SANTO THOMAS AQUINAS (1225-1274)

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Mrk. 12:20

Santo Thomas Aquinas lahir pada tahun 1225 di kastel Roccasecca yang berada dalam wilayah Kerajaan Sisilia (sekarang adalah regio Lazio Italia). Ayahnya, Landolfo dari Aquino adalah seorang kesatria yang mengabdi pada Raja Ruggero II. Thomas sebagai anak laki-laki termuda diarahkan untuk mengikuti jejak pamannya Sinibaldo menjadi seorang abbas dari Biara Benediktin di Monte Cassino, sementara semua anak laki-laki lain dalam keluarganya mengikuti jejak ayahnya dalam karir militer, kerena itu sejak usia 5 tahun Thomas mengawali pendidikan di Monte Cassino. Namun setelah terjadi konflik antara Kaisar Federico II dan Paus Gregorius IX mempengaruhi keidupan dalam biara pada awal tahun 1239, maka kedua orang tua Thomas memindahkan pendidikan Thomas ke sebuah sekolah yang didirikan oleh Kaisar di Napoli. Pada usia 19 tahun, Thomas memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Dominikan, tetapi sayangnya keputusan itu
ditentang oleh keluarganya. Untuk mencegah campur tangan dan pengaruh Teodora ibunya terhadap keputusan Thomas, maka para biarawan Dominikan berusaha memindahkan Thomas ke Paris melalui Roma, namun pada saat perjalanan menuju Roma, Thomas berhasil ditangkap oleh saudara laki-lakinya dan dibawa kembali pada orang tuanya. Dalam upaya mencegah Thomas mengambil jubah Ordo Dominikan ia ditawan di kastel-kastel milik keluarganya. Pada masa-masa itu Thomas menghabiskan waktunya dengan mengajar saudara perempuannya dan tetap menjalin komunikasi dengan para
anggota Ordo Dominikan. Suatu ketika dua saudara laki-lakinya memutuskan untuk memanfaatkan jasa seorang pelacur untuk menggoda Thomas, dan menurut cerita legenda, Thomas mengusir pelacur itu dengan mengayunkan sebuah besi yang membara dan pada malam harinya dua malaikat menampakkan diri kepada Thomas dan menguatkan tekadnya utuk tetap menjadi seorang selibat.

Hingga pada tahun 1244, Teodora menyadari bahwa upayanya untuk
menghalangi niat Thomas telah gagal, maka untuk tetap menjaga reputasi keluarganya, ia mengatur pelarian diri Thomas secara diam-diam melalui jendela pada malam hari daripada menyerahkan Thomas secara terbuka pada biarawan Dominikan. Dan sejak tahun itu Thomas menggabungkan dirinya pada Ordo Dominikan. Pada tahun 1245 Thomas diutus untuk belajar di Fakultas Seni Universitas Paris, disana Thomas berkenalan dengan Albertus Magnus yang saat itu menjabat sebagai Penyokong Teologi di Kolase St. Yakobus Paris, dan pada tahun 1248 saat Albertus diutus untuk mengajar di sebuah universitas baru di Cologne, Thomas ikut bersamanya meskipun ia harus menolak tawaran Paus Innosensius IV yang menunjuknya sebagai seorang abbas Dominikan di Monte Cassino. Thomas mengajar di Colonge sebagai profesor magang, ia mengajar seputar kitab-kitab Perjanjian Lama sambil menulis uraian dan tafsir kitab Yesaya, kitab Yeremia, dan kitab Ratapan. Pada tahun 1252 ia kembali menempuh studi untuk memperoleh gelar master bidang teologi di Paris, dan pada tahun 1256 ia mulai mengajar sebagai Master Teologi di Universitas Paris dan tetap banyak membuahkan karya-karya tulisnya. Sebagian karya Thomas bagi Paus Urbanus IV adalah Liturgi untuk Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus dan Contra errores Graecorum (Melawan kekeliruan Umat Yunani), serta beberapa himne yang masih kita nyanyikan hingga saat ini seperti Tantum Ergo dan Panis Angelicus.

Pada tahun 1265 ketika Paus Klemens IV baru terpilih, ia memanggil Thomas
untuk melayani sebagai Teolog Kepausan di Roma, dan pada tahun itu juga ia
ditugaskan oleh Kapitel Dominikan Anagni (Anagni adalah sebuah kota di tengah Italia) untuk mengajar di biara Santa Sabina Roma, dan sejak saat itu Thomas memulai penulisan bagian pertama karyanya yang paling terkenal Summa Teologia, hingga suatu ketika di tahun 1273 di kapel Santo Nikolas di rumah Dominikan Napoli, setelah Ibadat Bacaan, Thomas tetap tinggal di kapel dan terlihat oleh Dominico dari Caserta yang bertugas sebagai seorang sakristan/koster kalau Thomas sedang terangkat (levitasi) ketika berdoa sambil menangis dihadapan lukisan Kristus Tersalib. Kristus berkata kepada Thomas, “Engkau telah menulis dengan baik tentang Aku, Thomas upah apa yang engkau dapatkan atas pekerjaanmu?”, Thomas menjawab, “Tidak ada selain Engkau Tuhan”. Pengalaman mistik inilah yang menyebabkan Thomas merasa bahwa semua karya tulisnya tampak seperti jerami yang tidak berarti, dan akibatnya Summa Teologia tetap tidak terseleaikan hingga ia meninggal pada tanggal 7 Maret 1274 ketika sedang menyanyikan tafsir Kitab Kidung Agung.

