Peranan Doa dalam Keluarga

Doa bersama dalam keluarga dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga. Bila keluarga berdoa bersama, Allah akan hadir dan merajai keluarga itu. Absennya doa bersama dalam keluarga menyebabkan lemahnya keluarga menghadapi serangan terhadap moral dan spiritual keluarga. Anggota keluarga terpecah-belah karena tidak ada kasih Tuhan yang mengikat mereka. Keluarga juga rentan terhadap pengaruh dunia yang menggerogoti kehidupan rohani.

Berdasarkan penelitian dikalangan keluarga Kristen menunjukkan bahwa kebiasaan berdoa bersama dalam keluarga membawa dampak positif yang besar dalam kehidupan keluarga Kristen.

Apa pentingnya doa bersama dalam keluarga?

Pertama, doa bersama dalam keluarga membuat hidup kita diarahkan kepada Tuhan. Setiap hari, keluarga kita mempunyai waktu khusus buat Tuhan. Dengan demikian hidup kita relatif terlindung dari dosa dan perpecahan keluarga.

Kedua, doa keluarga membuat anggota keluarga diikat satu sama lain dalam kasih Kristus. Bila ada perselisihan, doa keluarga mempercepat pemulihan suasana harmonis dalam rumah tangga. Membuat masing-masing anggota keluarga merasa ‘sungkan’ sehingga berpotensi mengurangi ketegangan. Tentu tidak enak rasanya menghadap Tuhan dalam keadaan yang kurang baik dan dengan masih menyimpan kebencian. Dalam keluarga yang bermasalah sekalipun, misalnya ketika salah satu orangtua absen dan bermasalah, adanya doa keluarga yang rutin diadakan memberi kekuatan ekstra untuk menghadapi masalah demi masalah. Ada kalanya Tuhan mengadakan pemulihan buat keluarga bermasalah ketika anggota keluarga saling mendoakan satu sama lain. St Teresa dari Kalkuta menekankan : The family that prays together stays together (Keluarga yang berdoa bersama akan tetap bersama)

Ketiga, doa keluarga membuat anggota keluarga bertumbuh secara rohani. Anak-anak akan mempunyai kenangan indah bagaimana orangtua mereka membimbing mereka dalam beriman dan berdoa. Anak yang terbiasa mendengarkan Firman Tuhan akan lebih mudah mengembangkan kepekaan akan hal-hal rohani dan karena itu perilaku mereka pun lebih terkontrol. Sebaliknya, acapkali orangtua pun diingatkan secara tidak langsung akan perilaku mereka yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. Dengan demikian orangtua pun lebih waspada akan tingkah lakunya sendiri.

Keempat, anak-anak dalam keluarga yang secara rutin berdoa bersama akan lebih mudah diajar dan lebih peka terhadap kebenaran. Mereka secara kritis akan bertanya mengenai arti rohani dari pengalaman-pengalaman mereka. Dampaknya, kita pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjelaskan kebenaran dan memahami apa yang mereka pikirkan.

Kelima, persekutuan keluarga membuat seluruh anggota keluarga lebih kuat untuk menghadapi tekanan hidup. Ini dapat terjadi karena ketika kita bersekutu bersama, setia anggota keluarga memiliki kesempatan untuk saling memperhatikan dan saling mendukung. Banyak kebutuhan emosi maupun rohani dapat memperoleh pemenuhan ketika kita berkesempatan berkumpul, sehingga ketika krisis melanda, anggota keluarga memiliki kekuatan untuk bertahan. Mrk 14 : 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Mengapa Banyak Keluarga Kristiani Mengabaikannya?

Pertama, doa keluarga menuntut kerja keras dan kedisiplinan dari orangtua, dalam hal ini untuk mempersiapkan diri dengan lebih banyak belajar Firman Tuhan. Kita tentu perlu membimbing anak-anak kita untuk bertumbuh dalam iman. Bila kita tidak menyiapkan diri dengan baik, kita menjadi gamang ketika berhadapan dengan anak-anak yang ingin melihat contoh nyata bagaimana hidup dalam Firman Tuhan. Sebagai manusia berdosa yang sering berperang melawan kedagingannya sendiri, kita perlu mengingatkan diri kita agar tidak lengah dan malas dalam berdoa dan membaca Kitab Suci.

Kedua , sering kali waktu doa keluarga terabaikan karna adanya prioritas lain yang lebih utama dimata orangtua. Kesibukan mengejar karir dan popularitas di masyarakat acapkali mempersulit orangtua menyelenggarakan saat doa keluarga secara rutin. Kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga modern karena orangtua sibuk bekerja di luar rumah dan pulang malam hari dalam keadaan letih.

