengudus, atau lebih dikenal dengan nama 7 Karunia Roh Kudus. Ketujuh karunia Roh Kudus yang diberi kepada orang Kristen adalah: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan, kesalehan, dan rasa takut kepada Allah. (KGK 1845). Ketujuh karunia ini, yang disebut sebagai Rahmat Pengudus, disebut juga rahmat habitual sebab rahmat ini menetap, menjadi kebiasaan, sehingga jiwa tidak terkena oleh dosa berat. Dosa merupakan halangan utama bagi jiwa untuk mencapai persatuan sempurna dengan Allah. Dengan memohon dan mengandalkan pada Ketujuh Karunia Roh Kudus, maka kita akan diberikan kekuatan untuk melawan berbagai dosa dan kecenderungan diri untuk berdosa sehingga segala pikiran, kehendak, perkataan dan perbuatan kita dapat selalu terarah pada yang kudus, baik dan benar. “Rahmat Allah yang membawa keselamatan telah datang kepada semua orang. Dia mengajar  kita untuk mengatakan ‘Tidak’ kepada kefasikan dan kesenangan-kesenangan duniawi, dan untuk hidup secara bijaksana, adil, dan beribadah kepada Tuhan” (bdk. Tit.2:11-12).

Pada pengajaran minggu ini kita akan fokus kepada salah 1 dari Ketujuh Karunia Roh Kudus, yaitu Karunia Keperkasaan.

Karunia Keperkasaan

Karunia keperkasaan adalah sebuah karunia dari Roh Kudus yang memberikan sebuah keberanian pada jiwa untuk mengejar yang kudus, baik dan benar. Karunia ini akan mendorong jiwa untuk tidak takut dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang harus dilewati yang menghalangi tercapainya kebaikan tersebut.

Karunia keperkasaan dari Roh Kudus adalah keberanian untuk mencapai misi yang diberikan oleh Tuhan, bukan berdasarkan pada kemampuan diri sendiri, namun dengan bersandar pada kekuatan Tuhan. Dengan kebajikan keperkasaan, kita dapat berkata seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Flp 4:13). Juga, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rom 8:31) Melalui karunia ini, Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk yakin, percaya dan bersandar kepada kekuatan Allah. Allah dapat menggunakan kita yang terbatas dalam banyak hal untuk memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan. Sebab Allah memilih orang-orang yang bodoh, yang lemah, agar kemuliaan Allah dapat semakin dinyatakan, dan agar tidak ada orang yang bermegah di hadapan-Nya (lih. 1Kor 1:27-29).

Renungan

Sebagai anggota KTM, kita telah dipanggil oleh Allah untuk masuk ke dalam ebuah keluarga yang memiliki panggilan untuk menjalani kehidupan dengan intim dengan terus mengalami kasih Tuhan sampai kesempurnaan, dan mengajak orang lain kepada pengalaman tersebut (bdk Visi Misi KTM). Perjalanan menjadi lebih dekat dengan Tuhan seringkali harus melewati berbagai cobaan dari berbuat dosa, mengatasi kelemahan diri sambil berkutat dengan besar kecilnya badai kehidupan yang kita harus lewati.

Janganlah pernah menganggap diri kita ini biasa-biasa saja dan tidak memiliki kapasitas yang hebat untuk melakukan pelayanan dan menjalankan misi perutusan dari Tuhan. St Theresia Lisieux dalam teladan hidupnya telah mengajarkan kita bahwa bukan besar kecilnya perbuatan, namun besarnya Cinta yang kita torehkan dalam melandasi sebuah perbuatan. Hal itulah yang berharga di mata Allah. Bagaimana kita berjuang dalam keseharian kita untuk memilih yang kudus, yang baik dan yang benar.

