KEINGINAN DAGING DAN KEINGINAN ROH

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah.”-(Mat 26 : 41)

  1. Pendahuluan
    Apa yang kita lakukan tentu dilatarbelakangi oleh apa yang kita inginkan dan sukai untuk dilakukan. Namun mengikuti Kristus seringkali bukan mengenai apa yang ingin kita lakukan, melainkan apa yang perlu dan harus kita lakukan, supaya hidup dan iman kita dalam Dia menghasilkan buah. BuahRoh, yang dikehendaki Tuhan untuk dihasilkan oleh ranting-ranting-Nya. Namun ada keinginan daging yang menghambat buah Roh berkembang dan matang. Kita mempunyai keinginan daging, yang selalu bertentangan dengan apa yang roh. Itulah sebabnya Tuhan selalu mengingatkan kita untuk melekat kepadaNya dengan kesetiaan iman, kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, dan doa yang tak jemu-jemu, agar keinginan daging yang selalu berlawanan dengan keinginan roh itu dapat dikendalikan. Rasul Paulus menasehati, “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apayang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh,maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat”.(Gal 5 :16-18).
  2. Keinginan Daging
    Roma 8:5-8 tertulis: Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Kata keinginan dalam teks aslinya adalah phroneo (φρονέω) yang artinya adalah way of thinking (cara berpikir) atau mindset (pola berpikir). Pada dasarnya phroneoa dalah cara menerima sesuatu, memproses, menganalisa dan mempertimbangkan sesuatu tersebut untuk kemudian membuat keputusan. Keinginan daging sebenarnya tidak hanya menunjuk kepada suatug airah, hasrat dan keinginan, tetapi kepada cara bertindak yang berasal dari dorongan kebutuhan daging, kebutuhan jasmani atau nafsunya. Tentu hal ini berdasarkan pertimbangan yang bukan dari Allah. Adapun keinginan daging seperti: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya(bdk. Gal 5: 19-21).

    Manusia hidup dalam kodrat dosa yang selalu meleset dari kehendak Allah yang sempurna. Tindakan-tindakannya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hidup menurut daging pada dasarnya adalah hidup dengan cara berpikir yang tidak sesuai dengan cara berpikir Roh. Orang yang hidup menurut daging berarti tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus, dengan demikian ia tidak dapat disebut sebagai anak Allah (Rm. 8:14). Ini tidak selalu berarti orang tersebut pasti menjadi jahat atau berkarakter seperti hewan. Manusia masih bisa berbuat baik sesuai dengan norma yang diajarkan oleh keluarga, sekolah, pergaulan dan lingkungannya. Tetapi cara berpikir manusia tidak bisa sinkron dengan cara berpikir Allah walaupun tindakan atau perilakunya baik dan tidak melanggar norma umum di mata manusia, tetapi tidak mencapai standar kesucian Allah. Allah tidak berkenan kepada mereka yang hidup menurut daging. Dalam hal ini kita menemukan bahwa Allah yang berdaulat, secara mutlak menghendaki kesucian orang percaya seperti kesucian-Nya. Itulah sebabnya Allah berkata: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1Ptr. 1:16). Allah menghendaki agar orang percaya mengenakan kodrat Ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan-Nya. Di zaman Perjanjian Lama, hidup dalam daging masih bisa diterima, yang penting mereka tidak melanggar hukum Taurat Tetapi di zaman Perjanjian Baru, standarnya adalah sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus.

