DOA PEMBEBASAN

“Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Mrk 16:18)

I. Pendahuluan

Ketika kita mendengar istilah “Doa Pembebasan” tentunya yang terlintas dalam pikiran kita pertama kali adalah Pembebasan dari roh jahat. Akan tetapi, lingkup dari Doa Pembebasan ini tidak hanya menyangkut tentang keberadaan roh jahat, melainkan juga pembebasan dari kelemahan / kebiasaan buruk kita.

II. Keberadaan Roh Jahat

Seringkali kita mendengar beberapa pendapat banyak orang tentang keberadaan roh jahat. Lalu, apakah roh jahat itu sebenarnya ada? Ada pihak ekstrim yang menyangkal adanya realitas roh jahat dan menganggap bahwa hal itu sesuatu yang kuno, tetapi ada juga yang beranggapan melihat roh jahat di mana-mana. Dalam audiensi umum tanggal 15 Nopember 1972, Paus Paulus VI mengatakan: “Apakah yang menjadi kebutuhan terbesar Gereja dewasa ini? Janganlah terkejut mendengar jawaban kami dan jangan menganggapnya terlalu naif atau bahkan berbau takhayul: salah satu kebutuhan terbesar Gereja ialah perlindungan terhadap kejahatan yang disebut iblis. Suatu realitas yang dahsyat, misterius dan mengerikan.” Kemudian pada waktu itu juga Paus mengatakan bahwa menolak realitas roh jahat sebagai sesuatu yang semu atau personifikasi dari sesuatu yang tidak diketahui adalah bertentangan dengan ajaran Kitab Suci dan ajaran Gereja yang begitu jelas.

  1. Jenis-jenis Pengaruh Roh Jahat
    • Dari Luar
      • Godaan; biasanya berupa godaan akan SATU HAL yang belum kita miliki daripada yang SUDAH kita miliki (seperti kisah Hawa yang digoda Ular).
      • Serangan Fisik; misalnya: sakit tanpa sebab, sering keguguran, atau seperti kisah St. Vianey dari Ars.
      • Perlawanan; misalnya: kegagalan dalam usaha, sulit mendapat pasangan hidup, atau seperti kisah Nabi Daniel dalam peperangannya dengan Raja Persia yang penuh dengan hambatan (Dan 10:13).
      • Penindasan emosional / depresi; memerlukan discernment dalam keseharian.
    • Dari dalam diri manusia
      • Kerasukan / Posesi; seperti kisah orang yang kerasukan Setan di Gerasa (Mrk 5: 1- 10)
      • Opresi / Penindasan pada bagian pribadi yang lemah dan akhirnya dorongan itu sulit dikendalikan, misalnya: dorongan makan, minum, seks. Penindasan juga bisa terjadi pada bagian emosionalnya, seperti: benci, dendam, dengki, bimbang, kuatir, dan lain-lain (7 dosa pokok).
      • Luka Batin yang parah (kekecewaan, sulit mengampuni, keputusasaan); kurangnya penghayatan dalam Sakramen (kesuaman) dapat menjadi PINTU MASUK Roh Jahat
      • Keterlibatan dalam Okultisme (sihir, tenung, perdukunan, mencari kesaktian, belajar ilmu tenaga dalam, new age, dan lain-lain) -> TERSULIT untuk diatasi.
      • Roh nenek moyang / leluhur (tumbal); perlu dipersembahkan dalam EKARISTI.
  2. Mengenali Tanda-Tanda kehadiran Roh Jahat

    Untuk mengenali tanda kehadiran roh jahat atau setan, diperlukan Discernment (Pembedaan Roh1 Kor 12: 7-11)Menurut Paus Paulus VI, kita dapat mengandaikan campur tangan yang licik dan misterius dari si jahat pada kasus-kasus berikut: video tentang Yesus yang dihujat habis-habisan (Yesus jatuh cinta pada Maria Magdalena dan menjalin hubungan gelap dengannya); realita gereja setan, cinta kasih yang dicekik oleh egoisme yang dingin dan kejam, keputusasaan sebagai satu-satunya jalan keluar, legalisme aborsi/LGBT oleh negara, dan lain-lain. Suatu catatan penting, walaupun kita tidak memiliki karunia discernment ini, kita bisa mengetahui apakah ada gangguan roh jahat dari beberapa tanda dan gejala yang dapat diperhatikan berikut ini:

