Orangtua Sebagai Wakil Tuhan di Dunia

Berikut ini adalah sepenggal kalimat dari Doa untuk Orangtua yang diambil dari buku Puji Syukur: “Ya Allah, Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur kepada-Mu atas orangtua kami. Lewat mereka Engkau telah menciptakan kami. Melalui kasih sayang mereka, Engkau menyayangi kami. Mereka mendidik, mendampingi, dan menuntu kami.” Dari kalimat tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa sebenarnya orangtua kita adalah Wakil dari Tuhan di dunia ini.

Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui cara yang paling sederhana, yaitu kasih orangtua kepada kita. Sebagai anak, posisi kita selalu berada pada posisi orang yang berhutang kepada orangtua kita. Maka bukanlah suatu kebetulan apabila perintah untuk Menghormati Orang Tua ini menempati posisi keempat dalam Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:6-21). Dengan menempati urutan keempat maka berarti perintah ini adalah perintah yang paling penting untuk hubungan antar manusia dalam Sepuluh Perintah Allah.

Apa Kata Kitab Suci?

Kitab Sirakh mengajarkan kepada kita tentang penghormatan dan kewajiban anak terhadap orang tua, yaitu kitab Sirakh 3:1-16. Sabda Tuhan ini mengajarkan kepada kita untuk menghormati serta sabar terhadap orangtua, apapun sikap mereka terhadap kita. Dikatakan bahwa dengan melakukan perintah ini, maka kita akan beroleh pengampunan/pemulihan dosa kita. Bahwa sebenarnya segala kebaikan yang kita lakukan terhadap orangtua kita juga membawa dampak yang positif kepada kita sebagai anaknya. Bukan hanya itu, melainkan juga kepada anak-anak kita. Ayat 5 menyebutkan, “Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.”

Menghormati bapa kita memulihkan dosa kita, memuliakan ibu serupa dengan mengumpulkan harta (bdk. ay. 3 & 4). Membaca perikop di atas maka kita bisa menyimpulkan bahwa apabila kita masih ada kesempatan untuk hidup bersama orangtua kita pada masa lanjut mereka itu merupakan suatu rahmat yang diberikan Tuhan – suatu kesempatan bagi kita untuk membalas segala pengurbanan orangtua kita. Maukah kita melakukannya?

Apa Kata Katekismus?

Anak-anak harus menghormati, berterima kasih, patuh dan taat kepada orang tua mereka. Dalam menghormati dan memelihara hubungan baik dengan saudara-saudari mereka, anak-anak memberikan sumbangan mereka bagi perkembangan keselarasan dan kekudusan hidup keluarga secara umum. Anak yang sudah dewasa berkewajiban memberikan dukungan moral dan material jika orang tua ada dalam keadaan susah, sakit, kesepian, atau usia lanjut. (Kompendium KGK no. 459)

Kalimat terakhir dari kutipan dari Kompendium KGK di atas sangat jelas mengungkapkan apa yang menjadi kewajiban kita, khususnya apabila kita telah dewasa dan orangtua kita sedang dalam usia lanjut.

Beberapa Kendala

          Beberapa kendala adalah:

  • Kebanyakan orangtua beranggapan bahwa anaknya masih anak-anak yang perlu untuk dinasihati. Mereka seolah lupa bahwa saat ini anak-anaknya sudah dewasa. Sehingga kita sebagai anak kerap kali merasakan jengah / bosan mendengarkan nasihat-nasihat mereka. Namun ya, begitulah orangtua. Mereka perlu untuk kita dengarkan, walaupun mungkin sudah berulang kali kita mendengarkan nasihat yang sama.

  • Orangtua pada umumnya tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Sehingga kita perlu mempunyai kepekaan untuk bisa lebih memahami kondisi mereka yang sebenarnya. Selain itu, dari pihak kita sebagai anak juga dibutuhkan tindakan yang pro-aktif dan berinisiatif lebih dahulu untuk menjenguk atau mengajak mereka jalan-jalan ketika akhir pekan.

Sharing

Pernahkah Anda mengatakan, “Aku sayang kepadamu, Ma / Pa?” Kapan terakhir kali hal itu dilakukan?
Apakah Anda selalu ingat untuk menghubungi orangtuamu ketika hari-hari istimewa, seperti pada hari ulang tahun mereka atau pada saat Hari Raya Natal / Tahun Baru?

admin