KARUNIA NASIHAT

Kita Hidup di Zaman yang Istimewa, Zaman Pencurahan Roh Kudus

Kita hidup dalam zaman yang istimewa, zaman Pencurahan Roh Kudus. Sesungguhnya, melalui pembaharuan hidup dalam Roh Kudus dan lewat pencurahan Roh Kudus, banyak umat memperoleh pengalaman yang mendalam akan Allah. Seringkali mereka membutuhkan dan mengharapkan bantuan para pembimbing rohani yang dapat mengerti pengalaman-pengalaman rohani mereka. Inilah kebutuhan Gereja dewasa ini. Oleh karena itu, para imam, para religius atau para gembala jiwa-jiwa diharapkan, selain memiliki pengetahuan iman dan teologi Katolik yang sehat, juga memiliki pengalaman akan Allah, sehingga mereka dapat menjawab kebutuhan Gereja dan umat yang dilayaninya.

Kita berharap pendidikan di seminari-seminari dapat semakin seimbang, tidak hanya menekankan segi intelektual atau akademis saja, namun juga memperhatikan segi pengalaman iman dan juga hidup mistik. Teologi mistik, yakni ilmu yang merefleksikan dan mengajarkan kebijaksanaan rahasia Allah yang diperoleh melalui cinta atau kontemplasi perlu dihidupkan kembali dalam seminari-seminari dan sekolah-sekolah calon imam. Dengan demikian iklim Gereja akan berubah dan kehidupan mistik yang sangat diperlukan oleh umat kristiani dewasa ini akan dapat berkembang. Karl Rahner mengatakan, “orang Kristen dewasa ini harus menjadi mistik, kalau tidak dia akan berhenti menjadi Kristen”. Itulah realitas yang kita alami dewasa ini. Tetapi puji Tuhan, karena dewasa ini Tuhan membangkitkan kembali pengalaman tersebut di dalam Gereja dalam pelbagai macam bentuknya.

Mistik berarti rahasia. Hidup mistik adalah memasuki misteri-misteri atau rahasia-rahasia Allah yang tak terbatas dan tak terselami melalui jalan kontemplasi. Hidup mistik bermula dari pengalaman mendalam akan tercurahnya cinta ilahi ke dalam hati kita. Seringkali pengalaman ini dimulai melalui apa yang dalam Pembaharuan hidup dalam roh disebut dengan istilah Pencurahan Roh Kudus.

Setelah orang menerima pencurahan Roh Kudus ini, biasanya hidupnya akan berubah, yakni semakin berpusat kepada Allah. Hidupnya betul-betul dijiwai dan digerakkan oleh Roh Kudus. Penghayatan Kitab suci, doa-doa dan sakramen-sakramen, serta cinta kasih kepada Tuhan dan sesama semakin hidup dan berkembang. Roh Kudus semakin aktif dalam dirinya, orang menjadi sadar bahwa ada angin Roh Kudus yang mendorong layar-layar perahu hidup rohaninya. Karunia-karunia Roh kudus juga semakin berkembang dalam kehidupannya. Baik tujuh karunia untuk pengudusan manusia, seperti dalam Yes. 11:1-2, maupun karisma-karisma untuk melayani sesama dan membangun jemaat seperti dikatakan dalam 1Kor.12:1-11.

Roh Kudus memberikan karunia-karunia-Nya yang berguna untuk pengudusan manusia. Tujuh karunia Roh Kudus tersebut adalah karunia pengertian, karunia kebijaksanaan atau hikmat karunia pengenalan akan Allah, karunia nasihat, karunia kebaktian, karunia keperkasaan, dan karunia takut akan Allah.

Menurut Santo Thomas, ke-tujuh karunia itu adalah disposisi habitual, atau habitus, yang berbeda dari kebajikan-kebajikan. Karunia-karunia itu diperlukan untuk hidup kekal dan berhubungan erat dengan cintakasih serta tumbuh bersama dengan dia. Oleh karunia itu, orang dijadikan peka dan tanggap terhadap inspirasi illahi, serta dipersiapkan untuk dapat taat dengan segera kepada dorongan Roh Kudus. Karunia-karunia itu dapat dibandingkan dengan layar yang terkembang pada sebuah perahu, sehingga dengan mudah dapat digerakkan oleh hembusan angin. Orang memang dapat juga melajukan perahunya tanpa layar, hanya dengan dayung, namun dengan layar akan jauh lebih mudah dan lebih cepat. Dalam arti itulah karunia itu perlu untuk keselamatan kita.