  • Dari orangnya sendiri
    Pada umumnya, orang yang bersangkutan sadar akan adanya roh jahat dalam dirinya. Namun di sini kita harus hati-hati, tidak boleh percaya begitu saja akan apa yang dikatakan orang itu. Terkadang orang mengatakan demikian hanya untuk menarik perhatian. Banyak orang yang sungguh-sungguh mengalami pengaruh roh jahat dan mereka perlu dibebaskan. Mereka mengalami si jahat dengan pelbagai macam cara seperti: Mendengar suara menyuruh mereka menabrakkan kendaraannya, atau masuk ke jurang; mendengar suara menyuruh bunuh diri, melompat dari jembatan, loteng; mendapat penglihatan yang mengerikan atau mengalami mimpi-mimpi buruk yang lebih menyeramkan daripada biasanya. Terkadang dengan berdoa sungguh-sungguh dalam Bahasa Roh, kita dapat mengetahui penyebab gangguan dari manifestasi yang muncul.
  • Secara Obyektif
    Seringkali orang yang perlu ditolong karena adanya gangguan roh mulai menunjukkan gejala-gejala tertentu setelah didoakan. Hal tersebut dapat diketahui dengan relatif pasti sebelumnya; misalnya: orang yang terlibat aktif dalam okultisme. Selain itu, dari observasi, kita dapat mengetahui adanya kemungkinan gangguan roh jahat dari gejala-gejala umum dan khusus berikut ini:

Gejala umum: Dorongan tak terkendali untuk makan, minum, rokok, narkoba, judi, seks dan semua perbuatan yang bersifat kompulsif (compulsive eating, drinking). Di samping itu, dr. Loron de la Salpetriere, seorang neurolog Perancis yang terlibat dalam pelayanan tersebut, menambahkan gejala-gejala berikut yang dapat menjadi indikasi adanya gangguan roh jahat: insomnia, kebingungan (nervosity), mudah marah, convulsion, bahkan gangguan psikiatrik, mengigau, gangguan emosional, kekerasan (violence) yang sering tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, semuanya itu dapat dikembalikan pada kategori: kekuatiran, depresi, bahkan histeria atau schizofrenia. Kalau ada gejala semacam itu, kita dapat menduga ke arah gangguan roh, lebih-lebih bila sarana medikal biasa tidak menolong. Namun, sekali lagi perlu ditandaskan bahwa semuanya itu dapat mempunyai penyebab-penyebab lain. Semuanya itu hanyalah indikasi belaka, bukan tanda khusus atau bukti adanya gangguan roh jahat.

Gejala khusus:

  •  Goncangan atau gerakan badan tertentu -> Gejala seperti itu kita jumpai dalam Injil Markus [Mrk 1:26 dan Mrk 5:5]. Mereka yang diganggu si jahat bisa juga membuat gerakan badan tertentu, misalnya badannya meronta-ronta, meliuk-liuk dan mendesis seperti ular, merangkak dan mengerang seperti harimau, dan lain-lain.
  • Memiliki kekuatan yang luar biasa -> Orang yang bisa mematahkan begitu saja rantai yang mengikatnya (Mrk 5:3-4), atau 1 orang dengan mudah mengalahkan 7 orang anak Skewa (Kis 19:13- 16) -> Kesimpulan: Kuasa iblis jauh lebih besar dibandingkan kekuatan manusia mana pun, tetapi di hadapan Tuhan, iblis tidak bisa apa-apa.
  • Suara yang berubah -> Seorang wanita bisa berbicara dengan suara pria atau seorang yang halus mulai berbicara secara kasar dan kotor sekali atau memaki-maki. Perubahan dalam cara bicara dari saya bisa berubah menjadi kami (dapat berupa intimidasi), misalnya:”Kami tidak akan keluar, kamu tidak akan bisa mengusir kami”, bisa juga berbicara dalam bahasa asing yang sama sekali tidak dikenalnya.
  • Ekspresi wajah -> Wajah berubah menyeramkan (terkadang menjadi penuh kebencian), meludah, muntah-muntah (berupa air ludah atau lendir saja); jika terjadi demikian, jangan sampai kita marah sebab itu bukan ekspresi orang itu sendiri; juga jangan menjadi takut jika melihat bola matanya berputar, hanya kelihatan putihnya. Ini umumnya suatu tanda tidak berani memandang yang mendoakan, supaya si kurban tidak ditolong. Juga itu merupakan suatu pertanda bahwa si jahat mau bersembunyi karena tidak berani bertatap muka dengan kita. Oleh karena itu, dalam mendoakan juga jangan sekali-kali memejamkan mata. (Gejala-gejala ini baik umum ataupun khusus, bersifat ambivalen; artinya: gejala serupa bisa disebabkan pengaruh roh jahat, tetapi bisa juga akibat gangguan jiwa karena dalam diri manusia ada suatu mekanisme perlindungan. Misalnya: anak-anak yang mengalami trauma psikis, membuat suatu perlindungan supaya dia bisa tahan dan tidak mati karena tekanan yang terlalu berat, sehingga tercipta pribadi-pribadi yang bisa bermanifestasi secara bergantian).

