PENTINGNYA SHARING MASALAH PRIBADI DALAM KELUARGA

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu. Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu. Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu. Damai sejahtera atas Israel”(Maz : 128 : 1-6)

Kita tentunya lahir dalam sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek dan semua anggota keluarga lainnya. Keluarga adalah gereja kecil tempat anak-anak dibina secara iman kristiani yang baik dan benar. Kehidupan dalam keluarga adalah hal yang terutama bagi perkembangan pribadi seseorang, bagaimana dia bertumbuh dan berkembang semuanya dimulai dari keluarga. Disinilah pentingnya arti keluarga yaitu menanamkan nilai-nilai luhur Kitab Suci bagi anggota keluarga.

Tentu semua keluarga mendambakan kehidupan yang harmonis dan seimbang dalam keluarga karena itu sangat penting komunikasi yang mendalam, sehat, terbuka didalam sebuah keluarga. Komunikasi berarti juga menyediakan waktu dan telinga untuk mendengar.

1. Pendahuluan

(Kolose 3:9-10 : “Janganlah lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah meninggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya”).

Kehidupan keluarga yang ideal dan harmonis sungguh dambaan setiap orang namun tidak jarang kita mendapatkan keluarga yang kurang ideal dan tidak harmonis. Ada banyak hal yang membuat orang merasa tidak bahagia dalam keluarga. Pasangan suami istri yang sibuk sehingga tidak punya waktu bagi satu sama lain. Komunikasi yang terhambat membuat mereka menjadi seperti orang asing terhadap satu sama lain. Jika hal ini tidak di selesaikan dengan segera akan menjadi masalah yang berkepanjangan dan mengganggu keharmonisan keluarga. Jika sering terjadi pertikaian didalam keluarga, anak-anak menjadi pribadi yang tertutup dan sulit berkomunikasi.

2. Refleksi “Kolose 3:12-17”

a. Kolose 3 : 13 “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti  Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian”.

Disinilah pentingnya arti pengendalian diri, tidak menuruti ego. Perlu saling pengertian dan keterbukaan satu sama lain dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan sifat dan karakter akan menjadi warna indah yang saling melengkapi dalam keluarga. Nilai-nilai luhur dalam kitab suci sangat diperlukan dan menjadi dasar bagi perkembangan setiap pribadi.

b. Kolose 3: 14-17 “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita”. Keterbukaan mengurangi kesalapahaman dalam keluarga. Hal ini sangat penting untuk menghindari pertikaian dan luka di antara anggota keluarga.

3. Langkah Iman

Kolose 3 :18-20 “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan”. Dengan saling mensharingkan masalah pribadi didalam keluarga diharapkan :

A. Bertumbuh kasih persaudaran yang hangat didalam keluarga.
Dengan saling berbagi didalam keluarga diharapkan adanya pengerian dan empati yang dalam antar sesama anggota keluarga.

B. Saling menguatkan didalam Doa
Dengan saling mendoakan anggota keluarga akan menjadi sumber kekuatan bagi setiap pribadi untuk lebeh mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

C. Keterbukaan didalam keluarga
Jika saling terbuka dan jurur maka kesalahpahaman bisa dihindari.

4. Pengendapan

Dengan komunikasi yang baik dan terbuka didasari kasih, diharapkan setiap anggota keluarga makin matang karakternya dan buah Roh Kudus makin bertumbuh. Sehingga menjadi keluarga kudus ditengah kemajemukan dan perkembangan teknologi bukanlah hal yang mustahil terapi sungguh ada dan nyata.

Buah Roh Kudus (Gal 5:22-23) :

1. Kasih (Love) 1 kor 13:13 (tidak membicarkan kekurangan dibelakang, tidak menceritakan kekurangan kepada orang lain).

2. Sukacita (joy) belajar untuk untuk bersukacita walaupun tidak ada alasan saat tantangan tersebut datang. Sukacita harus dari dalam hati (caranya dengan memperbanyak jam doa yg berkualitas).

3. Damai sejahtera (peace) Filipi 4:7 (damai sejahtera yang memapukan kita untuk mengambil keputusan-keputusan penting ditengah persoalan keluarga).

4. Kesabaran (patience) Alkitab mengatakan orang yang sabar melebihi pahlawan. Tenang tidak tergesa-gesa dan tahan menghadapi hal yang tidak menyenagkan akan menghindari kita untuk tidak terjerumus ke dalam hal yang tidak benar.

5. Kemurahan (kindess) dalam keluarga bermurah hati nampaknya mudah untuk dilakukan kepada orang yang baik tetapi kita juga perlu bermurah hati pada yang kurang kita tidak sukai.

6. Kebaikan (goodness) kebaikan tanpa batas dan pamrih seharusnya kita berikan kepada keluarga kita, dengan hal kecil misanya meyediakan telinga untuk mendengar curhatan anggota keluarga.

7. Kesetiaan (faithfulness) kesetiaan sangat dibutuhkan dalam keluarga kristiani, dengan kesetiaan inilah menunjukan perbedaan keluarga kristianin dengan keluarga dunia

8. Kelemahlembutan (genteleness) Mat 11: 29 katena Yesus sendiri adalah teladan kelemah lembutan, kelemahlembutan sangat diperlukan untuk menjaga damai dalam keluarga. Contoh kelemahlembutan: mengalah, tidak berkata kasar yang menyakiti, mau meminta maaf duluan.

9. Penguasaan diri (self control) Alkitab mencatat bahwa orang yang dapat menguasai diri melebihi orang yang merebut sebuah kota. Mengendalikan diri tidak membiarkan hati kita menjadi pahit dan balik menyakitia jika mendapat perlakuan dan perkataan yang tidak menyenangkan.

Sumber katolisitas.org

Pedoman Hidup KTM no. 27:

Banyak kesempatan sepanjang hari di mana kita dapat hidup dalam hadirat Allah: waktu mengerjakan pekerjaan harian: memasak, menjahit, bersih-bersih rumah, atau pekerjaan tangan lainnya yang tidak menuntut perhatian penuh. Waktu dalam kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Sambil mengerjakan semua itu, kita dapat ingat akan Allah sambil mengulangi-ulangi nama Yesus, misalnya. Hendaklah engkau memperhatikan Allah dan Allah akan memperhatikan segala kebutuhanmu.

Sharing:

1. Bagaimana komunikasi dalam keluarga anda selama ini? Apakah terbuka atau banyak hambatan?

2. Siapakah anggota keluarga anda yang terdekat yang dapat anda percaya untuk membicarakan masalah pribadi?

3. Hambatan apa saja yang anda alami dalam membicarakan masalah pribadi kepada anggota keluarga?

admin