IMAN DAN AKAL BUDI (FIDES ET RATIO)

Banyak orang beranggapan bahwa kebenaran iman akan Allah dan kebenaran
akal budi adalah dua hal yang seringkali bertentangan satu sama lain, tetapi karya-karya Santo Thomas Aquinas tidaklah demikian, Santo Thomas bukan melihatnya sebagai dua jenis kebenaran, tetapi iman dan akal budi adalah dua cara untuk melihat kebenaran yang satu dan sama, dan keduanya tidak akan saling bertentangan. Mengapa? Karena kebenaran itu hanya satu dan kebenaran itu kembali kepada Allah. Jika seseorang mengatakan bahwa akal budi manusia tidak mungkin memahami atau mengerti wahyu Allah, itu adalah suatu pengkerdilan yang paling parah dalam beriman pada Allah,
pemisahan antara iman dan akal budi inilah yang dikatakan sebagai suatu kesalahan oleh St. Paus Yohanes Paulus II dalam ensikliknya yang berjudul Fides et Ratio. Dalam hal inilah Santo Thomas membantu kita untuk mengeti relasi yang tepat antara akal budi manusia dengan kenyataan yang ada. Suatu kenyataan atau sesuatu yang nyata itu ada tanpa tergantung apakah kita mengetahui dan mengenalnya atau tidak. Demikian juga dengan kebenaran Allah sebagai Sang Pencipta tidak akan terpengaruh walaupun ilmu
pengetahuan tidak mengakuinya, kebenaran Allah sama sekali tidak dipengaruhi oleh pengetahuan manusia atau akal budi manusia, justru dengan keberadaan alam semesta, bumi dan semua isinya (termasuk manusia) membuktikan keberadaan Allah Sang Pencipta. Jadi kebenaran itu bukanlah semata-mata apa yang kita ketahui atau apa yang kita pikirkan, tetapi kebenaran itu adalah kenyataan yang ada tanpa tergantung apakah
kita mengetahui dan mengenalnya atau tidak. Akal budi dan pikiran kita bagai jendela yang terbuka dimana kebenaran menampakkan diri. Akal budi menjadi lebih berarti bila kita terbuka pada kenyataan yang di hadapan kita dan bukan mengingkarinya.

Akal budi memampukan manusia untuk belajar, mengerti dan memahami
sesuatu, termasuk juga untuk memahami cinta kasih dan karya keselamatan Allah bagi manusia yang diwartakan dalam kitab suci, studi mengenai kitab suci, liturgi, sakramen dan ajaran-ajaran gereja lainnya meskipun awalnya hanya seperti mengikuti pelajaran di sekolah tetapi bersama penerangan Roh Kudus, pengetahuan itu akan sampai pada Allah. Jadi iman dan akal budi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, tetapi keduanya haruslah bekerjasama dan saling mendukung agar kita sampai pada Allah, memahami, percaya dan mampu menyerahkan diri sepenuhnya dalam kasih-Nya yag begitu nyata dalam hidup kita. Santo Thomas Aquinas dikanonisasi pada tanggal 18 Juli 1323 di Avignon, Negara Kepausan oleh Paus Yohanes XXII. Karena karya besarnya Summa Theologia, Santo Thomas Aquinas tidak hanya dihormati oleh gereja Katolik, tetapi dia juga dihormati oleh Jemaat Lutheran dan persatuan gereja-gereja Anglikan. Pada tahun 1568 Santo Thomas Aquinas digelari sebagai Pujangga Gereja dan Doctor Angelicum.

Aplikasi dalam hidup kita
Saudara saudari yang terkasih, jika kita membaca vd kali ini mungkin kita
bertanya langkah real apa yang bisa saya terapkan pada pembahasan kali ini? Dalam melaksanakan komitmen KTM apakah kita sudah meluangkan waktu untuk membaca kitab suci, kisah orang kudus dan Katekismus Gereja Katolik? Jika belum mulailah luangkan waktu untuk mempelajarinya. karena akan menambah pengetahuan kita akan kehendak Tuhan. Setelah kita memiliki pengetahuan yang semakin banyak cobalah lihat ke dalam diri kita apakah dari kehendak Tuhan yang kita pelajari, ada perbuatan atau kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan firman tersebut? Jika ada perbaikilah. Karena firman Tuhan itu sesuatu yang actual dan kita dapat mengalaminya dalam hidup kita. Nah saat kita mengalami perubahan sikap ini, kita akan menganal bertapa Allah itu baik, segala firman Tuhan mengarahkan kita pada kebaikan dan membuat kita bahagia. Di sana kita akan mengalami pengalaman akan Tuhan yang mendalam serta dapat melihat karya Allah yang nyata dalam hidup kita. Dengan demikian kita dapat merasakan keselarasan antara iman dan akal budi tersebut.

Setelah membaca VD kali ini berkumpulah bersama teman, sebelum sharing ajaklah teman – teman merenung sejenak, apakah kita sudah meluangkan waktu untuk mendalami firman Tuhan melalui kitab suci dan ajaran gereja

Rhema ayat minggu ini
Mrk. 12:20 “ Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”

Pedoman hidup KTM 05 :
Bila engkau belum mulai menemukan Hidup Baru dalam Roh, ikutilah Retret Awal yang diselenggarakan di tempatmu. Tinggalkan seluruh hidupmu yang lama dan mulailah menempuh hidupmu yang baru dalam Tuhan, menurut norma-norma Injil.

admin