Peranan Karunia Nasihat dalam Kehidupan Rohani

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas salah satu karunia, yakni karunia nasihat. Karunia nasihat memberikan terang di dalam hati manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari orang bisa melihat segala sesuatu dalam terang iman. Orang sangat membutuhkan karunia nasihat supaya di tengah-tengah segala kesukaran dan liku-liku hidup, dapat terus berjalan menuju kepada Allah tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri. Seseorang harus memiliki kecerahan dan kecepatan pandangan Allah sendiri, supaya dapat terlepas dari hambatan-hambatan manusiawi dan dari rintangan yang paling besar, yaitu egoisme dan hawa nafsu sendiri. Artinya, orang harus bisa melihat segala sesuatu dengan cepat dalam terang Allah.

Seringkali untuk mengerti dengan cepat apa yang menjadi kehendak Allah, kewaspadaan manusiawi belaka tidaklah cukup. Juga, tidaklah cukup merenungkan dan memikirkannya dalam terang iman yang biasa, namun dibutuhkan tambahan karunia nasihat. Pengalaman sehari-hari mengajarkan kepada kita bahwa pada saat-saat yang sulit orang tidak bisa bersandar pada pandangan dan perhitungan manusiawi belaka, tetapi juga harus berani percaya kepada penyelenggaraan Ilahi, sebab pemikiran manusia seringkali tidak tetap dan tidak pasti. Hanya Roh Pencipta saja yang mampu memberikan kepastian tentang tempat masing-masing dalam rencana keselamatan Allah, jalan yang harus kita tempuh, keputusan-keputusan yang harus diambil, serta arah yang harus diikuti.

Untuk mengisi kekurangan-kekurangan dalam pertimbangan akal budi dan iman biasa, Tuhan memberikan karunia nasihat, sehingga Roh Kudus dapat memberikan ilham-ilham yang memelihara jiwa manusia dalam perjalanannya menuju ke arah yang benar, sehingga kita senantiasa mampu berjalan dalam alur kehendak Allah, yang merupakan hakekat kekudusan kita. Tidak cukup hanya memiliki niat yang baik saja, tetapi kita harus berada dalam alur kehendak Allah sendiri. Untuk itu sangat dibutuhkan Roh nasihat.

Karunia Nasihat berguna untuk : 

  • Membimbing orang-orang lain kepada jalan-jalan yang dikehendaki Tuhan.
  • Membimbing diri sendiri menuju persatuan dengan Tuhan.

SHARING

  1. Bagaimana cara kita memanfaatkan karunia nasihat dalam hidup kita? Sudahkah kita melatih kepekaan untuk mendapatkan petunjuk dari Tuhan dalam hidup kita?
  2. Sharingkanlah tantangan-tantangan ketika perlu memberikan nasihat kepada orang lain.

Referensi

https://www.carmelia.net/index.php/artikel/karismatik/162-peranan-roh-kudus-dalam-bimbingan-rohani-pembahasan-tentang-karunia-nasihat

Pedoman Hidup 11:

Kasih yang dicurahkan Allah ke dalam hati kita itu sesungguhnya bukan lain daripada kasih yang ada dalam diri Allah sendiri. Itulah kasih yang menyala dalam hati Allah sendiri. Kasih yang mengalir dari Bapa kepada Putera dalam Roh Kudus. Dan kita diberi bagian dalam kasih tersebut. Lihatlah, betapa besar kasih Allah kepadamu, sehingga engkau diberi bagian dalam kasih illahi itu sendiri dan dalam hidup Allah sendiri, bukan karena engkau pantas dan layak, bukan, tetapi semata-mata karena Allah telah lebih dahulu mengasihi engkau. Kasih itu telah dicurahkan-Nya ke dalam hatimu dengan cuma-cuma, semata-mata karena jasa Yesus Kristus dan karena Allah telah mengasihi engkau lebih dahulu.

admin