JANGAN MENGINGINI (COVET) HAK ORANG LAIN

“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”–Keluaran 20 : 17

Pendahuluan

Dalam perjalanan hidup kita, kita tentu pernah memiliki keinginan-keinginan atas banyak hal. Keduniaan dan modernism sering membuat kita merasa tidak pernah puas dan mengingini segala hal. Namun Allah memerintahkan kita untuk jangan mengingini barang milik orang lain, baik dalam hal keserakahan maupun nafsu (birahi). Melalui VD kali ini kita diajak untuk menemukan makna dan konteks dari perintah Tuhan tersebut.

Makna

Saat kita mendengar perintah Allah ini, konteks apa yang kita pikirkan? Pada saat perintah Allah ini diturunkan, bangsa Israel baru aja keluar dari pembuangan di Mesir. Tuhan sadar bahwa mereka membutuhkan pedoman moral yang kuat agar mereka bisa bertahan sebagai sebuah komunitas yang kuat dan hidup di jalan Nya. Maka di turunkan nya lah 10 perintah Allah yang berisi pedoman moral umat Yhwh. Supaya bangsa yang baru menetap ini bisa hidup harmonis namun juga benar. Perintah Allah yang ke-7 berisi “jangan mencuri”. Namun bukan cuma mencuri saja yang dilarang dalam perintah Allah yangke-9, melainkankita dilarang mengingini istri orang lain, sedangkan di perintah Allah ke-10, kita dilarang mengingini barang milik orang lain. Dalam pandangan gereja Katholik, maksud dari perintah ke-9 adalah menghindarkan kita dari“lust”/nafsu birahi. Sedangkan perintah ke-10 bermakna menghindarkan kita dari“greed”atau keserakahan materiil.

Saat ini cobalah kita renungkan sejenak, apakah hidup kita sudah sesuai dengan perintah Allah tersebut ? Cobalah untuk mengingat dan mencatat kelemahan apa saja yang ada pada kita ? lalu bagaimanakah kita dapat mengalahkan kelemahan tersebut ? Atau mungkin merasa sulit sekali mengalahkan kelemahan tersebut ? Oleh karena itu melalui VD kali ini ada beberapa tips yang dapatmembantu kita untuk menaati perintah Allah tersebut:

  1. Dalam perjanjian lama, ada tertulis “Jangan mengingini (covet) rumah sesamamu; jangan mengingini (covet) isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”–Keluaran 20 : 17. Menurut Gereja Katholik yang dimaksud dengan“covet” berbeda dengan “want” yang merupakan keinginan biasa. Arti dari kata “covet” adalah “keingingan tak teratur yang dapat berwujud berbeda : a). Keserahahan adalah keinginan berlebih untuk sesuatu yang tidak kita perlukan. b). Iri yaitu keinginan terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain, maupun sikap sedih ketika melihat orang lain makmur. Selain itu, Proverbs 14:30, serta Mazmur 37 juga mengajarkan kita untuk menghindari sifat iri karena tidak baik untuk diri kita, apalagi iri terhadap orang yang curang. Karena mereka adalah orang-orang yang akan dijatuhkan oleh Tuhan.
  2. Dalam kitab Ben Sira (Sirakh) bab 10 dan 14, Yesua bin Sirach yang merupakan orang kaya yang religious juga berusaha menjelaskan kepada kita bagaimana buruknya sifat “covetous” ini.
  3. Dalam perjanjian baru, Kristus datang untuk melengkapi hukum taurat, kita dibebaskan dari hukum Musa yang bersifat ritual, namun tetap terikat pada10 perintah Allah yang bersifat moral. Bahkan Yesus melengkapi nya menjadi lebih sempura. Mari kita baca Mark 7:21-22, Galatians 6:4,

Untuk melawan sifat buruk tersebut, apa yang bisa kita lakukan ? Hal terbaik yang kita lakukan yaitu lawan dari sifat iri, yaitu bersyukur. Amin

Rhema ayat minggu ini

“Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang”–Mazmur 37:1

Pedoman hidup KTM 64:

Dalam keheningan dan kegelapan itu Allah akan mencurahkan hikmat dan cinta-Nya ke dalam hatimu dengan suatu cara yang melampaui segala pengertian kita. Seperti yang dikatakan Santa Teresa Avila, dalam doa yang penting bukanlah banyak berpikir-pikir tentang Allah, melainkan banyak mencintai Dia. Tujuan doaialah mengobarkan api kasih ilahi di dalam hati kita. Engkau hanya akan tahu,bahwa hatimu mulai berkobar-kobar karena cinta kepada-Nya, tetapi tanpa mengerti bagaimananya. Tanpa kau mengerti pula, engkau akan menerima pengertian yang lebih mendalam tentang Allah, engkau akan mulai mengenal Allah secara baru, melampaui segala kategori pikir. Inilah yang disebut pengenalan karena konnaturalitas, karena keserasian kodrat, pengenalan karena kasih, yang nilainya jauh lebih tinggi daripada segala pengenalan kodrati yang dapat dicapai oleh kekuatan akal budi kita.

Sharing:

  1. Apakah sulit untuk tidak mengingini hak orang lain ?
  2. Renungkanlah, sebagai Tuhan yang sangat menyayangi kita, mengapa Ia memerintahkan kita untuk jangan mengingini hak orang lain ?
  3. Apa saja tips yang bisa kita lakukan untuk menghindari sifat mengingini hak orang lain ?

admin