Suatu hari dalam sebuah eksorsisme, salah satu kolegaku mendengar Setan berkata: “Setiap doa Salam Maria seperti sebuah pukulan di kepalaku. Jika setiap orang Kristiani menyadari betapa besarnya Kuasa Doa Rosario, hal itu dapat menjadi akhir dari keberadaanku.” (Father Gabriele Amorth; Kepala Eksorsisme dari Vatikan)

Asal usul Doa Rosario

Rosario memiliki makna lain, yaitu “Mahkota Mawar”. Istilah ini berawal dari sebuah pernyataan yang diucapkan oleh Bunda Maria lewat penampakan kepada beberapa orang bahwa setiap kali kita mendaraskan satu doa Salam Maria, maka kita memberikan kepada Bunda Maria sekuntum mawar yang indah. Lalu setiap kita mendoakan sebuah doa Rosario, maka kita memberikan kepadanya sebuah mahkota mawar.

Mawar sering diartikan sebagai ratu dari semua bunga. Oleh karena itu, Rosario bisa disebut sebagai ratu dari semua devosi yang pada akhirnya membuat doa ini sebagai devosi terpenting di tengah umat Katolik. Rosario dianggap sebagai doa yang sempurna karena di dalamnya terkandung warta keselamatan yang mengagumkan. Doa Rosario sendiri diwariskan oleh Santo Dominikus, pendiri dari Ordo Para Pengkotbah, yang menerimanya langsung dari Bunda Maria. Pada saat itu, Bunda Maria datang langsung kepada St. Dominikus saat ia sedang mengasingkan diri di sebuah hutan, dekat kota Toulouse, Perancis. Ia berdiam di hutan, demi meredam kaum bidaah Albigensia yang telah meracuni pikiran kaum Katolik. Di dalam hutan itu, ia berdoa tanpa henti, hingga sakit parah. Pada saat itulah Bunda Maria hadir didampingi oleh tiga Malaikat, lalu berkata “Aku mau mengetahui bahwa dalam peperangan semacam ini, penghancur yang ampuh itu ialah doa Salam Malaikat, yang merupakan batu fundasi Perjanjian Baru. Oleh karena itu kalau engkau mau menemui jiwa-jiwa kaum beriman yang bersikap keras, dan memenangkan mereka bagi Allah, wartakanlah mazmurku.”

Kuasa Doa Rosario

Ketika menulis Vacare Deo ini, saya teringat ketika masih duduk di bangku sekolah, saya hanya merasa perlu berdoa Rosario ketika menghadapi ujian sekolah yang sulit. Waktu itu saya merasa Doa Rosario adalah doa yang sangat panjang, membosankan dan hanya menjadikannya semacam “jimat” dalam menghadapi ujian. Pengalaman akan Kuasa Doa Rosario pun dimulai saat saya melanjutkan studi di luar negeri sekitar 6 tahun yang lalu. Kekeringan rohani mulai melanda karena di negara saya melanjutkan studi kebetulan tidak ada KTM, mayoritas penduduknya ateis dan yang ada hanyalah Perkumpulan Mahasiswa yang kegiatannya lebih ke arah gathering seperti Misa bersama, makan-makan ataupun Persekutuan Doa beberapa bulan sekali. Disertai tantangan studi yang berat untuk mempertahankan kelangsungan perpanjangan beasiswa, saya berkeluh kesah dengan orang tua saya. Waktu itu menjelang awal Bulan Mei (Bulan Maria), orang tua saya mengajak untuk bersama-sama berdoa Doa Rosario dengan ujud utama agar beasiswa saya tetap dapat diperpanjang. Saya sendiri pun bertekad untuk mau mengusahakan setia berdoa Rosario setiap hari khususnya selama satu bulan tersebut. Setelah sebulan rutin berdoa Rosario, ada kedamaian yang saya rasakan meskipun saat itu kegalauan saya belum terjawab. Ketakutan akan kegagalan studi yang biasanya menghambat saya untuk belajar perlahan dapat teratasi. Saya menjadi lebih sabar dalam menghadapi tantangan sambil terus dimampukan untuk berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasil akhir pada kemurahan Tuhan. Adanya buah-buah dari Doa Rosario sebulan yang saya rasakan membuat saya berkomitmen untuk mendaraskan Doa Rosario setiap hari sekalipun bukan di Bulan Maria (Mei) ataupun Bulan Rosario (Oktober). Hari pengumuman perpanjangan beasiswa pun tiba, saya bersyukur karena Tuhan menjawab doa kami sehingga beasiswa saya dapat tetap diperpanjang sampai saya lulus kuliah meskipun nilai IPK saya di bawah standard persyaratan kelanjutan beasiswa.

Seperti seorang anak kecil yang berlari ke dekapan ibunya ketika menghadapi bahaya ataupun serangan orang asing, mari kita belajar untuk lebih mengasihi Bunda kita seperti Yesus sendiri dengan mendaraskan Doa Rosario setiap hari (khususnya di Bulan Maria ini) sehingga kita boleh percaya kita dapat dibentuk menjadi pribadi seperti Yesus dengan mengenangkan peristiwa-peristiwa dalam Doa Rosario.  

(Sumber: de Montfort, Santo Louis. Rahasia Rosario. Oktober 2014. Penerbit OBOR; https://www.rosarybay.com/power-of-the-rosary )

Sharing

Sudahkah kita berdoa bersama Bunda Maria dalam Doa Rosario untuk semakin dekat dengan Yesus? Apa buah-buah yang didapat atau hambatan yang kita hadapi dalam berdoa Rosario? Sharingkanlah pengalamanmu!

admin