KENAKAN PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH

“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah“ Ef 6:14-17

Pendahuluan

Dalam hidup kita, banyak sekali godaan yang dapat membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Hal itu bisa berupa godaan iblis maupun keinginan kedagingan kita. Oleh karena itu, kita membutuhkan sarana yang membantu kita mengatasi halangan tersebut yang dinamakan perlengkapan rohani. Untuk itu, marilah kita mendalami perlengkapan rohani ini :

  1. Berdiri dengan tegap
    Panggilan seorang prajurit biasanya dimulai dengan latihan mempersiapkan diri dalam sebuah posisi siap tempur, tidak tertunduk lesu, atau takut menghadapi pertempuran yang ada. Dalam camp latihan bahkan dilatih pada saat tertidur, supaya segera bangun dengan posisi siap tempur segera, hal ini untuk melatih diri supaya siap sedia dalam segala situasi bahkan yang mendadak sekalipun atau saat tertidur. Melalui contoh tersebut kita diajarkan untuk yakin bahwa Tuhan akan membantu kita untuk mengatasi godaan yang jahat, sehingga kita dapat menang. Untuk itu kita harus dengan tekun berlatih dan senantiasa siap sedia untuk menghadapi segala godaan yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Seandainya kita jatuh pun, kita diajak untuk segera bangkit kembali dengan tegap dan siap siaga melawan godaan dosa.
  2. Berikat pinggangkan kebenaran
    Ikat pinggang berfungsi untuk menahan pakaian pada tempatnya. Jika tidak mengenakan ikat pinggang maka pakaian dapat longgar dan mendapatkan malu. Dalam hidup kita, saat terjatuh dalam dosa. Kita akan merasa malu, tidak pantas di hadapan Tuhan. Selain itu jika kita suka berkata yang tidak jujur, maka saat kita ditanya mengenai kebenaran tersebut dan tertangkap kebohongan kita, maka kita juga akan merasa malu. Hidup dalam kebenaran akan membuat kita merasa dekat dengan Tuhan tanpa merasa malu atau dituduh oleh hati nurani kita karena kebohongan atau dosa yang kita lakukan. Oleh karena itu hiduplah selalu dalam kebenaran yang membuat kita dalam mengenal Allah semakin dalam dan merasakan sendiri kemanisan relasi dengan Tuhan.

  3. Mengenakan baju zirah keadilan
    Pada zaman dahulu, seorang prajurit memakai baju zirah (baju besi) yang dipakai untuk menjadi perisai bagi tubuh dari serangan senjata musuh. Baju zirah dapat menghindarkan prajurit dari luka akibat serangan senjata atau mengurangi luka yang diakibatkan. Lalu apakah kaitan antara baju zirah dan keadilan. Dalam kamus bahasa Indonesia merupakan perbuatan yang tidak berat sebelah / seimbang. Melalui sikap adil maka kita akan dapat bertahan dari setiap tuntutan yang menyerang kita. Sebagai contoh: Pada suatu hari ada seorang pengusaha yang menghadapi kesulitan dalam bisnisnya. Keuangan perusahaan menipis, dan saat itu adalah waktu membagikan gaji karyawannya. Saat itu ia berpikir jika saya menahan gaji karyawan, tidak memberikan haknya maka saya bertindak tidak adil karena memikirkan kepentingan saya sendiri. Pekerja itu telah bekerja jadi harus mendapatkan upah untuk keluarganya. Ahkirnya ia memilih di saat kesulitan memberikan hak dari pekerjanya. Berlaku adil seperti contoh di atas menghindarkan kita dari tuntutan dan dosa yang merugikan orang lain. Jika kita tidak adil maka kita pun akan mengalami buah dari ketidak adilan tersebut sama seperti Daud yang dengan tidak adil mengambil Betseba menjadi istrinya dengan mengorbankan Uria (2 Samuel 11 & 12 )

  4.  Mengenakan kasut yang rela untuk memberitakan Injil damai sejahtera
    Marilah saat ini kita renungkan sejenak. Seberapa seringkah kita menyediakan waktu untuk melayani dalam komunitas ? kemudian pelayanan apa saja yang engkau lakukan di sel ? di wilayah ? di distrik ? antar distrik ? kalau kita renungkan pertanyaan barusan, mungkin kita menjumpai bahwa diri kita sebetulnya masih sangat sedikit waktu yang kita berikan untuk melayani. Mungkin pelayanan kita hanya di sel saja. Perta yaanya adalah apakah kita melayani dengan rela hati ? apakah ada di dalam hati kita rasa terpaksa ataupun perasaan beban, atau mengapa yang tugas saya lagi. Ini sebetulnya perasaan tidak rela. Jika misalkan kita sudah melayani dengan rela, pertanyaanya apakah kita rela memberikan waktu melayani yg lebih besar. Dari sel ke wilayah, dari wilayah ke distrik, bahkan antar distrik. Atau kita hanya mau dengan porsi yang kita inginkan saja. Kerelaan ini bentuk penyangkalan diri yang nyata. Dengan kerelaan maka membuahkan sukacita dalam melayani, sehingga pelayanan dipersiapkan dengan baik, dan karena dipersiapkan secara maksimal, maka kita membuka hati kita lebar lebar supaya kuasa Allah bekerja sebebas besanya dalam diri kita.

