Regenerasi dalam KTM (Yoh 15:1-8)

 

Tujuan

Supaya semakin banyak orang yang terpanggil untuk menjadi pekerja Kristus, dan khususnya menjadi pelayan di dalam keorganisasian KTM

 Definisi “regenerasi”

Regenerasi bisa diartikan sebagai pembentukan sel baru, pembaruan semangat yang sudah mulai luntur, atau peremajaan/penggantian generasi yang berpengalaman kepada generasi yang belum memiliki banyak pengalaman.

     Pernahkah kita mendayung kapal bersama dengan sekolompok teman? Jika belum coba bayangkan saat ini anda berada di dalam kapal yang harus didayung menuju garis finish pada sebuah perlombaan perayaan ulang tahun KTM, lomba antar sel. Di mana ada beberapa situasi yang harus kita bayangkan, yaitu:

  1. Kapal didayung tanpa seseorang yang memberikan komando

Sehingga masing-masing anggota boleh mendayung sendiri ke arah yang mereka mau, sekalipun mereka mendayung ke arah yang salah. Jika ada salah satu anggota yang lelah pun, tanpa merasa bersalah, anggota ini akan bersitirahat.

  1. Kapal didayung dengan seorang komando yang berpengalaman namun para pendayung merupakan orang-orang yang egois. Para pendayung adalah orang-orang yang tidak mau mendengarkan arahan komando, juga tidak memiliki itikad untuk menang, sekalipun mereka memiliki tubuh yang sehat dan postur yang meyakinkan.
  2. Kapal didayung dengan seorang komando yang kurang berpengalaman, namun semua anggota tim mendukung penuh dan bertujuan ingin memenangkan lomba.

Kita-kira, dari ketiga sikon yang ada di atas, kapal yang mana yang akan memenangkan lomba? Sudah pasti jawabannya adalah kapal yang ke-3.

     Dari gambaran di atas, sangat jelas bahwa pengalaman seorang komando tidaklah menjadi sesuatu hal untuk dibanggakan dan menjadi sebuah jaminan untuk bisa memenagi sebuah perlombaan (seperti contoh kapal ke-2). Begitupula dengan situasi dalam sebuah perkembangan sel KTM. Sel tidak akan berjalan, jika para anggotanya tidak mau berkembang, tidak mau menjalankan komitmen KTM, tidak memiliki kerinduan untuk menjadi kudus, ingin mengenal Allah secara lebih, tidak memiliki visi dan misi yang sama seperti visi misi KTM. Bila sikon ini terjadi, maka pelayan sel juga harus mengevaluasi mengapa hal ini terjadi, apakah akar masalahnya, serta mengambil sikap. Perlu diketahui bahwa, anggota KTM terdiri dari berbagai macam kepribadian orang, serta motivasi awal bergabungnya anggota-anggota tersebut juga bervariasi mulai dari hanya ikut-ikutan saja, sampai dengan adanya sebuah kebutuhan untuk dilayani, misalnya orang-orang yang terluka dan ingin mengalami sebuah kesembuhan, dll. Disinilah letak indahnya berkomunitas akan dirasakan, semakin besar tantangan yang dihadapi, maka makin besar pula sukacita yang akan dirasakan oleh sang pelayan jika ia mampu untuk memberikan kesempatan bagi semua anggotanya untuk mengalami kasih Allah yang tak terbatas. Disinilah kekuatan dan ketekunan dalam doa dari para anggota akan teruji; teladan/kesaksian hidup dari sesama anggota akan memberikan kekuatan baru bagi mereka yang sedang terpuruk. Sehingga, semua anggota dapat mengalami perubahan hidup yang lebih baik dan semakin menyerupai Yesus sendiri.

     Ada beberapa kendala/hambatan yang sering terjadi, mengapa ada sel-sel yang tidak mau membelah atau proses regenerasi tidak berjalan:

1. Kelekatan yang amat sangat antar anggota

a.) Terlalu lekat bukan merupakan sesuatu yang baik, terlalu lekat hingga susah dipisahkan juga merupakan
ketergantungan yang tidak sehat. Hal ini dapat disebabkan karena anggota lupa akan visi misi KTM, yang salah satu tujuaannya adalah untuk membawa sebanyak mungkin orang lain kepada pengalaman yang sama. (bdk ay 8)

b.) Ada ketakutan bahwa di kelompok yang baru, tidak akan merasakan sukacita dan kedekatan yang sama. Kita tidak boleh miliki ketakutan ini, jika Allah bersama kita dan semua anggota selalu terbukan akan dorongan Roh Kudus, sukacita dari Allah pasti akan tercurah bagi kelompok sel mana pun.

