MENJADI VOLUNTER DALAM KTM

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28 : 19 – 20

Pendahuluan

Rahmat Tuhan selalu cukup, bahkan lebih dari cukup. Volunteer? Pergi! Wartakan! Jangan Takut! Itulah slogan para Volunteer/Misionaris KTM. Sebelum berbicara tentang pelayanan para Volunteer KTM, saya akan sedikit menjelaskan tentang siapa itu Volunteer KTM.

Apa itu Volunteer KTM ?

Siapa Volunteer KTM? Volunteer KTM adalah anggota KTM awam sama seperti anggota-anggota KTM yang ada, yang berbeda adalah mereka meluangkan dan merelakan waktu mereka selama minimal 1 tahun untuk melayani fulltime dalam komunitas. Seorang Imam CSE pernah mengatakan “Kalau dalam militer, bisa dibilang kalau Volunteer KTM adalah KOPASSUSnya KTM.” KOPASSUS KTM? Volunteer KTM adalah orang-orang KTM yang dibina khusus selama kurang lebih 2 bulan di Lembah Karmel, Cikanyere. Dalam pembinaan, mereka dibekali dengan banyak pengetahuan tentang KTM dan latihan-latihan (workshop) pelayanan yang memampukan mereka untuk siap melayani ketika mereka diutus. Selain pengetahuan, karakter mereka juga dibentuk dan dibangun menjadi karakter orang-orang yang mau melayani Tuhan yaitu melalui hidup doa, hidup berkomunitas, dan kreativitas dalam pelayanan. Melalui pembinaan tersebut, para Volunteer disadarkan akan Rahmat Tuhan yang menjadi hal penting yang harus ada dalam karya pelayanan. Jumlah Volunteer saat ini ada 45orang (Indonesia 32orang & SabahMalaysia 13orang).

Pelayanan Volunteer KTM

Volunteer KTM melayani sesuai dengan kebutuhan di tempat pelayanan. Ada yang melayani untuk perkembangan dan pertumbuhan rohani anggota KTM dan ada juga yang melayani di paroki-paroki/keuskupan yang pastor paroki atau uskup mengundang volunteer KTM untuk berkarya di paroki-paroki/keuskupan yang ada.

Berbicara soal pelayanan volunteer KTM, saya punya cerita pengalaman menarik dari teman volunteer yang pernah bertugas di Pegunungan Meratus, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Awalnya, di tempat tersebut belum ada yang mengenal Tuhan dan masih banyak kepercayaan-kepercayaan setempat seperti dukun dan kuasa-kuasa kegelapan. Ketika volunteer pertama kali datang di tempat tersebut, banyak tantangan yang mereka hadapi dan harus mereka jalani demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan. Tantangan yang mereka hadapi salah satunya adalah rumah para volunteer diancam akan dibakar. Tantangan-tantangan yang ada memang sangatlah berat, namun semangat dari para volunteer dan kesadaran akan “Rahmat Tuhan selalu cukup!” memampukan mereka untuk tetap bertahan dalam tempat pelayanan tersebut.

Suatu hari, ada seorang anak yang sakit di tempat itu, orang tua dari anak tersebut sudah memanggil banyak dukun untuk menyembuhkan anak mereka tetapi tidak ada penyembuhan yang terjadi. Di kesempatan yang baik itu, para volunteer pun pergi untuk mendoakan anak yang sakit itu dan kuasa Tuhan terjadi pada anak tersebut, anak yang didoakan menjadi sembuh dari sakitnya. Orang tua dari anak yang sakit melihat kejadian tersebut dan seketika itu juga orang tua dari anak tersebut meminta volunteer untuk mengangkat anak mereka menjadi anak angkat dari volunteer yang mendoakan anak yang sakit itu. Anak tersebut diangkat menjadi anak angkat dan seiring berjalannnya waktu, orang tuanya juga ikut memberi diri untuk dibaptis. Sejak kejadian tersebut, banyak orang-orang di tempat itu memberi diri untuk dibaptis. Sekarang, orang-orang di tempat itu sudah sangat terbuka dengan karya pelayanan volunteer di tempat itu dan banyak terjadi pembaptisan di tempat itu sampai sekarang ini. Semuanya karena campur tangan Tuhan dan oleh rahmat Tuhan yang memampukan para volunteer.

Pengalaman dari para volunteer KTM yang mengadakan “Retret hidup baru dalam Roh”

Di sebuah Paroki, seorang Pastor Paroki mengundang para volunteer KTM untuk melayani diparokinya. Pastor tersebut meminta volunteer untuk mengadakan Retret Hidup baru dalam Roh di setiap stasi yang ada dalam paroki tersebut. Sebelum volunteer mengadakan retret di stasi-stasi di paroki, pastor paroki menjelaskan sedikit tentang keadaan-keadaan dalam stasi-stasi yang ada di parokinya dan dalam penjelasan tentang stasi-stasi, ada satu stasi yang berada dalam kondisi sangat memprihatinkan kerohaniannya.

Mendengar cerita dari pastor paroki tentang keadaan stasi itu, para volunteer mulai merasa sedikit takut, namun ada seorang volunteer yang mengatakan “Tenang, Rahmat Tuhan selalu cukup!”. Harapan dari pastor paroki untuk stasi itu adalah semoga dengan adanya retret, kerohanian mereka dapat menjadi baik.Volunteer diberi waktu 4 hari untuk mengadakan retret di stasi-stasi dan retret diadakan di kapela stasi.

