MAKNA HIDUP BARU

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26 : 41

Pendahuluan

Dalam menyambut hari natal dan tahun baru. Kita sering melihat teman–teman kita membicarakan resolusi yang akan di lakukan tahun 2019 dan juga evaluasi resolusi tahun 2018. Ada dari resolusi tersebut yang tercapai dan tidak. Jika kita melihat bagaimana pelaksanaan pencapaian tersebut, maka kita akan melihat fluktuasi dari usaha kita, kadang bersemangat sekali, terutama setelah membuat resolusi dan mendapat motivasi. Tapi selama beberapa lama kita dapat melihat bahwa dengan permasalahan yang ada kita lupa akan tujuan kita. Seperti pada masa adven kita mempersiapkan diri dengan berdoa, menerima sakramen tobat, merayakan natal. Tetapi setelah natal apakah kita tetap berjaga jaga seperti masa adven. Sehingga kita mengalami perubahan hidup yang nyata, dimana dari tahun ke tahun akan ada pertumbuhan rohani yang nyata, makin meningkat. Melalui VD kali ini kita diajak untuk menemukan makna hidup baru yang membuat kita tetap setia untuk bertumbuh, tidak hanya masa tertentu saja.

Makna hidup baru

Jika kita mendengat kata hidup baru. Ada dua hal yang ada di dalamnya. Yang pertama adalah kehidupan yang lama, dan kedua kehidupan yang baru. Lalu kehidupan lama apa yang harus kita tinggalkan ? dan hidup baru seperti apa yang diharapkan oleh Kristus ? dalam surat kepada umat di Galatia dikatakan “Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. “Gal 5:16 Kita diminta meninggalkan hidup lama kita dalam daging dan memiliki hidup baru dalam roh. Lalu seperti apakah perbuatan daging itu ? dan seperti apa hidup dalam roh tersebut ? Perbuatan daging dibahas juga dalam surat kepada umat di Galatia “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu? seperti yang telah kubuat dahulu? bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.“ Galatia 5 : 19-21 Lalu perbuatan baru dalam roh itu seperti apa ? “ Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. “ Galatia 5 : 22–24

Saat ini cobalah kita renungkan sejenak, apakah ada hidup kita yang masih sesuai dengan perbuatan daging di atas ? cobalah untuk mengingat dan mencatat kelemahan apa saja yang ada pada kita ? lalu bagaimanakah kita dapat mengalahkan kelemahan tersebut ? terutama saat masa adven ini bagaimana kita berusaha sungguh sungguh untuk mengatasinya ? kemudian apakah kita berhasil mengatasi kelemahan tersebut pada masa adven ? mungkin dari kita ada yang merasa berhadil untuk mengatasinya, akan tetapi bisa juga sebagian dari kita merasa kesulitan untuk mengalahkan kelemahan tersebut, seringkali sudah mencoba, tetapi setelah beberapa lama gagal kembali. Atau mungkin merasa sangat sulit sekali mengalahkan kelemahan tersebut ? rasanya mustahil bisa lepas dari kelemahan tersebut. Oleh karena itu melalui VD kali ini ada beberapa tips yang dapat membantu kita untuk hidup baru dan mengatasi kelemahan perbuatan daging tersebut :

