Doa Tak Kunjung Putus

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
(Luk 18:1-8)

Pendahuluan

Melalui Lukas 18:1-8, Yesus mengajarkan cara berdoa lewat perumpamaan Hakim yang lalim. Berdasarkan hukum dalam Kitab Ulangan, seorang hakim diperintahkan untuk membuat keputusan yang adil (Ul 1:16,18,20). Mereka juga diingatkan agar tidak memutarbalikkan keadilan, memandang bulu, menerima suap, yang dapat membuat buta mata orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang benar (Ul 16:19). Karakteristik hakim yang baik adalah yang menghormati setiap orang, menghargai orang – orang miskin yaitu: para janda, anak yatim dan orang asing yang mendapat perhatian khusus dari Allah (Ul 10:17; Mzm 68:6; Kel 22:22; Yes 1:17,23).

Dalam kisah-Nya, ada seorang hakim yang sifat-sifatnya bertolak belakang dengan semua yang disebutkan tadi. Dia tidak menghormati siapapun, tidak takut pada siapapun juga bahkan kepada Tuhan dan tidak bisa bersikap adil kepada orang-orang miskin. Dipihak lain, ada seorang janda yang terpaksa tampil didepan umum untuk perkaranya. Melihat bahwa sampai seorang janda, dan bukan saudara laki – laki, anak atau orang lain membelanya, tentu janda ini sangat kesulitan. Ia tidak berhenti berusaha untuk meminta supaya hakim itu memenuhi permintaannya hingga akhirnya hakim itu mengabulkannya. Yesuspun menggunakan hal ini sebagai tolak ukur bahwa jika seorang hakim jahat saja melakukan kebaikan, apalagi Alalh di Surga. Inilah kekuatan sejati dari doa yang tak kunjung putus.

Ada sebuah buku Kisah Sang Peziarah atau “Berdoa tak kunjung putus” yang menjelaskan satu bentuk spiritualitas aliran Hesychasme dari Gereja Orthodox Timur. Dituliskan ada orang Rusia yang mendengarkan perumpamaan ini dalam sebuah misa dan sejak saat itu ia berusaha mencari tahu bagaimana cara berdoa seperti yang dikatakan Yesus itu.

