PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI LOURDES

“Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: Mereka kehabisan anggur.Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Yoh 2 : 3-5

Pendahuluan

Sebagai umat katolik kita mendengar tentang penampakan Bunda Maria di berbagai tempat, mungkin mendengar juga bahwa di sana ada beberapa mukjizat yang terjadi. Sehingga tidak jarang kita mendengar teman–teman yang memohon doa tertentu, berusaha ziarah ke tempat tersebut supaya terkabul doanya. Melalui VD kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penampakan Bunda Maria di Lourdes, sehingga kita dapat memahami pesan apa yang hendak disampaikan, dan bagaimana sikap kita terhadap penampakan tersebut, sehingga saat ada pertanyaan dari keyakinan yang lain, kita sebagai anggota KTM dapat memberikan jawaban yang tepat sesuai pandangan gereja katolik.

Kisah penampakan Bunda Maria di Lourdes

Lourdes, suatu desa yang penting di jantung Perbukitan Pyrénées, dikelilingi oleh 45 puri-purinya. Pada tahun 1858 desa ini tidak berbeda dengan desa-desa lain di sekitarnya. Kecil tetapi penting bagi daerah di situ karena gedung pengadilan dan juga merupakan tempat perhentian kereta-kereta yang membawa penumpang-penumpangnya ke daerah sekitar Barres dan Lausanne. Desa ini merupakan sebuah paroki kecil dengan penduduk yang berjumlah sekitar 4135 orang, sebagian besar adalah petani atau tukang potong batu. Bagi kita sekarang, desa ini adalah pusat peziarahan. Di sini, di antara keluarga-keluarga yang sangat miskin ini, hiduplah seorang gadis kecil yang hanya tahu mendoakan doa rosarionya dan yang kisah nyatanya akan kita lihat sekarang ini. Bernadette, nama gadis kecil itu, yang akan menyambut kita di Lourdes. Dia adalah seorang gadis gembala yang lemah badannya, sangat kecil meskipun umurnya sudah 14 tahun. Dia biasa menggembalakan domba-dombanya di Bartrés atau di kebun sekolah para suster dari Nevers. Bernadette belajar di sekolah itu juga dari bulan Januari 1958 untuk belajar membaca, supaya dia dapat mengikuti pelajaran agama dan menerima komuni pertama.

Pada hari Kamis pagi, 11 Pebruari 1858, Bernadette meninggalkan rumahnya dengan Antoinette (Toinette) adiknya dan Jeanne Abadie, teman mereka, untuk mengumpulkan kayu di tepi sungai kecil dekat gua Massabielle. Bernadette sedang membuka sepatunya untuk menyeberangi sungai itu ketika tiba-tiba ada tiupan angin yang cukup keras sehingga membuatnya melihat ke atas. Ada cahaya memancar dari dalam gua. Apakah yang dilihatnya? Seorang wanita dengan gaun putih dan kerudung putih serta berikat pinggang biru. Di sela-sela jari kakinya, kanan dan kiri ada sebuah mawar kuning, sewarna dengan manik-manik rosarionya. Wanita itu atau lebih tepatnya gadis itu, tersenyum kepadanya dan membuka tangannya seolah-olah mengundangnya untuk mendekat. Suatu hari Bernadette mengatakan, “Saya pandangi dia baik-baik.” Seminggu kemudian, yaitu pada tanggal 18 Pebruari, wanita itu berbicara kepada Bernadette dengan sebutan “Vous” yang berarti “Anda.” (Vous sebagaimana “Anda” menyatakan hormat dari pihak yang mengajak berbicara kepada yang diajak bicara, sedangkan biasanya orang menyebut Bernadette dengan “Tu” atau “Kamu”). Apakah Anda bersedia datang kemari setiap hari selama 2 minggu?”