 2. Ketidakpahaman anggota akan tata cara yang ada dan Visi Misi KTM

a.) Tidak memahami apa itu Visi Misi KTM, baik tidak pernah dijelaskan maupun sel tersebut masih belum menjalankannya.

b.) Kurangnya disiplin waktu

Waktu yang selalu molor ataupun dimulai terlambat, merupakah hal dasar yang bisa membuat beberapa orang menajdi enggan untuk datang ke pertemuan sel.

c.) Mengundang pembicara-pembicaran lain tanpa persetujuan pelayan sel/wilayah.

Narasumber yang tidak memahami Visi Misi KTM, bisa menyebabkan kebingungan jika ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Pedoman Hidup KTM. Sehingga kreatifitas ini bisa mengurangi kualitas sel itu sendiri.

d.) Jumlah anggota yang terlalu banyak

Dengan melupakan batasan jumlah anggota, sebuah sel bisa menjadi sangat besar, dan akhirnya keakraban kurang terbina dan perkembangan sel itu menjadi tidak terkendali

3. Kurangnya pelatihan bagi anggota serta pelayan KTM

a.) Pelayan sel

Alangkah baiknya jika serorang pelayan sel mengikuti pelatihan pelayan sel, sehingga pelayan tersebut bisa selalu berkembang, membagikan pengalaman2 baru, atau jika dibutuhkan bisa berbagi pengalaman dengan para pelayan yang lain.

b.) Anggota

Sebagai anggota pun, kita tidak terlepas dari setiap pelatihan yang ada. Baik pelatihan cara memimpin pujian penyembahan, bermain musik, ataupun cara membawakan renungan/firman yang baik. Pelatihan/workshop ini juga harus disiapkan oleh pelayan sel, dan harus dijadwalkan secara berkala, sehingga semakin banyak anggota yang bisa belajar dan belajar dan belajar mengembangkan talenta yang dimiliki.

 4. Nilai-nilai dasar/budaya yang tidak diikuti

a.) Kerendahan hati

Melupakan nilai kerendahan hati ini dapat menyebabkan perpecahan dalam sel itu sendiri. Khususnya jika ada orang-orang dominan dalam sel itu. Dalam hal ini, seroang pelayan harus belajar mengatur anggotanya, serta anggota itu pun harus sadar bahwa posisinya adalah seorang anggota, sekalipun ia memiliki banyak pengalaman. Seharusnya, seorang anggota yang memiliki banyak pengalaman, ia bisa menjadi aset yang baik dan bisa dikaryakan oleh seorang pelayan. Tinggal bagaimana pelayan itu bisa memaksimalkan dan melakukan pembagian tugas yang baik sehingga tidak menjadi bumerang.

Hal kesombongan juga harus diwaspadai, jangan sampai komunitas ini mempamerkan keunggulan-unggulan komunitasnya, tanpa menyadari bahwa masing-masing komkunitas juga pasti memiliki kelemahan. Atau bahkan di saat komunitas itu menjadi sombong, mereka akan tergoda dan jatuh tergelincir dalam lembah dosa.

b.) Kejujuran

Setiap orang pasti memiliki tantangan-tantangan dalam kehidupan pribadinya. Dan si  jahat pasti selalu akan menghantui selalu, menggoda dengan segala cara supaya kita bisa terjatuh. Jatuh dalam hal ketidakjujuran bisa sangat berbahaya, baik itu dari sisi keuangan, ataupun hal-hal lain. Jadi sangat penting juga bagi semua anggota untuk memegang kuat nilai-nilai penting yang harus dimiliki anggota.

c.) Tidak punya rasa memiliki

Dalam setiap komunitas, pasti ada anggota yang datang dan pergi. Rasa memiliki yang tinggi dari masing-masing anggota sangat dibutuhkan dalam proses perkembangan sel. Khususnya bagi anggota-anggota yang sudah sering tidak hadir, mereka perlu didekati secara khusus, diajak kembali, supaya bisa kita bisa bersama-sama merasakan sukacita yang sama lagi.