Di masa sekarang ini, dunia dengan segala penyesatan yang terjadi kerapkali membuat banyak hal berubah dari yang absolut menjadi yang relatif. Perbuatan dosa dengan mudah dikompromi atas nama keadilan, hak asasi, kehendak bebas dsb. Saya adalah korban ketidaksetiaan pasangan saya, masakah saya tidak berhak memulai hidup pernikahan yang baru? Saya adalah korban ketidakadilan dari rekanan bisnis saya yang mengakibatkan keluarga saya menderita, bukankah hak saya untuk membalas dendam? Saya adalah seorang wanita muda yang hanya 1 kali mengambil sebuah keputusan yang salah, apakah saya harus membayarnya seumur hidup saya dengan melahirkan anak ini? Nilai-nilai luhur seperti kesucian, keadilan dan kebenaran seolah sudah menjadi barang purba yang tidak relevan lagi dengan moral masyarakat masa kini.

Entah yang kita alami adalah seperti dicontohkan dalam hal-hal besar di atas, atau hal-hal yang lain seperti ketaatan dalam membayar pajak, korupsi, pemakaian kontrasepsi dsb, kita tetap dituntut untuk memilih hal yang sama. Yaitu hal yang kudus, baik dan benar di mata Allah.

Pandanglah Yesus yang tersalib demi kita. Dia menerima penolakan batin, dikhianati sahabat-sahabat terdekatNya, disiksa fisik, dicemooh, dilecehkan, dihina sampai wafatnya di kayu salib. Pandanglah Bunda Maria, yang dengan tertatih-tatih, sambil menggigit bibir menahan derita batin seorang Ibu, yang melangkah mengikuti jalan salib PutraNya terkasih yang dia tahu adalah sempurna dan tidak berdosa. Mereka menghadapi cobaan yang begitu berat, namun oleh karena Roh Keperkasaan yang diberikan oleh Roh Kudus mereka dikuatkan untuk menjalaninya sampai akhir.

Dan saat ini pandanglah ke dalam jiwa kita yang terdalam. Roh Kudus yang sama ada di sana. Roh Keperkasaan yang sama disediakan bagi kita yang mau mengikutiNya, yaitu bagi kita yang mau memilih yang kudus, yang baik dan yang benar.

Beberapa rujukan tulisan:

Rahmat yang Mengagumkan: Bagian dari Hidup Ilahi yang dapat Dikembangkan, John H. Hampsch, CMF,

Tujuh karunia Roh Kudus yang menuntun manusia ke Surga, Stefanus Tay, http://www.katolisitas.org/tujuh-karunia-roh-kudus-yang-menuntun-manusia-ke-surga/

Pedoman Hidup KTM 16 :

Kesempurnaan cintakasih itu secara konkrit dinyatakan dalam persatuan cintakasih dengan Yesus. Inilah cita-cita Komunitas yang mulai sekarang juga harus menjadi cita-citamu, ialah membentuk engkau menjadi serupa dengan Yesus. Tujuan hidup kita ialah bersatu dengan Allah sedemikian rupa, sehingga seluruh hidup kita akan diubah seluruhnya. Engkau harus berusaha menjadi serupa dengan Yesus, sehingga makin hari pikiran dan perasaan Yesus akan hidup di dalam dirimu. Semakin hari Yesus harus semakin hidup dalam dirimu: dalam pikiran, ingatan, hati dan keinginan mu. Supaya engkau dapat menjadi serupa dengan Yesus, engkau harus mengikuti segala petunjuk dan peraturan yang diberikan kepadamu: semuanya itu adalah sarana yang penting untuk mencapai tujuan hidupmu, ialah persatuan cintakasih dengan Allah dalam Yesus Kristus dan dalam kuasa Roh Kudus.

Sharing

Pernahkah anda mengalami pertolongan Roh Kudus di mana anda dikuatkan dalam menjalani hidup sebagai seorang Katolik saat berjuang melakukan sebuah hal yang kudus, baik dan benar di mata Allah?

Sharingkanlah pengalaman tersebut.

admin