  1. Salah satu wujud nyata doa tak kunjung putus adalah : “Doa Yesus”
    Orang Rusia ini lalu berjumpa dengan seorang Rahib tua yang sedang bertapa di padang gurun. Mula-mula rahib itu memintanya untuk mengucapkan: “Tuhan Yesus Kristus, kasihanilah aku” sebanyak 3.000 kali dalam satu hari, kemudian 6.000 kali, dan 12.000 kali. Setelah peziarah itu mampu mengulangi kata-kata itu sebanyak 12.000 kali dalam satu hari, rahib itu pun berkata: “Sekarang engkau dapat mendaraskan doa tersebut sesuai dengan kerinduan hatimu.” Peziarah itu sangat bergembira karena sudah menemukan seorang guru yang mampu memberikan petunjuk-petnjuk yang berguna untuk mencapai niatnya yakni berdoa dengan tidak kunjung putus.
    Kemudian peziarah itu berkata: “Di bawah petunjuk guru ini, saya melewatkan seluruh musim panas dengan tanpa terputus mengucapkan doa kepada Yesus Kristus dan saya merasakan damai yang penuh di dalam batin saya, selama tidur saya sering bermimpi bahwa saya sedang mengucapkan doa itu. Dan selama siang hari kalau saya bertemu dengan orang, semua orang tanpa kecuali, begitu dekat dengan saya seolaholah mereka adalah sahabat yang paling dekat… saya tidak berpikir lain kecuali Doa Yesus itu yang saya ulangi terus. Budi saya ingin mendengarkan dan hati saya pada saatsaat tertentu merasakan kehangatan dan kepuasan serta kebahagiaan yang mendalam.”
  2. Manfaat dari “Doa Yesus”
    Sesudah gurunya wafat, peziarah itu mengembara dari satu desa ke desa yang lain dan dari kota ke kota yang lain dengan doanya yang terus menerus. Doa itu memberikan kepadanya kekuatan baru untuk mengatasi segala masalah dan kesulitan yang muncul dalam kehidupannya dan mengubah segala duka menjadi kegembiraan. Dia berkata:
    “Kadang-kadang saya menempuh jarak empat puluh sampai lima puluh kilometer setiap hari dan saya tidak merasakan sama sekali bahwa saya berjalan. Saya hanya sadar bahwa saya sedang mengucapkan doa Yesus itu. Kalau udara mulai dingin, saya mulai mengulangi doa itu dengan lebih bersemangat dan setelah itu saya merasakan kehangatan dalam seluruh diri saya. Kalau kelaparan mulai menyiksa saya, saya kerap menyebut nama Yesus dan saya lupa akan keinginan saya untuk makan. Kalau saya jatuh sakit dan rematik menyerang kaki saya, saya memusatkan pikiran saya pada doa Yesus itu dan saya tidak merasakan sakit lagi. Kalau seorang mengejek atau menyalahkan saya, saya hanya berpikir “alangkah manisnya Doa Yesus itu”, kemudian kejengkelan, kemarahan hilang, dan saya dapat melupakannya. Saat itu saya merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang mendalam, sukacita dalam Tuhan saya temukan.”
    Dalam mengulang-ulangi Doa Yesus, peziarah itu perlahan-lahan masuk ke dalam doa batin yang tidak hanya di bibir saja. Dengan kata-kata yang penuh kasih, sederhana, dan jelas, ia menceritakan kepada kita tentang pengalaman bagaimana Ia memasuki hubungan yang sangat mesra dengan Tuhan Yesus. Tiada henti-hentinya ia menyerukan Nama Yesus yang mulia dan ilahi, Nama Yesus yang membawa sukacita dan kedamaian sejati di dalam hidupnya. Perubahan doa bibir ke doa hati ia mengatakan:
    “Doa yang saya ulang-ulangi dengan sendirinya beralih dan bibir menuju ke hati. Seolah-olah jantung saya dalam setiap detaknya mulai mengucapkan kata Yesus… Yesus… Yesus… Dan dalam peralihan itu, saya berhenti mengucapkan kata-kata doa itu di bibir. Saya sekarang hanya mendengar dengan penuh perhatian apa yang dikatakan oleh batin saya. Tampaklah seolah-olah mata saya menatap langsung ke dalam batin, lalu saya merasakan suatu rasa sedikit sakit dalam hati dan kasih Yesus yang begitu besar memasuki pikiran, hati, dan jiwa saya seluruhnya, dan dalam pikiran saya mengandaikan dapat melihat Dia, maka saya menjatuhkan diri pada kaki-Nya dan tidak membiarkan kakiNya lepas dan dekapanku, mengecupnya dan membasahinya dengan airmataku seperti Wanita berdosa yang meminyaki kaki Yesus serta menyekanya dengan rambutnya (bdk. Yoh.12:3), seraya berterima kasih karena kasih-Nya yang besar dan rahmat-Nya telah membuat saya menemukan penghiburan yang begitu besar dalam namaNya. Nama itulah yang dengan lembut masuk ke dalam hati saya yang terdalam dan menjadi suatu hiburan jiwa yang membahagiakan.”
    Doa Yesus yang masuk dalam batin itu memberikan kegembiraan dan kedamaian yang melimpah kepada peziarah itu, suatu pengalaman akan kehadiran Tuhan yang tidak terungkapkan lagi dengan kata-kata. Kemana pun ia pergi dan dengan siapa pun Ia berbicara, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak berbicara tentang Allah yang hadir dan ia alami sendiri. Walaupun ia tidak pernah mempertobatkan orang atau mengubah orang lain, namun ia merasa bahwa kegembiraan dan kedamaian jiwa yang mendorongnya untuk bersaksi dengan kata-kata yang mendalam mengenai misteri Allah.
    “Bila engkau mau menemukan Tuhan Yesus di dalam hidupmu, masuklah di dalam doamu secara terus-menerus sambil menyerukan nama-Nya dengan tiada hentinya maka disana engkau akan merasakan kedamaian dan ketenangan dalam seluruh hidupmu”. Doa dari bibir turun ke dalam hati dan di sana manusia berdiri di hadapan Tuhan. Berdiri di hadapan Allah dengan budi masuk ke dalam hati adalah inti dari doa batin yang menyerahkan seluruh pribadi kita dalam pelukan kasih Allah yang menakjubkan.
    Seorang bapa Gereja mengatakan: “Kalau seorang pencuri mendekati sebuah rumah untuk menyusup masuk dan mencuri, bila dia mendengar ada orang berbicara di dalam rumah itu, pencuri itu tidak berani masuk. Sama halnya kalau musuh-musuh kita, mencoba masuk ke dalam jiwa kita dan berusaha menguasainya tetapi ia tidak akan berani masuk apabila ia mendengar… doa yang menyembul keluar.”

SHARING

Bagikan pengalamanmu saat mencoba mempraktikkan Doa Yesus? Apakah engkau pernah mengalami kendala dalam melakukan doa batin tersebut? Jika pernah, bagaimana cara Anda untuk mengatasi kendala tersebut?

Referensi:

https://www.carmelia.net/index.php/artikel/spiritualitas/1084-berdoa-tak-kunjungputus-bagian-pertama YM Seto Marsunu, 2015, Pesan Tuhan dalam Perumpamaan, Yogyakarta.Penerbit Kanisius.

Pedoman hidup KTM no.69

“Kamu telah mati dan dikuburkan bersama dengan Kristus”, kata Santo Paulus. Karena itu dengan masuk Komunitas engkau harus berusaha mematikan manusia lamamu dengan segala hawa nafsunya yang membawa kebinasaan, supaya engkau dapat bangkit kembali bersama Kristus. Petunjuk-petunjuk berikut dimaksudkan untuk membantu dalam proses kematian dan kebangkitan tersebut.

admin