  1. Dalam Galatia 5 : 21 di atas dikatakan bahwa mereka yang hidup dalam perbuatan daging “ …. ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah “ dalam hidup kita sehari–hari, seringkali kita kurang menyadari bahwa perbuatan daging yang kita lakukan, membuat kita menderita, sengsara, takut, merasa bersalah, tidak tenang. Di sinilah bukti dari penggenapan firman Tuhan tersebut bahwa kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Alah. Kita bisa merasa nyaman dan senang dengan kepuasan dosa. Terkadang sudah melekat begitu rupa, merasa nyaman sehingga tidak mau meninggalkan perbuatan tersebut. Untuk sangat penting bagi kita untuk merenungkan buah dari perbuatan kita, saat jatuh dalam kelemahan, rasakan penderitaan tersebut dengan sungguh sungguh , sehinga kita mau dengan bulat hati menghindari perbuatan daging terabut. Demikian juga saat kita dapat mengalahkan kelemahan tersebut, rasakan kedamaian dan kebebasan yang kita dapatkan. Permenungan itu akan membantu kita untuk merubah cara hidup kita.
  2. “ Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26 : 41 Sadarilah bahwa kita harus senantiasa berjaga–jaga. Tidak hanya masa adven atau prapaskah saja, tetapi setiap saat. Dan sarana yang utama adalah jauhilah sumber dosa. Contoh : menjauhi film mengenai pornografi, bergaul dengan teman yang terlibat narkoba, perjudian, mabuk. Sambil membiasakan diri untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan, sehingga hati kita terus terarah kepada kehendak Tuhan seperti yang kita doakan dalam doa penyerahan KTM.
  3. “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. “ Roma 12: 2 Di dalam hidup kita sehari–hari. Kita sering membuat keputusan. Baik itu untuk hal–hal kecil maupun besar dalam hidup kita. Seperti memilih makanan yang akan kita makan, dan juga jalan hidup menikah atau membiara. Sadar atau tidak, pola pikir atau akal budi itu sangat berpengaruh pada keputusan kita. Sebagai contoh : saat kita memilih makanan, kita berpikir di dalam hati. Saya ingin makan soto, karena rasanya enak. Maka akan mempengaruhi keinginan kita. Dan saat kita menyetujui pemikiran tersebut dan ingin makan soto. Maka tubuh kita akan bertindak untuk membeli dan makan. Oleh karena itu akal budi kita perlu selalu diperbaharui, Dengan sering membaca firman Tuhan, mendengarkan khotbah atau kesaksian atau cerita orang kudus. Sehingga cara berpikir kita menjadi serupa dengan Kristus yang dating ke dunia untuk menggenapkan kehendak Bapa di Surga. Oleh karena itu biasakanlah diri untuk membaca buku rohani tersebut secara rutin yang membuat budi kita semakin diperbaharui menuju Kristus.
  4. “….. karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. “ Roma 5 : 3–5 Dalam usaha kita untuk hidup sesuai firman Tuhan, dalam pelaksanaanya kita seringkali mengalami kesulitan. Waktu ingin menjadi sabar, berpikir positif, ingin saling membantu dalam melayani, akan tetapi kita seringkali menemukan kesulitan. Sudah mencoba bersabar, satu-dua hari bahkan seminggu akan tetapi jatuh kembali dalam kelemahan kita. Saat ingin melayani bersama dengan kompak, lalu ada teman satu team yang bergosip, membicarakan kejelekan satu sama lain yang memecah kasih persaudaraan, Saat mencpba di dalam keluarga supaya saling mengerti, ternyata pasangan kita tidak memahami, atau mungkin anak–anak melakukan kesalahan yang membuat kita marah. Melalui firman yang kira baca dalam surat kepada umat di Roma, kita disadarkan bahwa melakukan kehendak Tuhan, kita akan mengalami kesulitan yang dapat membuat kita menderita. Susah dan senag silih berganti, selalu ada dalam hidup kita. Tetapi yang utama kita harus tetap tekun, terus menerus berusaha memperbaiki diri karena ketekunan kita akan membuahkan tahan uji. Dan tahan uji akan membuahkan pengharapan sehingga kita akan melihat karya Allah di dalam diri kita. Bagi kita mustahil tapi tidak bagi Allah. Inilah pengharapan dan iman kita akan kasih allah yang tak terbatas. Niscaya dengan kerinduan dan keterbukaan kita akan hidup baru, maka kita akan semakin serupa dengan Bapa di Surga.

Rhema ayat minggu ini

“ Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26 : 41

Pedoman hidup KTM 50:

Berdoalah dengan tujuan semata-mata untuk memuliakan Tuhan, untuk hadir pada Allah saja, bukan untuk mencari kepuasan diri sendiri. Semakin murni intensi doamu, semakin cepat engkau akan berkembang dalam pengenalan dan kasih Allah.

Sharing:

  1. Renungkanlah perbuatan daging apa saja yang menjadi penghalang utamamu untuk dekat dengan Tuhan ?
  2. Lalu harapan apa yang engkau rasakan, dengan kelemahan yang engkau miliki ? apakah engkau rindu untuk bebas dari kelemahan tersebut ?
  3. Kesulitan apa saja yang engkau alami dalam mengatasi kelemahan tersebut ? Sharingkanlah pengalamanmu

admin