Selama penampakannya yang berjumlah 18 kali itu, Bunda Maria menyatakan pesannya sedikit demi sedikit, “Berdoalah bagi para pendosa. Ciumlah tanah sebagai tanda matiraga untuk pertobatan orang berdosa. Pergilah dan beritahukanlah kepada pastor Paroki supaya mendirikan kapel di sini. Saya mengharapkan umat datang ke sini untuk mengadakan prosesi (arak-arakan).” Siapakah wanita yang berkata kepadanya, “Aku tidak menjanjikan kebahagiaan bagi kamu di dunia ini, tetapi di dunia yang akan datang?” Bahkan wanita ini juga membuat munculnya sebuah mata air di dalam gua ketika Bernadette menggali tanah berlumpur di situ dengan tangan. Dari mata air itu dia harus meminum airnya dan membasuh mukanya. Dan sejak hari pertama telah banyak orang sakit yang disembuhkan di situ. Akhirnya pada tanggal 25 Maret, wanita itu menyebutkan namanya kepada Bernadette, “Aku adalah Yang Dikandung Tanpa Dosa Asal.” Jawaban dari wanita ini sangat tidak diduga sehingga berhasil meyakinkan pastor Paroki yaitu Pastor Peyramale yang bertemperamen pemarah. Setelah melalui penelitian yang panjang dan melelahkan selama 4 tahun, Uskup Tarbes, Mgr. Laurence, atas nama Gereja menyatakan, “Kami memutuskan bahwa Bunda Maria yang Tak Bernoda Asal, Bunda Allah, telah sungguh-sungguh menampakkan diri kepada Bernadette.” Inti pesan penampakan Bunda Maria Melalui kisah di atas ada dua pesan yang dapat kita pelajari, yang pertama adalah berdoa bagi para pendosa. Coba kita ingat kapan terahkir kali kita berdoa untuk teman kita, akan keluarga kita yang berdosa ? apakah kita punya kebiasaan untuk mendoakan orang yang dekat dan sering bertemu dengan kita ? atau maukah kita berdoa untuk orang yang menyakiti dan berbuat salah kepada kita ? melalui pesan ini kita diajak untuk mulai perduli kepada sesama kita, terutama mereka yang berdosa, bahkan musuh yang menyakiti kita. Melalui pesan ini kita diajak untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Ia yang adalah Allah yang Maha Kudus mau memberikan diriNya untuk kita manusia yang berdosa. Ia bahkan disiksa, dihina dan disalibkan sampai mati. Dengan mendoakan musuh kita, orang yang berdosa, kita menjadi tubuh Kristus yang berdoa di dalam Kristus sebagai kepala.

Pesan yang kedua adalah pertobatan. Melalui pesan ini kita diajak untuk senantiasa meluangkan waktu untuk introspeksi diri. Sediakanlah waktu sejenak di dalam komitmen doamu untuk merenungkan perbuatan apa saja yang telah kita lakukan hari ini. Kemudian perbuatan apa saja yang tidak berkenan kepada Allah. Jika kita tekun maka kita akan semakin mengenal diri kita. Dosa apa saja yang sering kita lakukan. Kemudian mulailah untuk berpikir, bagaimana saya dapat lepas dari semua kebiasaan dosa tersebut ? apa saja yang harus saya lakukan ? apa saja yang perlu saya hindari supaya tidak jatuh dalam dosa. Kemudian berusahalah dengan tekun sehingga kita sungguh-sungguh dapat berbalik dari dosa kita. Sambil kita melakukan hal tersebut, jangan lupa, tetaplah setia pada komitmen doa, membaca firman Tuhan dan menerima sakramen yang telah diajarkan melalui 8 komitmen KTM. Hal ini merupakan sebuah makanan rohani kita yang memampukan kita untuk hidup seturut kehendak Tuhan.

Sikap kita menanggapi penampakan tersebut

Wahyu pribadi itu tidak mengikat setiap orang Katolik, karena itu Gereja Katolik secara resmi tidak pernah memerintahkan orang Katolik untuk percaya dan menerima wahyu itu sehingga apakah seseorang tertarik atau tidak tertarik untuk mengikuti devosi di Lourdes, Fatima dan Medjugorje, itu tidak apa-apa dan tidak berdosa melawan iman. Dari pihak lain adalah baik jika kita melihat pesan-pesan Bunda Maria pada penampakan-penampakan ini yang merupakan pesan urgensi pertobatan. Pertobatan yang diwartakan Bunda Maria itu tentu saja merupakan yang hakiki baik bagi setiap orang Kristen. Sebenarnya utamanya Bunda Maria hanya mengulang berita atau himbauan Injil “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (lih. Mrk. 1:15), sedangkan pesan-pesan yang lain isinya bersifat sekunder. Dari pihak lain Bunda Maria menganjurkan devosi tertentu yakni berdoa rosario, boleh saja devosi tersebut dilakukan tetapi secara iman sifatnya tidak mengikat sehingga kalau orang tidak berdoa rosario tetapi lebih senang mendaraskan Doa Yesus itu juga tidak apa-apa karena tidak mengikat. Jadi kita tidak perlu merasa bersalah jika kita memakai bentuk lain untuk berdoa.

Sharing:

  1. Apakah engkau sering mendengar tentang penampakan Bunda Maria ? Bagaimanakah sikapmu jika ada teman yang meragukan, tidak percaya atau mempertanyakan tentang penampakan tersebut ? bagaimana caramu untuk menanggapinya ?
  2. Melalui pesan yang kita dapatkan, perbuatan nyata apa yang akan engkau perbuat setelah mendengarkan Vd hari ini ? sharingkanlah

Rhema ayat minggu ini

“ Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: Mereka kehabisan anggur.Kata Yesus kepadanya: Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! ” Yoh 2 : 3-5

Pedoman hidup KTM 52 :

Persiapkan dirimu baik-baik untuk setiap Perayaan Ekaristi, sehingga engkau menyambut Yesus dalam hatimu dengan kerinduan yang besar. Semakin baik persiapanmu dan kerinduanmu akan Yesus, semakin banyak rahmat yang akan mengalir ke dalam dirimu dan engkau akan semakin tumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Sekaligus engkau juga akan dijadikan semakin kuat dalam iman dan kasih.

admin