Empat Prinsip menginterpretasikan kitab suci

Secara umum kitab suci memiliki dua macam makna yaitu harafiah dan rohaniah. Keempat makna tersebut menghubungkan Antara perjanjian lama dan baru. Mari kita lihat apa saja makna tersebut :

  • Harafiah adalah “arti yang didapatkan berdasarkan pengertian teks secara tepat“ Mengikuti ajaran St. Thomas Aquinas. Jadi dalam membaca Kitab suci, kita harus mengerti arti kata-kata yang dimaksud secara harafiah, baru kemudian melihat apakah ada maksud rohani yang lain.
  • Arti alegoris adalah arti yang lebih mendalam, jika kita hubungkan peristiwa tersebut dengan Kristus.
  • Arti moral adalah arti yang mengacu kepada hal-hal yang baik yang ingin disampaikan melalui kejadian-kejadian di dalam kitab suci.
  • Arti anagogis adalah arti yang menunjuk kepada surga sebagai  “tanah air abadi”

Dari keempat makna tersebut dapat disimpulkan Harafiah mengajarkan kejadian; alegori mengajarkan apa yang harus kita percaya; moral mengajarkan apa yang harus kita lakukan; anagogi kemana kita akan berjalan.

Untuk memahami makna tersebut dalam menginterprestasikan kitab suci maka bacalah dahulu kejadian 16: 1–17 kita akan bersama sama membahas contoh 4 makna tersebut.

Setelah kita membaca perikop tersebut mari kita pelajari makna apa saja yang bisa kita ambil:

  • Harafiah: memang Allah memberi makan bangsa Israel dengan manna yang turun dari langit selama 40 tahun saat mereka mengembara di padang gurun.
  • Alegoris: roti manna menjadi gambaran Ekaristi, di mana Yesus sebagai Roti Hidup yang turun dari surga (Yoh 6 : 51), menjadi santapan rohani kita umat beriman yang masih berziarah di dunia ini.
  • Secara moral, kisah ini mengajarkan kita untuk tidak cepat mengeluh dan bersungut-sungut (Kel 16:2-3) kepada Allah.
  • Secara anagogis, kita diingatkan bahwa seperti roti manna yang berhenti diturunkan setelah bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan, maka Ekaristi juga akan berakhir pada saat kita masuk ke Surga, yaitu saat kita melihat Tuhan muka dengan muka.

Melalui contoh tersebut kita akan terbantu dalam memahami makna dari perikop yang kita baca. Walau demikian tidak semua perikop bisa kita ambil langsung secara harafiah, terkadang disampaikan melalui perumpamaan. Makna harafiah harus sejalan dengan akal sehat; jika tidak masuk akal, maka tidak mungkin dimaksudkan secara harafiah. Sebagai contoh bacalah Yohanes 6 : 48 – 59

  • Harafiah: secara akal sehat tidak mungkin Yesus meminta pengikutnya makan daging manusia jadi tidak bisa diartikan harafiah.
  • Alegoris: Roti yang dimaksudkan adalah hosti yang kita terima saat komuni. Yang pada saat konsekrasi menjadi Tubuh Kristus.
  • Secara moral: kita diajak untuk bersatu dengan Kristus melalui Sakramen Ekaristi.
  • Secara anagogis,: Dengan bersatu dalam Kristus maka Ia akan membawa kita pada kebahagiaan Surgawi.

Melalui makna ini maka kita dapat menginterpretasikan kitab suci lebih mendalam dan dapat melihatnya dari berbagai sisi. Pandanglah semua perikop dalam sebuah kesatuan dan dengan akal sehat sehingga kita dapat memahami kitab suci dengan lebih baik.

Referensi

http://www.katolisitas.org/empat-prinsip-untuk-menginterpretasikan-alkitab/

Sharing

Pilihlah salah satu perikop dari perjanjian lama atau baru. Cobalah menginterpretasikan maknanya baik secara harafiah, alegoris, moral dan anagogis?

Apakah maknanya sejalan dengan akal sehat dan kesatuan kitab suci secara keseluruhan? Sharingkanlah pengalamanmu.

admin