  5. Menggunakan perisai Iman dalam segala hal
    Dalam sebuah pertempuran, perisai adalah unsur pelindung aktif yang sangat penting. Tanpa perisai maka kita akan langsung terkena serangan musuh, sehingga terluka bahkan akan langsung mati. Demikian juga dengan iman. Dalam hidup kita, kita sering mengalami masalah, kesulitan ekonomi, tidak cocok dengan pasangan, mencari pekerjaan, merasa sendirian, sakit, semuanya itu dapat membuat kita terluka, hal ini diumpakan dengan pertempuran dalam medan perang. Iman berperan sebagai perisai kita untuk menghadapi semua serangan tadi. Sehingga walaupun mengalami berbagai kesulitan kita tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, Ia memiliki rencana yang indah, sehingga kita dapat tetap setia, sambil berharap akan pertolonganNya. Dalam Injil, Tuhan Yesus selalu menaruh perhatian khusus pada iman orang-orang yang meminta penyembuhan. Kisah-kisah 2 orang buta (Mat 9:27-31), kisah seorang perwira (Mat 8:5-13), kisah wanita yang sakit pendarahan (Luk 8:40-56), kisah Bartimeus (Mark 10:46-52), dan lain-lain. Di sana kita diteguhkan bahwa iman membantu para tokoh dalam kitab suci bertahan dalam kesulitan sehingga ahkirnya mereka dapat menerima anugerah Tuhan.

  6. Menerima ketopong keselamatan
    Ketopong adalah salah satu perangkat pelindung tubuh yang paling penting. Sifatnya pasif, kita hanya perlu mengenakannya begitu saja namun bila kita lupa mengenakannya, kondisinya sangat berbahaya. Bagian yang dilindungi juga adalah bagian paling penting tubuh, yaitu kepala. Marilah kita kembali menyadari bahwa Keselamatan itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma, karena belas kasih Allah dan bukan karena usaha manusia. Keselamatan ini sangat penting kita pegang. Oleh karena itu kenakanlah selalu ketopong tersebut dengan cara : rajin memeriksa batin kita, mengakui kelemahan dan cacat cela kita. Kita mau membangun sikap dan hati yang bertobat dengan secara rutin pergi pengakuan dosa. Hal ini membantu kita memelihara keselamatan kita senantiasa.

  7. Menerima pedang Roh, yaitu firman Allah
    Pedang sendiri adalah sebuah senjata yang efektif dalam membela diri sekaligus menyerang. Namun, efektifitas pedang semakin kuat jika penggunanya mampu memainkan dengan baik. Seorang prajurit bisa kuat menghadapi tantangan-tantangan musuh, maju menyerang dengan meyakinkan bila dia rajin mengasah pedangnya dan pandai memainkan jurus-jursnya. Didalam Ibrani 4:12, tertulis bahwa Firman Allah hidup dan kuat, seperti pedang bermata dua yang sangat tajam dan sanggup memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum, dan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran kita. Firman Allah adalah suara Allah sendiri yang berbicara untuk memandu kita. Marilah kita membangun waktu hening dan waktu membaca kitab suci setiap hari, sehingga Firman Allah hidup dan bertumbuh di dalam diri kita. Dan kita akan mampu mematahkan serangan / godaan iblis dengan firman Tuhan.

SHARING

  1. Dari ketujuh perlengkapan rohani yang sudah kita baca, menurutmu bagian mana yang paling sesuai dengan kondisimu saat ini ? Manakah yang paling berkesan dan sharingkanlah mengapa hal tersebut sesuai dengan kondisimu.
  2. Perlengkapan rohani yang manakah yang dapat engkau tingkatkan untuk membantumu dalam pertumbuhan rohani ? dan mengapa ?

Rhema ayat minggu ini

“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah“ Ef 6:14-17

Pedoman hidup KTM 54 :

Hendaknya engkau mengaku dosa secara teratur, misalnya sebulan sekali, supaya hubunganmu dengan Yesus tetap terjaga baik. Dalam pengakuan hendaknya engkau menyadari, bahwa imam hanya mewakili Yesus untuk memberikan pengampunan kepadamu, sehingga hubunganmu dengan Yesus semakin mesra. Dengan mengaku dosa secara jujur, engkau juga akan mendapat rahmat untuk mengatasi kelemahan-kelemahanmu.

admin