BERJAGA JAGA MENYAMBUT KRISTUS

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Matius 26 : 41)

Pendahuluan

Saudara saudari yang terkasih dalam Kristus, saat ini kita telah memasuki masa adven. Dalam masa adven gereja mengajak umatnya untuk mempersiapkan diri menyambut natal. Biasanya di hari Natal kita memasang pohon natal, merayakan dengan sukacita bersama keluarga, sahabat dan umat di paroki. Melalui Vacare Deo ini kita diajak untuk merenungkan bahwa dalam masa persiapan ini bukan hal lahiriah yang utama, akan tetapi kita perlu mempersiapkan diri dengan pertobatan. Pertobatan sejati membuat kita sungguh menyadari bahwa kita manusia berdosa yang tidak layak untuk menyambut Kristus. Namun karena belas kasih-Nya Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa. Dengan demikian kita dapat sampai pada makna terdalam dari kelahiran Kristus. Hal ini sungguh membuat kita mensyukuri karya penyelamatan Allah dan menimbulkan sukacita yang lebih dalam dari hanya sekedar perayaan lahiriah.

Apa yang harus dilakukan selama masa Adven

Apa itu Masa Adven? Dalam KGK. 524 “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua (Bdk. Wahyu.22:17). Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: “Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30). Secara garis besar kita dapat simpulkan sebagai masa penantian, dimana Allah menjadi semakin besar di dalam hati kita.

Perbuatan nyata apakah yang kita harus lakukan saat mengisi masa Adven ini

Di dalam kesibukan sehari-hari kita memiliki banyak kegiatan. Jika digolongkan ada yang berhubungan dengan keluarga, pekerjaan, kesenangan diri sendiri, pelayanan gereja maupun relasi dengan Tuhan. Sebagai contoh: Bermain handphone, menonton film bersifat untuk menyenangkan diri sendiri. Contoh lain ketika kita pergi makan bersama keluarga. Ini termasuk acara keluarga. Nah Dalam masa adven ini kita diundang untuk menantikan kedatangan Kristus dengan cara melakukan segala sesuatu yang membuat Tuhan semakin besar dalam diri kita. Hal tersebut meliputi: rajin berdoa, membaca kitab suci, menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen tobat, mengikuti adorasi, dan mendoakan novena. Melalui kegiatan rohani ini akan membuat kita semakin dikuasai oleh Roh Allah sendiri sehingga hati kita semakin siap saat menyambut kehadiran Kristus.

Perlunya Mempersiapkan Diri dalam Masa Adven

PERMAINAN

Buatlah kelompok maximal 1 kelompok 5 orang
Siapkanlah sebuah kardus berukuran 300 x 300 x 300 mm untuk masing-masing kelompok, disertai dengan kertas warna-warni, lem, gunting, pita dan spidol.

Mintalah masing masing kelompok bekerjasama untuk membuat sebuah kotak kado yang indah. Berilah waktu 5 menit untuk menyelesaikanya.

Setelah selesai melakukan permainan renungkanlah beberapa hal:

  1. Bagaimanakah hasil dari kotak kado yang telah dibuat oleh kelompokmu? Apakah bagus?
  2. Jika kita telah diberi tahu sebelumnya oleh teman bahwa ada permainan ini dan sudah mempersiapkan designnya, hiasan apa yang mau dipakai, alat-alat yang dibutuhkan, apakah hasilnya akan lebih baik ?
  3. Hal baik apa saja yang engkau dapatkan dari permainan tersebut?

Permenungan dari permainan

Melalui permainan si atas dan menjawab pertanyaan nomor 2. Kita dapat menyadari bahwa sebuah persiapan yang matang, akan membuat hasil akhir sebuah pekerjaan menjadi jauh lebih baik daripada tanpa persiapan. Hal ini menggambarkan juga hati kita dalam menyambut natal. Jika kita mempersiapkanya dengan baik maka kita akan mendapatkan makna yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan yang merayakanya sebagai sebuah rutinitas belaka.

Buah apa yang di dapat dengan melakukan persiapan batin

Setelah kita mempersiapkan hati sungguh-sungguh dengan kegiatan tersebut, coba saat ini kita merenungkan sejenak. Sebetulnya siapakah diri kita ini? Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa kita kehilangan kekudusan dan terpisah dari Allah (Kejadian 3). Dengan demikian kita memiliki kecenderungan yang mengarah kepada dosa. Coba kita lihat apakah setelah kita menerima Sakramen tobat kita melakukan dosa lagi? Jika iya, apakah kita mengalami kesulitan dalam memperbaiki diri kita? Nah dengan merenungkan hal tersebut kita diajak untuk menyadari bahwa kita ini manusia yang berdosa dan tidak sempurna. Dalam Katekismus 1871 “Dosa adalah satu ‘perkataan, perbuatan, atau satu keinginan yang bertentangan dengan hukum abadi” (Agustinus, Faust. 22, 27) Dikutip oleh TomasAqu., s.th. 1-2, 71, 6, obj. 1: sc.. Satu penghinaan terhadap Allah. Ia membangkang terhadap Allah dalam ketidaktaatan, yang berlawanan dengan ketaatan Kristus.” Dengan demikian jika menyadari bahwa kita itu telah menghina Allah dan dengan demikian tidak layak di hadapan Allah. Karena Allah itu kudus Lukas 1: 49 “karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” Dengan mengakui dosa kita dan kasih Allah yang mau menebus kita, kita dapat menyadari betapa besar cinta Allah kepada kita. Dan sesungguhnya Allah itu menyelamatkan kita bukan karena jasa atau kehebatan kita, tapi semata-mata karena Ia mengasihi kita manusia yang berdosa ini.

Setelah merenungkan bahwa kita ini manusia yang berdosa dan lemah, serta Allah begitu mengasihi kita ajaklah semua yang hadir untuk hening sejenak, Sadarilah segala dosa yang telah kita perbuat. Sadarilah bahwa semua dosa itu menghambat hubungan kita dengan Tuhan dan membutuhkan Sakramen tobat untuk memulihkanya. Rindukanlah Sakramen tersebut dan buat komitmen untuk segera menerima Sakramen tobat untuk mempersipakan diri menyambut Kristus. Kemudian sadarilah bahwa Yesus itu begitu mengasihi kita, walau kita berdosa tapi Ia rindu untuk mengampuni dan menyelamatkan kita. Mari kita menyanyikan lagu :

Sejauh timur dari barat

Sejauh timur dari barat
Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi perlanggaranku
Jauh kedalam jubir laut
Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhintungkan kesalahanku

Reff:
Betapa besar kasih pengampunanmu Tuhan
Tak kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterimakasih kepada-Mu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

Setelah menyanyi tutuplah dengan ucapan syukur atas kasih Tuhan dan lanjutkan dengan sharing:

Sharing:

  1. Bagaimanakah caramu mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran Kristus?
  2. Menurutmu mengapa Yesus yang adalah Allah mau lahir menjadi manusia untuk kita manusia yang berdosa?
  3. Apa yang engkau rasakan saat mengetahui begitu besar cinta Yesus tersebut?

Rhema ayat minggu ini

Yohanes 3 : 16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal…”

Pedoman hidup KTM 47:

Bila ada kesempatan berdoalah di hadapan Sakramen Mahakudus, di gereja atau kapela yang terjangkau olehmu. Bila tidak ada kapela di dekat rumahmu yang dapat kaukunjungi, lakukan saja Lectio Divina atau doa Yesus.

admin