CARA MENGHIDUPKAN KEMBALI SEL YANG LESU

Hidup berkomunitas tidak selamanya memiliki kisah manis atau pahit terus menerus. Ada masa-masa indah dan ada masa-masa yang suram, begitu pula yang dapat terjadi di dalam kehidupan sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus (KTM), Pertemuan sel rutin adalah kegiatan yang menjadi bentuk dasar dari KTM. Pertemuan sel rutin merupakan detak jantung dan nafas yang memberikan kehidupan bagi KTM. Namun adakalanya pertemuan sel yang rutin menjadi pertemuan yang membosankan. Jika tidak diatasi, anggota-anggota dalam sel tersebut mundur secara perlahan-lahan dan sel itu menjadi mati alias bubar.

Kelesuan yang dirasakan biasanya karena :

  1. Jatuh dalam rutinitas. Merasa kering dan tidak mendapat apa2 dalam pertemuan sel.
  2. Timbul gesekan/rasa kurang suka antar anggota sel sehingga suasana dalam sel kurang akrab.
  3. Kesibukan pekerjaan dan urusan keluarga yang menyebabkan anggota banyak yang absen, hanya sedikit yang hadir, atau bahkan seringkali sel terpaksa diliburkan.

Sebenarnya seringkali inti masalahnya adalah salah satu atau gabungan dari faktor-faktor dibawah ini:

  1. Anggota kurang sungguh-sungguh menjalankan 8 komitmen KTM, terutama komitmen nomor 4 : Meluangkan waktu untuk doa pribadi dan bacaan Kitab Suci setiap hari minimal 1 jam per hari. Doa yang jarang2 dan sambil lalu, tidak sungguh-sungguh dari hati ke hati, menyebabkan relasinya dengan Tuhan mendingin. Otomatis minatnya akan hal-hal/kegiatan rohani juga menurun. Ia juga tidak lagi rindu untuk merasakan hadirat Tuhan yang begitu membahagiakan. Kekeringan itulah yang dibawanya ke pertemuan sel.
  2. Anggota yang bertugas memimpin pertemuan sel, melakukannya tanpa persiapan dan doa. Lagu dicomot seadanya, kadang dipilih mendadak saat itu, kadang menggunakan susunan lagu minggu-minggu lalu. Pembawa renungan juga kurang persiapan. Pertemuan sel berjalan tanpa urapan dan kehadiran Allah tak terasa.
  3. Anggota belum menyadari perannya dalam sel. Hanya bersikap konsumtif. Maunya menerima saja, tidak merasa perlu memberi: ‘Apa yang aku dapat di pertemuan sel?’ Seharusnya ia berpikir: ‘Apa yang dapat aku sharingkan di sel? Apa yang dapat aku berikan agar bermanfaat menambah iman harapan dan kasih anggota sel yang lain ?’ Sel adalah juga ladang pelayanan bagi setiap anggotanya, tempat untuk melayani anggota sel yang lain, dalam menumbuhkan iman dan pengenalan akan Tuhan.
  4. Anggota kurang menyadari pentingnya kehadirannya dalam sel yang seyogyanya menjadi seperti keluarga kedua baginya. Seyogyanya ia berpikir; ‘Apabila dalam pertemuan sel saya tidak hadir, kasihan yang lain, mereka akan merasa kehilangan’ Anggota perlu menyadari apabila ia sendirian, akan lebih sulit baginya untuk menjaga rohaninya tidak menjadi kering.

Dalam sebuah sel, Pelayan Sel (PS) dan wakilnya punya peran besar dalam perkembangan sel tersebut. Mereka seperti orang tua dalam sebuah keluarga. Tumbuh kembangnya sebuah sel banyak tergantung dari bagaimana cara mereka membina dan memotivasi anggota sel.

Pelayan Sel yang selalu membawa selnya dalam doa, dan selalu mohon bimbingan Allah, akan ditunjukkan cara2 yang kreatif dan tepat untuk melaayani, dan menjaga pertumbuhan sel nya.

Pelayan Sel sebaiknya mengajak Wakil PS dan Bendahara Sel untuk menjadi Inti sel yang sehati sepikir, untuk bersama-sama merundingkan cara-cara mengembangkan sel. Anggota baru ibaratnya kanak-kanak rohani, yang harus dilayani, disuapi dengan kasih. Tetapi setelah sekian lama, anggota harus tumbuh menjadi dewasa, dan mulai ikut bertanggung jawab memberi makan kanak-kanak rohani yang lain.

Beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menghidupkan kembali sel yang lesu:

  1. Ingat Panggilan Hidup Kita
    Alangkah baiknya mengingat kembali alasan pertama kita bergabung di dalam komunitas ini. Kita sudah terpanggil dan memilih KTM untuk sarana dan tempat untuk bertumbuh, berkembang didalam hal kerohanian. Kita diingatkan kembali akan panggilan hidup kita adalah menuju kesempurnaan atau kekudusan.(Efesus 5:3). Dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan untuk tetap mendaki jalan kekudusan ke ‘puncak Gunung Karmel’, dan tidak berhenti di tengah jalan.
  2. Mempraktekkan 8 Komitmen KTM
    Berusaha menggiatkan kembali pelaksanaan ke 8 komitmen tersebut: Meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca Kitab Suci minimal 1 jam sehari, menerima Sakramen Tobat secara teratur, menghadiri Perayaan Ekaristi harian sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu, ikut melayani bersama komunitas, menghadiri pertemuan sel, menghadiri pertemuan bersama yang ditentukan wilayah, distrik, national, mendoakan doa penyerahan setiap hati, memberikan persembahan kasih.
  3. Mencari aktivitas lain atau kebiasaan yang tidak biasa
    Misalnya pertemuan sel diadakan ditaman (outdoor sel), nonton film rohani bareng lalu disharing apa yang didapatkan, berdoa Rosario atau ziarah ke tempat-tempat rohani bersama dengan anggota sel, mengundang Romo/imam atau pembicara dari Distrik / wilayah buat pengajaran didalam sel dan sebagainya.
  4. Keterbukaan satu sama lain
    Komunikasi, saling terbuka dan evaluasi antar anggota sel dan pelayan/wakil pelayan sel. Saling mengampuni. Saling mendoakan. Bisa meminta bantuan, masukan atau saran dari pelayan/wakil pelayan sel yang lain atau dari pelayan wilayah atau dari distrik.
  5. Regenerasi dalam sel
    Salah satu factor sel menjadi lesu dan tidak berkembang adalah tidak adanya regenerasi dalam sel. Pelayan atau wakil pelayan sel itu-itu saja, tidak adanya kemauan dari anggota untuk mau maju dan menjadi pelayan atau wakil pelayan sel. Juga perlunya merekrut atau menambah anggota baru. Penambahan anggota bisa merubah sel yang sudah ‘mapan’ menjadi baru kembali. Pembelahan sel atau ‘memperanakkan’ sel baru, juga dapat membawa semangat dan sukacita baru.
  6. Pembagian kelompok dalam sel
    Untuk melibatkan lebih banyak anggota, anggota sel dapat dibagi menjadi 3 atau 4 kelompok. Setiap kelompok bergiliran berbagi tugas dalam sebuah pertemuan sel. Tugasnya termasuk memimpin pertemuan sel, membawakan renungan, menyediakan konsumsi, dll. Dengan demikian semua anggota sel aktif terlibat.
  7. Program untuk dilakukan setiap minggu
    Dalam setiap pertemuan sel dibuat resolusi apa yang akan dilakukan dalam seminggu mendatang. Misalnya, mendoakan mereka yang butuh didoakan, melaksanakan Rhema minggu ini secara konkrit, mengunjungi keluarga yang sakit, membuat target untuk mengajak 1 orang dalam pertemuan sel yang akan datang (evangelisasi oikos). Pelaksanaan program ini dapat menjadi bahan sharing dalam pertemuan sel minggu depan.
  8. Pengulangan Pencurahan Roh Kudus
    Secara berkala dapat dilakukan pengulangan Pencurahan Roh Kudus untuk kembali secara sadar mempersilakan Roh Kudus kembali dengan penuh kuasa membakar hati dan memimpin hidup masing-masing anggota.

Renungan

Setiap anggota KTM bertanggung jawab untuk mengusahakan selnya hidup dan bersemangat. Sel adalah tempat para anggotanya bertumbuh dalam iman, harapan dan kasih, dan menjadi ajang pendewasaan rohani.

Sharing

  1. Bagaimana keadaan di dalam selku? Apakah selku juga loyo, lesu dan kurang semangat? Langkah apa yang telah aku lakukan? Langkah apa yang sekarang akan aku lakukan?
  2. Apakah aku pernah membawa kesegaran atau memberikan dorongan, semangat, sukacita dan pengharapan kepada seseorang? Sharingkanlah!

Rhema minggu ini :

Kis 2: 46-47. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

admin