III. Berdoa Pembebasan dan Perlindungan terhadap pengaruh roh jahat

Untuk kasus yang berat (Eksorsisme baik pembebasan untuk orang yang kerasukan atau pembebasan tempat/obyek), hanya dapat dilakukan oleh Imam khusus dengan izin uskup. Syarat orang yang didoakan (pasien): harus sungguh-sungguh mau lepas dari ikatan tersebut, bertobat dari segala dosanya, menyangkal pernah berhubungan dengan kuasa gelap dengan segenap hati, menyerahkan jimat/benda keramat yang disimpan/ada ‘isi’nya (yang harus dipatahkan kuasanya dalam nama Yesus). Persiapan untuk Pendoa: mohon tambahan IMAN; mohon perlindungan bagi Tim Doa, diri kita (pendoa) beserta orang-orang yang ada di tempat tersebuttidak berdoa di tempat umum ; pelayanan Doa Pembebasan ini sebaiknya dilakukan dalam tim apalagi jika pendoa dan pasien berlawanan jenis (untuk menghindari roh jahat menggoda untuk melakukan tindakan amoral); mengikat Roh Jahat agar pergi dengan tenang dan tidak membuat manifestasi yang tidak terkendali (Mat 12: 43-45) ; untuk kasus yang berat perlu didukung dengan DOA dan PUASA (Mat 17:21). Dalam pelaksanaan Doa Pembebasan: bertindak penuh belas kasih; membuka mata, berhati-hati dan berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan yang terjadi; bicara dengan nada tenang tetapi TEGAS dan penuh keyakinan; memandang mata pasien karena dalam nama Yesus, orang yang mendoakan menjadi lebih kuat daripada si Jahat; jangan mencari manifestasi; jangan membuka pembicaraan dengan roh jahat; penggunaan sakramentali/benda-benda suci. Isi dari Doa Pembebasan: Doa perintah dalam nama Yesus -> “Dalam nama Yesus Kristus, aku perintahkan supaya Roh (sebutkan namanya) keluar sekarang! Enyahlah! Pergi! Sekarang!”. Perlindungan terhadap pengaruh roh jahat dapat kita usahakan dengan menjaga diri kita untuk berada dalam keadaan rahmat (Mat 12: 43-45; Ef 6: 10-12) melalui:

  • Hidup Kristiani dan rohani yang sehat (bertobat, berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di keseharian, hidup dalam komunitas, pelayanan)
  • Menjaga hidup DOA yang sehat dan teratur -> sebagai Dasar Pelayanan juga.
  • Membaca Kitab Suci secara meditatif (misal: Lectio Divina).
  • HIDUP SAKRAMENTAL yang baik (Ekaristi, Tobat, Adorasi).

(Sumber: Retret Doa Pembebasan di Lembah Karmel (Maret 2017); Sesi Doa Pembebasan di BINUS 13)

Pedoman hidup no. 25:

Hidup di hadirat Allah berarti menghargai Allah di atas segala sesuatu dan hidup bagi Dia dan bagi rencana kehendak-Nya. Karena itu tinggalkan segala keinginan dan ingatan yang tidak berkenan kepada Allah. Hanya Tuhan saja yang pantas diingat-ingat. Hanya Tuhan saja yang pantas dicintai demi diri-Nya sendiri. Di surga tugas kita ialah hidup di hadirat Allah serta memuji dan memuliakan Allah siang malam. Dengan hidup di hadirat Allah di dunia ini, kita sudah mengantisipasi kehidupan surgawi kita kelak.

Sharing

Adakah kelemahan anda yang sulit diatasi atau pengalaman anda akan realita roh jahat dalam keseharian? Apa yang anda lakukan untuk mengatasi hal itu? Sharingkanlah pengalamanmu!

admin