Ketika para volunteer mengadakan retret di stasi tersebut, tantangan dalam pelayanan volunteer pun mulai muncul. Tantangan terbesar dalam retret tersebut adalah umat yang mengikuti retret tidak memiliki semangat sama sekali.

Hari pertama retret, umat-umatnya terlambat dan menyebabkan para volunteer harus menyesuaikan jadwal yang ada dengan keadaan yang sedang terjadi.

Hari kedua retret, yang hadir adalah umat yang berbeda dengan umat hari pertama retret, sehingga dalam sesi-sesi di retret volunteer harus menjelaskan lagi tentang sesi-sesi di retret hari pertama.

Hari ketiga, umat terlambat dan yang umat yang hadir adalah umat yang berbeda dengan hari pertama dan hari kedua. Volunteer mulai putus asa ketika menghadapi keadaan tersebut, volunteer merasa tidak ada gunanya retret di stasi tersebut dan rasa-rasanya ingin menyelesaikan retretnya di hari yang ketiga.

Beberapa hal yang mungkin membuat volunteer patah semangat adalah umat yang tidak ikut berdoa dalam retret, tidak ikut menyanyi, tidak ikut bersukacita dan tidak ada antusias serta partisipasi aktif dalam retret. Namun ada seorang volunteer yang sama mengatakan kembali “Tenang, Rahmat Tuhan selalu cukup!”. Mendengar ungkapan tersebut, para volunteer mulai teringat lagi akan slogan mereka yaitu “Pergi! Wartakan! Jangan Takut!” yang membuat mereka menyadari akan tugas perutusan yang telah mereka pilih dengan mempersembahkan waktu mereka untuk melayani Tuhan. Mereka pun mengambil waktu doa pribadi dan doa bersama dalam tim dan semangat volunteer pun mulai membara kembali dan memberi mereka semangat baru untuk melayani umat yang mengikuti retret.

Hari keempat, Kuasa Tuhan terjadi, umat hadir tepat waktu, kapela terisi penuh. Dan ketika masuk dalam ibadat pencurahan Roh Kudus, banyak dari umat yang mengalami pembaharuan hidup dalam Roh. Banyak umat yang merasakan kuasa Tuhan sungguh mengalir dalam hidup mereka.

Di akhir retret, beberapa umat berkata “kami sungguh merasa bahwa inilah yang kami butuhkan selama ini, yaitu pengenalan akan Kasih Kristus Tuhan oleh Roh Kudus dalam diri kami”. Melihat, menyaksikan, dan menjalani kejadian tersebut, para volunteer hanya bisa berkata “Tuhan memang kreatif. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang berserah diri pada Tuhan untuk melayani-Nya”.

Pengalaman-pengalaman melayani itu bermacam-macam, namun yang menjadi pemeran utama dalam pelayanan adalah Kuasa Tuhan yaitu kuasa Roh Kudus-Nya. Melalui rahmat Tuhan, para volunteer dimampukan untuk melayani Tuhan tanpa jemu-jemu. Rahmat Tuhanlah yang memberi semangat kepada para volunteer untuk melayani.

Menurut saya, melayani sebagai seorang volunteer KTM adalah panggilan yang mulia. Menurut saya, Volunteer KTM dapat menjadi contoh bagi orang KTM untuk semakin memberi diri bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Berilah diri anda untuk melayani, sebab memberi yang mulia adalah “Memberi diri untuk melayani Tuhan”. Bagi anda yang tidak merasa terpanggil untuk menjadi volunteer, ingatlah bahwa melayani itu bukan berarti harus menjadi volunteer. Yang kita lihat bukan sebutan “volunteer”, tetapi yang lihat dan kita hayati adalah “semangat melayani” dari para volunteer. Jangan takut untuk memberi diri. Rahmat Tuhan akan selalu cukup bagi anda yang memberi diri bagi-Nya.

Sharing:

  1. Apa yang kamu dapatkan dari mendengarkan sharing Volunteer di atas ?
  2. Apa yang akan engkau perbuat dengan meneladani sharing pelayanan volunteer tersebut?
  3. Bedoalah bersama teman sel mohon kerinduan mewartakan Kristus.

Rhema ayat minggu ini

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”.Matius 28 : 19–20

Pedoman hidup KTM 45 :

Bila engkau setia, Tuhan akan menarikmu ke arah kontemplasi ilahi, seringkali secara bertahap. Bila pada permulaan bacaan atau peresapan atau doa porsinya lebih banyak, kemungkinan setelah itu porsinya terbalik. Mungkin sekali ketika baru saja mulai, engkau akan terdorong untuk langsung mengungkapkan doamu, memuji atau memuliakan Tuhan. Kalau demikian, ikutilah dorongan tersebut. Setelah itu secara bertahap engkau akan ditarik kepada keheningan untuk sekedar memandang Dia yang hadir dengan penuh kasih. Inilah kontemplasi ilahi. Biarlah itu terjadi secara bertahap dan natural, jangan dipaksakan. Tetapi bila baru saja mulai sudah ditarik ke dalam keheningan, biarkan dirimu ditarik kesana.

admin