  3. Keinginan Roh
    Sejak menjadi pengikut Kristus,kita bukan milik diri kita sendiri lagi, melainkan milik Kristus. Artinya apayang kita pikirkan, katakan, dan lakukan, tidak seharusnya sekedar dilatarbelakangi oleh apa yang kita inginkan, tetapi apa yang Kristus inginkan. Kristus merindukan kita menjadi bebas, dan dengan gembira melakukan perbuatan-perbuatan yang memang menyukakan jiwa kita dengan sebenar-benarnya, dan perbuatan yang menyukakan jiwa secara sejati itu hanyalah perbuatan yang dilakukan oleh karena Dia, di dalam Dia, dan hanya bagi Dia, yang menciptakan kita seturut dengan citra-Nya dalam cinta yang kekal. Hidup dalam Roh Allah artinya Roh memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus Yesus dari hukum dosa dan hukum maut (Rom8:2). Dosa pada dasarnya membuat manusia akhirnya mengalami “kematian” namun akhirnya Roh Allah itu menghidupkan manusia dan melepaskan dari setiap belengu dosa dan kematian. Roh Allah yang diam di dalam diri seseorang akan menghidupkan juga tubuh mereka yang fana (Rom 8:11).Manusia yang sudah hidup dalam Roh Allah pasti mereka memikirkan hal-hal yang dari Roh (Rom 8:5) yaitu; Seperti tertulis dalam Galatia 5: 22-26 mengenai Buah Roh adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Keinginan-keinginan yang muncul di dalam diri seseorang yang mengalami Roh Allah adalah hidup dan damai sejahtera (Rom. 8:6). Jika seseorang ingin hidup dalam Roh Allah, maka dia harus mematikan perbuatan-perbuatan daging (Rom.8:13). Gelar sebagai anak Allah diberikan kepada orang-orang yang dipimpin oleh Roh Allah(Rom8:14). Roh Allah menjadikan mereka anak Allah (Rom8:15). Setiap orang yang hidup dalam Roh Allah, mereka selalu berseru kepada Allah dan mereka pasti mengatakan Ya, Abba, Ya Bapa! (Rom8:15).Anak-anak Allah adalah ahli waris kerajaan Allah yang berhak menerima janji-janji Allah (Rom8:7). Hidup dalam Roh membuat seseorang dapat memahami kehendak Allah; apa yang baik, berkenan dan sempurna. Sekalipun memang sering terasa berat dan masih terus jatuh bangun untuk melakukannya, pada saat kita patuh (atau setidaknya mencoba terus untuk patuh) dalam mengikuti ajakan Yesus untuk Hidup dalam Roh, kita telah berhasil melakukan apa yang benar-benar jiwa kita ingin lakukan. Kerelaan untuk patuh itu sering memberikan bonus lain dimana motivasi kita dimurnikan, sehingga secara spiritual kita menjadi semakin kuat. Pada saat itu keinginan daging mati, dan keinginan Roh makin kuat, dan jika hal itu terus menerus kita pertahankan, maka kehidupan kita menghasilkan buah-buah kasih yang lezat dan manis, menyukakan hati Tuhan, dan membuat kita selalu merasa damai di hadirat-Nya. Pada saat itu sesungguhnya hanya badan jasmani kita yang masih berada di dunia, tetapi jiwa dan hati kita sebenarnya sudah selalu bersama Dia di Surga (bdk. Yoh 14:3).

Referensi:

http://www.katolisitas.org/prinsip-paradoks-dalam-pergumulan-roh-vs-daging/;http://www.rehobot.org/beranda_renungan/keinginan-daging/;https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fwww.towards2020.org%2Fassets%2Fuploads%2Fdevotion%2Fh54.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.towards2020.org%2Fdevotion%2Fkonsistensi-berpikir-sebagai-umat-tebusan-yesus-kristus.html&docid=QE9-kctWIKjUIM&tbnid=X5rB9h6DXM3dIM%3A&vet=10ahUKEwi5qJneovfgAhWG7HMBHcJlAw0QMwhTKBMwEw..i&w=745&h=373&safe=strict&bih=657&biw=1366&q=keinginan%20roh%20dan%20daging&ved=0ahUKEwi5qJneovfgAhWG7HMBHcJlAw0QMwhTKBMwEw&iact=mrc&uact=8;

Pedoman Hidup 63:

Bahkan bila dalam keadaan itu engkau ditarik masukke dalam keheninganyang lebih besar, biarkan dirimu ditarik oleh Nya

SHARING

  1. Sharingkanlah apakah hidup kita sudah dalam Roh Allah atau sering dalam keinginan daging?
  2. Adakah perbuatan daging apa yang masih sering kita lakukan dan sulit diatasi. Sharingkanlah pengalamanmu!

admin