Ketiga, orangtua berpandangan bahwa anak sudah cukup mendapat pembinaan iman di sekolah dari guru agama. Guru agama di sekolah dan guru sekolah minggu dianggap lebih kompeten dibanding orangtua. Orangtua punya peran sangat besar bagi pertumbuhan iman anak. Berapa banyak waktu televisi, internet dan orang dunia mempengaruhi mereka bila dibandingkan dengan jumlah waktu mereka belajar sesuatu tentang Tuhan. Anak memperoleh gambaran mengenai Allah melalui orangtuanya di bumi ini. Persekutuan keluarga membantu mereka mengenal Allah lewat orangtua mereka.

Keempat, kita tidak mempunyai hubungan pernikahan yang baik dan karena itu kita enggan berbicara dan bertegursapa dengan pasangan atau anak-anak kita. Keadaan demikian mempengaruhi suasana hati kita sehingga kita pun enggan bersekutu, berdoa, dan membaca Kitab Suci. Bila pernikahan kita berada pada kondisi demikian, kita wajib bekerja keras memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan dan kemudian memperbaiki juga kondisi pernikahan kita.

Kelima, ada kegiatan lain yang merupakan selingan, namun akhirnya lebih menyita waktu dan menghalangi keluarga beribadah. Selingan itu dapat berupa acara televisi, play station, internet, komputer, mobil atau motor, menonton film, shopping, rekreasi, dan sebagainya.

Beberapa Ide Agar Doa Bersama Keluarga Menyenangkan

Bila kita dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, saat doa bersama akan menjadi saat yang dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga. Beberapa ide ini dapat dicoba untuk menghidupkan suasana doa keluarga kita.

  1. Ciptakan suasana keluarga yang saling mengasihi.
    Doa keluarga akan terasa sebagai aktivitas yang kering dan tidak menyenangkan tatkala suami-istri dan anak-anak tidak memiliki hubungan yang baik. Upaya kita untuk mengasihi satu sama lain akan memberi rasa aman dan sukacita, sehingga kita pun menikmati kebersamaan dalam doa keluarga.
  2. Upayakan agar suasana tidak terlalu formal dan kaku.
    Banyak orangtua yang terpaku pada ritual yang lebih cocok untuk orang dewasa. Padahal sebenarnya yang lebih penting dari suatu ibadah keluarga adalah kebersamaan dalam Tuhan. Jadi, kita boleh melakukan itu hanya dengan berdoa bersama saja dan kemudian menghafalkan ayat Kitab Suci, atau bisa juga dengan menceritakan kesaksian mengenai kebaikan Tuhan.
  3. Buatlah variasi yang menyenangkan.
    Ada banyak cara yang kita dapat lakukan agar anak senang doa dalam keluarga. Kita dapat bernyanyi lagu rohani bersama anak dan kemudian berdoa. Pada kesempatan lain kita dapat bermain teka-teki Alkitab. Kita dapat menanyakan satu dua hal yang anak ingin doakan, baik menyangkut teman mereka atau persoalan mereka. Pada kesempatan lain orangtua dan anak dapat saling berbagi cerita. Kemudian cerita ini dapat dikaitkan dengan pelajaran dari Kitab Suci. Umumnya anak-anak suka sekali mendengar kisah tokoh-tokoh KS. Karena itu bercerita dapat menjadi bagian yang paling sering dilakukan dalam ibadah kita.
  4. Sebaiknya acara doa keluarga berlangsung tidak terlalu lama.
    Lebih baik mengadakan ibadah keluarga dengan frekuensi lebih banyak setiap minggunya dari pada jarang diadakan, tetapi setiap kali dilakukan selalu berlangsung lama. Bila doa berkepanjangan, selain anak menjadi bosan dan tidak lagi menyukainya, kita pun seolah melakukannya dengan terpaksa.
  5. Ciptakan berbagai kesempatan untuk melangsungkan doa dalam keluarga.
    Banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagi hidup di dalam Tuhan dengan anak-anak kita. Dalam perjalanan ke sekolah, bila kita mengantar sendiri anak kita dengan mobil, kita mempunyai kesempatan cukup banyak untuk membagikan apa yang kita lihat dan mengajak anak untuk bersyukur.

Doa keluarga lebih mudah dilakukan bila kita dapat mengupayakan relasi keluarga yang harmonis. Orangtua yang takut akan Tuhan dan anak-anak yang dididik sejak usia sangat muda di dalam Tuhan merupakan modal penting dalam membangun suasana doa dalam keluarga.

Sharing

Bagaimana keluarga berperan membentuk imanmu?
Bagaimana kehidupan doa dalam keluargamu?
Apa hambatanmu mengadakan doa bersama dalam keluarga?
Bagaimana usaha yang akan kaulakukan untuk memperbaikinya?
Sharingkanlah pengalamanmu

Rhema ayat minggu ini

Mrk 14 : 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Pedoman hidup KTM 03 :
Setelah engkau diperkaya, engkaupun dapat memperkaya orang lain dan dengan memperkaya orang lain, engkau sendiri akan terus tumbuh dan diperkaya dalam pengenalan dan kasih Allah.

admin