5. Anggota dan pelayan tidak menjalankan 8 komitmen KTM

a.) Kurang hidup di dalam hadirat Allah, kurang terbuka terhadap karunia-karunia Roh Kudus

Bagi anggota yang sudah belajar bertugas, baik itu pemimpin pujian, pemusik, maupun pembawa renungan, semua memiliki bobot tugas yang sama, dan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, bukan hanya persiapan 1 jam sebelum acara sel di mulai. Apabila tidak ada persiapan, serta tidak adanya kehidupan doa yang sungguh, maka sel tersebut akan menjadi hambar, karunia-karunia pelayanan serta manifestasi Roh Kudus akan tidak terlihat.

b.) Setiap anggota memiliki sumbangsih dalam perkembangan sel.

Kehidupan doa masing-masing anggota juga memiliki peran dalam perkembangan sel. Semakin banyak anggota yang menjalankan komitmen KTM, semakin terlihat pula buah-buah Roh yang nampak dalam setiap pelayaan, serta kesehari-harian anggota KTM.

c.) Menjalankan pelayanan bersama

Dari ke-8 komitmen yang ada, 7 diantaranya adalah komitmen untuk internal KTM, namun ada 1 komitmen yang bisa dirasakan oleh orang lain, yaitu menjalankan pelayanan bersama.

Melalui pelayanan-pelayanan inilah, buah-buah komunitas, buah-buah setiap anggota yang ada di dalamnya dapat dirasakan oleh orang lain. Dan melalui pelayanan ini pula, motivasi pelyanan kita semakin dimurnikan, cinta kita terhadap Tuhan semakin diasah. Kita harus memiliki sikap pantang menyerah, dan siap menerima setiap kritik yang membangun. Tanpa berbuat salah, kita tidak akan pernah tau mana hal yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan. Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini, jadi jangan takut jika kita masih berbuat kekhilafan dalam pelayanan-pelayanan kita. Di saat kita berhenti melayani, di saat itu pula lah, setiap talenta yang kita miliki juga akan diambil kembali oleh empuNya dan kita menjadi tidak berbuah.

 Cara-cara supaya sel dapat berkembang:

     Jika hambatan-hambatan yang ada telah diminimalkan, saatnya pelayan sel juga memikirkan bagaimana caranya supaya sel dapat berkembang atau membelah.

Ada beberapa cara dapat ditempuh, antara lain:

  1. Tiap anggota diminta untuk membawa 1 orang anggota baru setiap 3 atau 6 bulan sekali/secara berkala
  2. Sel KTM yang ada, menjadi penggagas dan panitia acara retret atau rekoleksi di paroki atau dekenat (beberapa paroki sekitar), sehingga dari acara itu bisa menarik anggota-anggota baru
  3. Dengan rutin mengadakan pelayanan keluar, supaya KTM semakin dikenal melaui buah-buahnya, dan orang lain pun semakin tertarik untuk mengenal KTM
  4. Setiap anggota juga harus turut bergabung di dalam pelayaan aktif di dalam paroki/lingkungan, supaya KTM tidak meninggalkan kesan eksklusif.

Teladan hidup

Yang terpenting dari semua itu, hanya ada 1 teladan yang dapat kita ikuti, yaitu Yesus sendiri, kita harus tetap hidup di dalam hadirat Allah (bdk ay 2 dan 7). Yesus tidak lagi memiliki tangan dan kaki di dunia ini, melalui kitalah kasih Yesus dapat menjadi nyata dalam kehidupan ini. Maukan kita menjadi kaki dan tangan bagiNya?

Sharing

Coba sharingkan pengalaman regenerasi yang pernah terjadi di dalam sel anda?  Apakah ada masukan-masukan dari anggota ataupun pelayan sel, untuk dewan pelayan wilayah, distrik dan umum, supaya regenerasi KTM bisa selalu berjalan secara berkesinambungan dan terpadu?

Sumber: Buku pelatihan pelayan sel KTM

admin