MENGUNJUNGI ORANG SAKIT

Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (Mat 25: 36)

Mengunjungi orang sakit merupakan satu dari 7 Karya Belas Kasih Jasmani (KGK 2447), yang adalah :

  1. Memberi makan kepada orang yang lapar.
  2. Memberi minuman kepada orang yang haus.
  3. Memberi perlindungan kepada orang asing.
  4. Memberi pakaian kepada orang yang telanjang.
  5. Melawat orang sakit.
  6. Mengunjungi orang yang dipenjara.
  7. Menguburkan orang mati.

Salah satu pelayanan Yesus yang terbesar selama hidupNya di dunia adalah melayani dan menyembuhkan orang sakit. Hatinya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka. Pelayanan kepada orang sakit juga merupakan kesempatan baik untuk evangelisasi. Yesus sendiri mengatakan bahwa melawat orang sakit itu sama dengan melawat Yesus. (Mat 25:36). Bahkan Ia mengutus para muridNya untuk menyembuhkan orang sakit.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat 10:16)

Apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan

  • Lakukan persiapan dengan berdoa dulu. Mohon Tuhan beri kita hikmat kebijaksanaan supaya nanti dapat bersikap dengan tepat, dan dapat menjadi alat untuk menyampaikan kata-kata Tuhan yang menghibur, menguatkan, mendatangkan damai dan sukacita bagi si sakit.
  • Usahakan mencari tahu waktu yang tepat bagi si sakit untuk dikunjungi. Bisa kontak dulu menanyakan hal tersebut kepadanya, atau ke anggota keluarganya. Kadang-kadang ada orang sakit yang ingin menyendiri dan tidak ingin dikunjungi. Kita menghargai privasi mereka.
  • Pastikan anda tidak sedang sakit, flu atau yang lain, yang mungkin dapat menulari si sakit.
  • Basuhlah tangan anda dengan serius, atau gunakan cairan pembunuh kuman yang disediakan di RS sebelum masuk ke ruangan si sakit. Jangan sampai anda menjadi pembawa kuman atau virus.
  • Saat berada di ruangan si sakit, pantau sekilas kondisi ruangan, apakah korden perlu dibuka/ditutup, apakah TV mau dimatikan atau dipelankan suaranya, adakah piring sisa makanan yang perlu dibereskan. Keadaan si sakit, apakah perlu dibantu memperbaiki posisi duduknya, diatur bantal dan selimutnya, agar merasa lebih nyaman.
  • Jangan duduk di ranjang si sakit. Tariklah kursi ke dekatnya.
  • Jangan menginterogasi si sakit. Kalau ia tidak ingin menceritakan tentang sakitnya, jangan bertanya-tanya mendetail tentang sejarah, apa dan bagaimana penyakitnya.
  • Jangan juga terus menerus berbicara, memberi banyak nasehat dan obat melebihi dokter, membanding-bandingkan dengan pasien lain, menghakimi dan berusaha mengkoreksi banyak hal.
  • Ada 1001 jenis obat, herbal dan suplemen yang beredar di medsos yang dikatakan dapat menyembuhkan, tapi sebaiknya membatasi diri untuk memberi masukan demikian yang seringkali malah membingungkan dan melelahkan.
  • Jangan juga terlalu berdiam diri yang menimbulkan suasana kikuk. Carilah topik pembicaraan yang ringan, yang menggembirakan, yang membangun semangat. Boleh mengambil ayat Firman Tuhan untuk menghibur dan menguatkan, memberikan ketabahan. Atau sharing pengalaman pribadi tentang Tuhan.
  • Selama kunjungan, tetaplah berdoa dalam hati, doa Yesus atau berbahasa roh, telinga mendengarkan si sakit, tapi telinga hati mendengarkan Tuhan berbicara, akan apa yang harus kita perbuat dan katakan. Kadang2 Tuhan mengungkapkan hal-hal rohani yang harus dibereskan oleh si sakit. Misalnya si sakit masih ada sakit hati dan perlu mengampuni. Ganjalan spiritual itu seringkali yang menghalangi kesembuhan fisik seseorang. Apabila itu terjadi mintalah hikmat untuk dapat menyampaikannya dengan tepat.
  • Sampaikan bahwa si sakit dapat menjadikan penderitaannya sebagai berkat dengan mempersembahkannya sebagai silih bagi dosanya sendiri dan dosa orang lain.
  • Apabila si sakit menderita penyakit terminal (tak dapat sembuh), jangan mudah mengumbar janji palsu bahwa si sakit pasti akan sembuh. Memang ada mujizat kesembuhan dari Tuhan, tapi tidak semua orang Tuhan berikan untuk mengalaminya.
  • Kadang-kadang ada keluarga yang tidak mau si sakit mengetahui apa sebenarnya penyakit yang dideritanya. Hargailah itu, tapi usahakan jangan ikut berdusta dan menyampaikan kata-kata bohong. Si sakit bisa kehilangan trust (kepercayaan) terhadap Anda.
  • Baik untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dengan sederhana dan tak berbelit-belit, misalnya
    • bahwa Tuhan sangat mencintai kita dan ingin kita selamat.
      Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)
    • Dia penuh belas kasih dan ikut merasakan penderitaan kita.
      Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis! (Luk 7:13)
    • Dia selalu ada bersama kita dan mengasihi kita. Tak ada yang dapat memisahkan kita dari kasihNya.
      Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 8:35,38-39)
    • Bahwa kematian akan dialami semua orang, dan bukan sesuatu yang menakutkan bagi orang yang percaya.
      Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. (Rm 14:8)

  • Kunjungan jangan terlalu lama, 10 sampai 15 menit paling lama. Kondisi si sakit yang lemah seringkali membuatnya cepat lelah dan harus beristirahat.
  • Sebelum pulang tanyakan apakah tidak keberatan kalau si sakit didoakan. Ini sebenarnya bagian yang paling penting dari sebuah kunjungan bagi orang sakit. Biasanya hampir tidak ada orang sakit yang menolak didoakan, bahkan yang belum percaya kepada Tuhan Yesus pun.
  • Doakan kesembuhan dan pemulihannya, baik tubuh, jiwa dan terutama rohnya. Doakan dengan penuh iman. Doakan keluarganya. Doakan aspek2 tertentu yang mungkin Tuhan nyatakan kepada anda. Doa jangan terlalu panjang. Selalu diakhiri dengan pernyataan iman dan percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana yang terindah baginya.
  • Terakhir tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk membantunya. Selesai melakukan kunjungan, berdoalah dan bersyukurlah bahwa sudah boleh melayani Tuhan dengan mengunjungi orang sakit. Anda sudah melawat Yesus sendiri!

Rhema :

Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (Mat 25 : 36)

Pedoman Hidup No. 24:

Hidup di hadirat Allah ini, bila disertai dengan penyangkalan diri dan kelepasan, merupakan jalan utama kehidupan kita menuju persatuan dengan Allah. Tentu saja hidup di hadirat Allah ini mengandaikan iman, harapan dan kasih. Karena itu hidup di hadirat Allah sungguh-sungguh adalah jalan pendek menuju persatuan dengan Allah.

Sharing :

  • Sharingkan pengalaman Anda dalam mengunjungi orang sakit.
  • Pernahkah Anda mendampingi orang yang sedang menghadapi maut?
    Sharingkan pengalaman Anda.

admin